Anne Hathaway Bergabung dengan Tom Cruise di Sekuel Days of Thunder, Rilis 2028
Baca dalam 60 detik
- Anne Hathaway resmi dikonfirmasi membintangi sekuel Days of Thunder bersama Tom Cruise, menandai kolaborasi pertama keduanya.
- Film yang dijadwalkan rilis 2 Juni 2028 ini akan disutradarai Jonathan Levine dan diproduksi untuk layar IMAX.
- Kabar ini memicu spekulasi tentang potensi crossover dengan film F1 garapan Joseph Kosinski yang melibatkan Brad Pitt.

Anne Hathaway akan beradu akting dengan Tom Cruise dalam sekuel film klasik balap Days of Thunder. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh pihak produksi, menandai kolaborasi perdana antara dua bintang Hollywood tersebut di layar lebar.
Aktris yang dikenal lewat The Devil Wears Prada itu dijadwalkan memerankan pemilik tim balap sekaligus insinyur, sementara Cruise akan kembali memerankan Cole Trickle, pembalap NASCAR yang ikonik dari film pertama yang rilis pada 1990. Meski detail alur cerita masih dirahasiakan, kehadiran Hathaway diyakini akan memberikan dimensi baru pada kisah persaingan di dunia balap.
Film yang dijadwalkan tayang pada 2 Juni 2028 ini akan disutradarai Jonathan Levine, yang dikenal lewat karya-karya seperti Warm Bodies dan 50/50. Produksi akan melibatkan Jerry Bruckheimer dan Tommy Harper sebagai produser, bersama Cruise yang juga ikut memproduseri. Menariknya, film ini akan digarap khusus untuk layar IMAX, menjanjikan pengalaman sinematik yang lebih imersif bagi penonton.
Untuk menandai pengumuman tersebut, pihak produksi merilis foto Cruise (64) dan Hathaway (43) yang berpose di Daytona International Speedway, bersandar pada mobil balap berwarna hijau. Momen ini sekaligus menjadi penanda kembalinya waralaba yang sempat vakum selama lebih dari tiga dekade.
Kabar ini muncul beberapa bulan setelah sutradara Top Gun: Maverick, Joseph Kosinski, mengungkapkan keinginannya untuk membuat film crossover yang mempertemukan karakter Cole Trickle dengan Sonny Hayes, pembalap F1 yang diperankan Brad Pitt dalam film F1. Dalam wawancara dengan Collider, Kosinski mengaku sempat membayangkan skenario di mana kedua pembalap legendaris itu bertemu kembali. "Saya hanya melempar ide bahwa Sonny Hayes kembali ke dunia F1 dan bertemu dengan rival lamanya, Cole Trickle, yang membalap di NASCAR pada tahun 90-an," ujarnya. Namun, ia juga mengakui bahwa proyek tersebut akan sangat sulit direalisasikan, bahkan menyebutnya sebagai "Mission: Impossible" versi dunia balap.
Kosinski juga mengungkapkan bahwa ia pernah mengembangkan film Ford v Ferrari dengan Cruise dan Pitt sebagai pemeran utama, sebelum akhirnya digantikan Matt Damon dan Christian Bale. "Saya benar-benar melakukan pembacaan naskah untuk film berjudul Go Like Hell, yang menjadi Ford v Ferrari. Saya mengembangkannya dengan mereka berdua untuk beberapa waktu," kenangnya. Meski gagal terwujud, ia tidak menutup kemungkinan kolaborasi keduanya di masa depan.
Bagi penonton Indonesia, kabar ini tentu menarik mengingat popularitas Cruise yang masih tinggi di Tanah Air, terutama setelah kesuksesan Top Gun: Maverick yang laris di bioskop. Selain itu, antusiasme terhadap film bertema balap juga cukup besar, terbukti dari sambutan hangat terhadap film F1 yang dibintangi Brad Pitt. Kehadiran Hathaway, yang juga memiliki basis penggemar kuat, diprediksi akan menambah daya tarik film ini di pasar Asia Tenggara.
Dengan jadwal rilis yang masih tiga tahun lagi, para penggemar tentu menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai proyek ini. Akankah sekuel ini mampu menyamai kesuksesan pendahulunya, atau justru menjadi awal dari waralaba baru yang lebih ambisius? Yang jelas, kombinasi Cruise, Hathaway, dan sentuhan IMAX berpotensi menjadi salah satu film paling dinantikan di akhir dekade ini.



