Arsenal Beralih ke Sorloth Setelah Alvarez Menolak Pindah ke Emirates
Baca dalam 60 detik
- Julian Alvarez secara pribadi memberi tahu Mikel Arteta bahwa ia menolak bergabung dengan Arsenal, memaksa klub mencari alternatif.
- Alexander Sorloth, rekan setim Alvarez di Atletico, muncul sebagai opsi lebih murah dengan torehan 13 gol La Liga dari 20 penampilan inti.
- Keputusan ini bisa mengubah strategi lini depan Arsenal, yang juga berpotensi berdampak pada persaingan gelar Premier League musim ini.

Arsenal harus memutar haluan di bursa transfer setelah Julian Alvarez secara tegas menolak tawaran pindah ke Emirates. Kabar ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Mikel Arteta yang menjadikan pemain asal Argentina itu target utama penyerang anyar. Namun, dari kegagalan ini muncul nama Alexander Sorloth, rekan setim Alvarez di Atletico Madrid, yang justru dinilai sebagai solusi pragmatis dan lebih hemat.
Menurut laporan yang beredar, Alvarez telah berbicara langsung dengan Arteta dan menyatakan tidak ingin kembali ke Premier League. Sikap ini memupus harapan Arsenal yang sebelumnya dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga ยฃ128 juta untuk memboyongnya. Padahal, Atletico sebenarnya terbuka melepas pemain berusia 26 tahun itu, tetapi keinginan pribadi Alvarez menjadi penghalang terbesar. Situasi ini diperparah dengan posisi Alvarez di Wanda Metropolitano yang mulai tidak nyaman, meski klub menolak melepasnya ke Barcelona.
Di tengah kebuntuan tersebut, direktur teknis Arsenal, Andrea Berta, dikabarkan telah menerima tawaran dari perantara yang menawarkan Sorloth. Pemain Norwegia berusia 30 tahun itu juga terbuka meninggalkan Atletico musim panas ini, dan klub ibu kota Spanyol tidak keberatan melepasnya jika sudah mendapatkan pengganti. Dengan kontrak yang tersisa dua tahun, Sorloth bisa ditebus dengan harga yang jauh lebih masuk akal dibandingkan Alvarez.
Perbandingan statistik musim lalu menunjukkan bahwa Sorloth justru lebih klinis di depan gawang. Dalam 20 penampilan inti di La Liga, ia mencatatkan 13 gol, sementara Alvarez hanya delapan gol dari lebih banyak menit bermain. Diego Simeone bahkan menyebut Sorloth sebagai finisher yang "fenomenal". Meski demikian, reputasi Alvarez sebagai salah satu penyerang terbaik dunia tetap tak terbantahkan, seperti diakui pundit Karen Carney yang menyebutnya "penyerang tengah paling lengkap".
Bagi Arsenal, Sorloth bukanlah nama asing. Ia sempat merasakan kerasnya Premier League bersama Crystal Palace, meski hanya mencetak satu gol dari 20 penampilan. Namun, pengalaman itu justru menjadi pelajaran berharga. Kini, Sorloth telah menjadi pemain yang lebih matang dan konsisten, terutama setelah menemukan stabilitas di bawah arahan Simeone. Gaya bermainnya yang kuat dan haus gol dinilai cocok dengan kebutuhan Arsenal yang menginginkan tambahan daya gedor di lini depan.
Keputusan untuk beralih ke Sorloth juga mempertimbangkan aspek finansial. Dengan harga yang jauh lebih murah, Arsenal bisa mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain, seperti penyerang sayap kiri yang masih menjadi prioritas Arteta. Selain itu, Sorloth diyakini memiliki motivasi tinggi untuk membuktikan diri di Inggris, berbeda dengan Alvarez yang mungkin hanya menjadikan Arsenal sebagai batu loncatan. Keinginan Sorloth untuk bertahan dan berjuang demi klub menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan striker Arsenal ini menarik untuk diikuti karena bisa memengaruhi persaingan di papan atas Premier League. Jika Arsenal berhasil mendapatkan Sorloth, mereka akan memiliki opsi penyerang yang lebih variatif dan siap bersaing dengan Manchester City, Liverpool, dan Chelsea yang sedang dalam masa transisi. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah Sorloth mampu tampil konsisten di level tertinggi, atau justru mengulang kegagalannya di Crystal Palace? Musim depan akan menjadi jawabannya.



