Keputusan Final: Aaron-Wooi Yik Kembali Bersatu hingga Olimpiade Los Angeles 2028
Baca dalam 60 detik
- Pasangan ganda putra Malaysia, Aaron Chia-Soh Wooi Yik, resmi dipertahankan BAM hingga Olimpiade 2028 setelah melalui serangkaian uji coba.
- Keputusan ini diambil setelah keduanya tampil impresif di Kejuaraan Dunia, menunjukkan bahwa mereka masih menjadi andalan utama Malaysia.
- Konsistensi dan komitmen menjadi syarat utama agar kerja sama ini tidak kembali goyah di tengah jalan.

Persatuan Badminton Malaysia (BAM) akhirnya mengambil keputusan bulat: pasangan ganda putra Aaron Chia-Soh Wooi Yik akan kembali dipasangkan secara permanen setelah Asian Games, dengan target jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Ketua Komite Kinerja BAM, Lee Chong Wei, setelah menggelar pertemuan tertutup dengan kedua pemain, direktur kepelatihan ganda Rexy Mainaky, dan pelatih kepala ganda putra Herry Iman Pierngadi pada Jumat (28/8).
Pertemuan tersebut menjadi titik kulminasi dari serangkaian uji coba yang sempat memisahkan Aaron dan Wooi Yik. Sebelumnya, BAM mencoba merombak pasangan dengan menugaskan mereka berduet dengan pemain lain, sebagai bagian dari strategi mencari kombinasi terbaik untuk menghadapi persaingan menuju Los Angeles. Namun, setelah keduanya dipertemukan kembali di Kejuaraan Dunia di New Delhi dan berhasil melaju hingga final, muncul kesadaran bahwa sinergi mereka masih sulit digantikan.
Lee Chong Wei, yang dikenal sebagai legenda bulu tangkis Malaysia, mengungkapkan bahwa kedua pemain secara pribadi menyatakan keinginan untuk kembali bermain bersama. "Saya bertanya pada mereka, apa yang kalian inginkan? Apa yang kalian butuhkan? Keduanya menjawab ingin berpasangan lagi," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa keputusan ini sudah melalui pertimbangan matang bersama Rexy Mainaky, dan tidak akan ada lagi perubahan di tengah jalan.
Keputusan ini tentu menjadi angin segar bagi penggemar bulu tangkis Malaysia, sekaligus sinyal kuat bahwa BAM menaruh kepercayaan penuh pada duet yang pernah meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu. Namun, Lee Chong Wei juga memberikan peringatan tegas: "Tidak boleh ada lagi masalah di tengah jalan yang membuat mereka ingin berganti pasangan. Ini keputusan mereka sendiri, dan mereka harus bertanggung jawab."
Meski demikian, sebelum benar-benar bersatu kembali, Aaron dan Wooi Yik masih akan menjalani turnamen dengan pasangan berbeda. Aaron akan berpasangan dengan Man Wei Chong di China Masters yang dimulai Selasa (1/9), sementara Wooi Yik akan berduet dengan Aaron Tai. Setelah itu, pada Arctic Open bulan depan, Aaron akan bermain dengan Tee Kai Wun, dan Wooi Yik bersama Choong Hon Jian. Barulah setelah Asian Games, mereka akan kembali dipasangkan untuk turun di turnamen Prancis dan Denmark.
Bagi Indonesia, dinamika internal BAM ini menjadi pelajaran berharga. Pasangan ganda putra Indonesia seperti Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto atau Pramudya Kusumawardana-Yeremia Rambitan tentu akan mewaspadai kembalinya Aaron-Wooi Yik sebagai pesaing berat. Sebelumnya, sempat ada spekulasi bahwa perpecahan pasangan Malaysia ini bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendominasi sektor ganda putra. Namun, dengan kembalinya mereka, persaingan dipastikan semakin sengit.
Keputusan BAM juga menunjukkan bahwa stabilitas pasangan adalah kunci sukses di level tertinggi. Pengalaman Aaron-Wooi Yik yang sudah malang melintang di turnamen internasional menjadi aset berharga yang tidak mudah digantikan. Meski sempat goyah, mereka membuktikan bahwa chemistry yang sudah terbentuk tidak bisa dianggap remeh.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Aaron-Wooi Yik mampu menjaga performa dan konsistensi hingga 2028. Dengan usia yang semakin matang, mereka harus mampu bersaing dengan pasangan-pasangan muda dari China, Indonesia, dan Korea. Namun, dengan dukungan penuh BAM dan tekad yang sudah bulat, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi salah satu kekuatan dominan di ganda putra dunia.



