Ancaman Baru di Lini Tengah: Thuram Terancam Operasi, Juventus Gagal Amankan Kessié
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Juventus, Khephren Thuram, akan menjalani konsultasi spesialis di Prancis pekan depan untuk menentukan perlu tidaknya operasi lutut.
- Kondisi ini memperparah krisis lini tengah Bianconeri setelah upaya mendatangkan Franck Kessié sebagai agen bebas menemui jalan buntu.
- Absennya Thuram dalam jangka panjang bisa memaksa pelatih Thiago Motta merombak strategi dan mempercepat perburuan gelandang baru di bursa transfer.

Khephren Thuram, gelandang Juventus asal Prancis, dipastikan absen pada laga Serie A melawan Parma di Allianz Stadium, Sabtu malam (30/8). Lebih dari itu, pemain berusia 23 tahun tersebut akan menjalani konsultasi dengan spesialis ortopedi di Prancis pekan depan untuk menentukan apakah ia harus menjalani operasi pada lututnya. Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Thiago Motta yang tengah berjuang menjaga konsistensi di awal musim.
Masalah yang dihadapi Thuram adalah sindrom patellofemoral, sebuah kondisi yang menyebabkan nyeri di sekitar tempurung lutut dan telah mengganggunya sejak akhir musim lalu. Selama pramusim, pemain yang direkrut dari Nice pada bursa transfer musim panas ini lebih banyak berlatih terpisah dari rekan setimnya. Ia bahkan melewatkan laga pembuka Serie A kontra Frosinone pekan lalu. Kini, dengan absennya ia melawan Parma, kekhawatiran akan masa depannya di musim ini semakin menguat.
Menurut laporan Sky Sport dan Gazzetta dello Sport, Thuram akan terbang ke Prancis untuk menemui Bertrand Sonnery Cottet, spesialis yang sama yang pernah menangani operasi lutut Gleison Bremer (ligamen dan meniskus) serta Federico Gatti (meniskus) dalam beberapa tahun terakhir. Fakta bahwa Juventus menggunakan jasa spesialis yang sama untuk para pemain kunci menunjukkan betapa seriusnya cedera yang dialami Thuram. Jika operasi diperlukan, ia diprediksi akan absen selama beberapa bulan, sebuah kerugian besar bagi lini tengah Juventus yang sedang dalam masa transisi.
Pelatih Juventus, Thiago Motta, tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Dalam konferensi pers Jumat (29/8), ia mengaku "sangat khawatir" dengan kondisi fisik Thuram. Motta, yang dikenal dengan pendekatan taktis yang ketat, kini harus memutar otak untuk mengisi kekosongan di lini tengah. Sebelumnya, Juventus sudah berupaya mendatangkan Franck Kessié yang berstatus agen bebas, namun negosiasi gagal mencapai kesepakatan. Kessié, yang sebelumnya bermain untuk Barcelona dan AC Milan, dianggap sebagai solusi ideal untuk memperkuat lini tengah. Namun, kebuntuan negosiasi membuat Bianconeri harus mencari alternatif lain.
Krisis lini tengah Juventus ini memiliki resonansi yang menarik bagi pengamat sepak bola Indonesia. Banyak klub di Liga 1 yang juga kerap menghadapi masalah serupa ketika pemain asingnya cedera dan sulit mencari pengganti di tengah bursa transfer. Namun, yang lebih relevan adalah bagaimana klub-klub Eropa seperti Juventus menghadapi tekanan finansial dan regulasi yang ketat, sesuatu yang juga mulai dirasakan oleh klub-klub Indonesia yang berusaha profesional. Kegagalan mendatangkan Kessié, misalnya, bisa jadi pelajaran bahwa negosiasi kontrak tidak selalu berjalan mulus, bahkan untuk klub sebesar Juventus.
Para analis menilai bahwa absennya Thuram dalam jangka panjang akan memaksa Motta untuk lebih mengandalkan pemain muda atau mengubah formasi. Juventus sebenarnya memiliki opsi seperti Manuel Locatelli dan Nicolò Fagioli, tetapi keduanya belum menunjukkan konsistensi. Jika operasi benar-benar dilakukan, Juventus bisa saja kembali berburu gelandang di bursa transfer musim dingin. Namun, dengan kondisi keuangan yang belum pulih sepenuhnya, apakah mereka mampu bersaing dengan klub-klub kaya seperti Manchester City atau Real Madrid? Pertanyaan ini menjadi pekerjaan rumah yang tak mudah bagi direktur olahraga Cristiano Giuntoli.
Ke depan, keputusan medis Thuram akan menjadi penentu. Jika operasi dihindari, ia mungkin bisa kembali dalam beberapa pekan. Namun, jika operasi dijalani, Juventus harus siap kehilangan salah satu investasi terbesarnya untuk waktu yang lama. Di sisi lain, kegagalan mendatangkan Kessié membuka peluang bagi pemain lain untuk membuktikan diri. Mampukah Motta meramu strategi tanpa Thuram? Atau akankah Juventus kembali ke bursa transfer dengan tawaran yang lebih menarik? Semua mata kini tertuju pada laporan medis pekan depan.



