Manchester United Bidik Jonathan David: Solusi Lini Depan yang Lebih Tajam dari Mateta?
Baca dalam 60 detik
- Setan Merah dikabarkan membidik Jonathan David sebagai alternatif penyerang tengah, dengan rekam jejak gol yang lebih impresif dibanding kandidat lain.
- Kebijakan baru Manchester United yang memberi batas waktu dua tahun bagi pemain baru menjadi pertimbangan utama dalam perburuan striker.
- Potensi transfer ini bisa mengubah strategi lini depan United, yang selama ini gagal dengan pembelian striker muda.

Manchester United kembali dihadapkan pada dilema lini depan yang tak kunjung usai. Setelah serangkaian investasi gagal pada striker muda, kabar terbaru menyebut klub asal Manchester itu tengah mempertimbangkan Jonathan David, penyerang Juventus yang sebelumnya bersinar di Lille. Dengan rekam jejak gol yang konsisten di Ligue 1, David dinilai sebagai opsi yang lebih matang dibandingkan kandidat lain seperti Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace.
Kebijakan baru yang digagas CEO Omar Berrada menjadi latar belakang penting dalam perburuan ini. Setiap pemain anyar diberi waktu dua tahun untuk membuktikan dampaknya, atau berisiko dijual. Kebijakan ini lahir dari serangkaian kegagalan rekrutan sebelumnya, seperti Joshua Zirkzee yang hanya mencetak empat gol Premier League setelah debut gemilangnya, dan Rasmus Hojlund yang akhirnya hengkang ke Napoli. Kini, dengan Zirkzee yang dikabarkan kembali ke Serie A, United membutuhkan sosok yang siap bersaing sejak musim pertama.
Nama Mateta sempat mencuat sebagai target utama. Penyerang asal Prancis itu memiliki pengalaman lima setengah tahun di Inggris dan mencetak 42 gol liga dalam tiga musim terakhir. Namun, cedera hamstring yang memaksanya absen setidaknya empat pekan menjadi batu sandungan. Selain itu, banderol £40 juta yang diminta Palace dianggap terlalu tinggi untuk pemain berusia 29 tahun yang belum pernah menembus 16 gol dalam semusim di Premier League. Kegagalan transfernya ke AC Milan pada Januari lalu juga meninggalkan tanda tanya besar.
Di sisi lain, Jonathan David menawarkan profil yang berbeda. Meski musim pertamanya di Juventus kurang produktif—hanya delapan gol dalam 46 penampilan—catatan internasionalnya impresif: 42 gol dalam 82 laga bersama Timnas Kanada. Sebelum pindah ke Serie A, David mencetak 139 gol dalam 232 penampilan bersama Lille, dengan rincian 24 gol pada 2022/23, 19 gol pada 2023/24, dan 16 gol pada 2024/25. Ia juga mencatatkan 51 assist sepanjang karier seniornya, angka yang jauh melampaui kontribusi Mateta yang hanya 22 assist.
Perbandingan statistik semakin memperkuat argumen bahwa David layak dipertimbangkan. Pada musim terakhirnya di Lille, ia mencetak gol setiap 160 menit dengan tingkat konversi 22%, sementara Mateta hanya mencetak gol setiap 190 menit dengan konversi 20%. Bahkan, dalam hal peluang emas yang tercipta, David lebih efisien meski melewatkan 16 peluang besar, sedangkan Mateta melewatkan 19 peluang. Data ini menunjukkan bahwa David memiliki naluri mencetak gol yang lebih tajam dan kemampuan bermain tanpa bola yang lebih baik.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan tren klub-klub Eropa mulai beralih dari sekadar memburu nama besar ke analisis data yang lebih mendalam. Manchester United, yang selama ini identik dengan pembelian mahal, kini tampak lebih berhati-hati. Keputusan mereka dalam bursa transfer ini akan menjadi barometer bagaimana klub-klub besar beradaptasi dengan kebijakan finansial yang lebih ketat, sekaligus pelajaran bagi klub-klub Asia Tenggara yang mulai berinvestasi di liga Eropa.
Meski begitu, masih ada pertanyaan besar: akankah David mampu beradaptasi dengan kerasnya Premier League? Pengalamannya di Italia yang kurang mulus bisa menjadi sinyal peringatan. Namun, rekam jejaknya di Prancis dan level internasional menunjukkan bahwa ia memiliki kualitas untuk bersinar. Jika transfer ini terwujud, United tidak hanya mendapatkan striker berpengalaman, tetapi juga aset yang bisa diandalkan dalam jangka panjang.
Langkah berikutnya ada di tangan INEOS dan jajaran direksi United. Apakah mereka akan berani mengambil risiko dengan David, atau justru memilih opsi yang lebih aman? Keputusan ini akan menentukan arah kebijakan transfer klub dalam beberapa musim ke depan, sekaligus menjawab apakah United mampu keluar dari lingkaran setan kegagalan rekrutan.



