Pembalap Muda Inggris Matt Brennan Menangkan Etape Kedua Vuelta, Pogacar Pertahankan Jersey Merah
Baca dalam 60 detik
- Matt Brennan, debutan Grand Tour asal Inggris, merebut kemenangan etape keduanya di Vuelta a Espana dengan sprint akhir yang mengejutkan.
- Tadej Pogacar tetap memegang kendali klasemen, unggul sembilan detik atas Wout van Aert menjelang etape pegunungan.
- Etape ketiga akan memasuki Pyrenees dengan finis menanjak di Font-Romeu, menguji kekuatan para pendaki.

Matt Brennan, pembalap muda Inggris berusia 21 tahun, mencatatkan kemenangan terbesar dalam kariernya pada etape kedua Vuelta a Espana, Minggu (23/8). Dalam debut Grand Tour-nya, Brennan sukses memenangi sprint menanjak di Manosque setelah menempuh rute sepanjang 214 kilometer dari Monako, sementara favorit utama Tadej Pogacar tetap mengunci jersey merah pemimpin klasemen.
Kemenangan ini menjadi kejutan besar mengingat Brennan bukanlah nama yang diunggulkan. Ia tampil sebagai pelengkap strategi tim Visma-Lease a Bike yang sejatinya mempersiapkan Wout van Aert untuk merebut jersey merah. Namun, saat Pogacar mengendurkan pedal di kilometer akhir, Brennan yang berada di belakang justru memanfaatkan celah dan melesat ke garis finis. Pau Miquel dari Bahrain Victorious finis kedua, disusul Pogacar di posisi ketiga.
Etape kedua ini menyajikan drama tersendiri. Ethan Hayter, rekan senegara Brennan yang sempat memimpin breakaway sejak awal, tampak akan mengambil alih pimpinan klasemen setelah memenangi sprint intermediet dan mengumpulkan enam detik bonus. Namun, posisinya yang kurang menguntungkan di tengah rombongan utama saat memasuki Manosque membuat peluangnya sirna. Hayter harus puas tertinggal, sementara Brennan justru menjadi aktor utama di akhir balapan.
Bagi Pogacar, hasil ini memperkuat dominasinya di klasemen. Unggulan utama yang juga juara Tour de France itu kini memimpin dengan selisih sembilan detik atas Van Aert. Namun, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai pada etape ketiga, Senin (24/8), ketika para pembalap memasuki kawasan Pyrenees dengan finis menanjak di Font-Romeu, dekat perbatasan Spanyol. Medan pegunungan ini diprediksi menjadi ujian awal bagi para pendaki dan bisa mengubah peta persaingan.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, Vuelta a Espana selalu menjadi tontonan menarik, terutama dengan hadirnya para pembalap top dunia. Meski belum ada pembalap Indonesia yang tampil di ajang sebesar ini, perkembangan balap sepeda Tanah Air terus menunjukkan kemajuan. Kehadiran ajang seperti Tour de Indonesia dan semakin banyaknya pembalap muda yang berkiprah di level Asia menjadi modal berharga untuk menembus panggung Eropa di masa depan.
"Kami pikir ada peluang bagus untuk menyerang di final," ujar Brennan, yang bergabung dengan skuad World Tour Visma-Lease a Bike pada 2025. "Saya sangat senang bisa menyelesaikannya dengan baik."
Dengan kemenangan ini, Brennan naik ke posisi ketiga klasemen, hanya terpaut sepuluh detik dari Pogacar. Namun, ia sadar bahwa tantangan terbesar masih menanti. "Kami memulai dengan ambisi agar Wout bisa mengenakan jersey merah hari ini. Kami punya rencana itu, dan saya selalu siap di belakang untuk sprint jika rencana itu gagal. Dan itulah yang terjadi," jelas Brennan.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Pogacar mampu mempertahankan keunggulannya saat memasuki pegunungan, atau justru akan ada kejutan lain dari para pendaki seperti Jonas Vingegaard atau Primoz Roglic yang belum menunjukkan tajinya? Etape ketiga akan menjadi penentu awal arah persaingan di Vuelta tahun ini.



