Ohtani Kembali Menggila: Dua Home Run Pimpin Dodgers Hancurkan Rockies 11-5
Baca dalam 60 detik
- Shohei Ohtani mencetak dua home run dan satu single, memperpanjang rekor 21 pertandingan berturut-turut dengan hit di Coors Field.
- Kemenangan telak ini mengakhiri tren negatif Dodgers yang sebelumnya hanya mencetak rata-rata 3,4 run per game dan kalah 11 dari 16 laga.
- Blake Snell tampil impresif di start keduanya pasca operasi siku, membuka jalan bagi rotasi Dodgers yang semakin solid.

DENVER โ Shohei Ohtani kembali menjadi mimpi buruk bagi Colorado Rockies. Dua home run yang dilepaskannya pada inning kelima dan keenam memicu ledakan ofensif Los Angeles Dodgers yang sedang terpuruk, membawa timnya menang telak 11-5 di Coors Field, Senin (18/8) malam waktu setempat. Kemenangan ini bukan sekadar angka; ia menjadi titik balik bagi tim yang tengah berjuang keluar dari lubang performa.
Sejak awal musim, Dodgers dikenal sebagai mesin pemukul, tetapi dalam 16 pertandingan terakhir, produksi run mereka merosot drastis. Rata-rata hanya 3,4 run per game dan 11 kekalahan membuat ruang ganti diliputi kecemasan. Bermain di Coors Field, stadion yang terkenal ramah bagi pemukul, menjadi obat yang tepat. Sebelum laga ini, terakhir kali LA mencetak dua digit run adalah saat mengalahkan San Diego 12-7 pada 2 Juli lalu.
Blake Snell, yang baru kembali dari operasi siku yang membuatnya absen tiga bulan, tampil meyakinkan. Dalam enam inning, ia hanya melepaskan dua hit dan satu run, sambil mencatatkan lima strikeout. Yang menarik, ia memperpanjang rekor tanpa kebobolan (scoreless innings) melawan Rockies menjadi 27 inning sebelum akhirnya kebobolan di inning ketiga akibat tiga walk dan satu fielder's choice. Start seperti ini memberikan sinyal positif bagi rotasi Dodgers yang selama ini rapuh di tengah badai cedera.
Max Muncy juga ikut menyumbang tiga run lewat home run spektakuler sejauh 461 kaki pada inning ketiga, yang membuat skor menjadi 5-0. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada Ohtani. Ia finis dengan 4-for-5, termasuk dua home run dan tiga RBI. Lebih mengesankan lagi, Ohtani kini telah mencatatkan hit dalam 21 pertandingan beruntun di Coors Field, dengan sembilan home run, 24 RBI, dan rata-rata batting .413 selama rentang tersebut. Angka-angka ini menegaskan dominasinya di stadion yang menjadi kandang bagi Rockies.
Pertarungan antar rekan senegara juga menjadi perhatian. Tomoyuki Sugano, pelempar asal Jepang yang membela Rockies, kembali kesulitan menghadapi Ohtani. Dalam lima inning, Sugano (12-6) kebobolan enam run. Catatan head-to-head mereka kini menjadi 7-for-11 dengan empat home run untuk Ohtani. Ini menunjukkan bahwa meski sama-sama berasal dari Jepang, persaingan di atas gundukan tetap berjalan sengit.
Bagi penggemar bisbol di Indonesia, performa Ohtani selalu menjadi tontonan yang dinantikan. Meski bisbol belum sepopuler sepak bola di tanah air, popularitas Ohtani yang melambung sejak pindah ke MLB telah menarik perhatian generasi muda. Banyak yang mulai mengikuti perkembangan MLB melalui platform digital, dan momen seperti ini semakin mengukuhkan posisi Ohtani sebagai ikon global. Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah: dapatkah Dodgers mempertahankan momentum ini dan kembali menjadi kandidat kuat juara? Dengan Snell yang mulai pulih dan Ohtani yang sedang dalam performa terbaiknya, jawabannya mungkin akan segera terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



