Beau Greaves Gagal Ciptakan Sejarah di European Tour, Kalah Tipis dari Rob Cross
Baca dalam 60 detik
- Pemain darts putri asal Inggris, Beau Greaves, harus mengakui keunggulan Rob Cross 5-6 pada debutnya di Hungarian Darts Trophy, Jumat (22/9).
- Kekalahan ini menegaskan potensi besar Greaves, yang sebelumnya menjadi wanita pertama yang memenangkan gelar peringkat PDC pada April lalu.
- Dengan turnamen yang masih berlangsung, fokus kini beralih ke para unggulan seperti Luke Humphries dan Michael van Gerwen yang akan tampil di babak kedua.

Beau Greaves, pelempar panah putri berusia 22 tahun, nyaris mencatatkan namanya dalam buku sejarah darts dunia. Pada debutnya di European Tour, Hungarian Darts Trophy di Budapest, Jumat (22/9) malam WIB, ia harus mengakui keunggulan Rob Cross dengan skor tipis 5-6. Kekalahan ini terasa pahit karena Greaves sempat unggul 5-4 dan hanya butuh satu leg lagi untuk menjadi wanita pertama yang memenangkan pertandingan di ajang European Tour.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Cross, yang merupakan mantan juara dunia asal Inggris, memenangkan leg pembuka. Namun Greaves dengan cepat membalas dan memimpin 2-1. Keduanya saling bergantian mencetak leg, menciptakan tensi yang menegangkan di hadapan penonton Hungaria. Saat Greaves unggul 5-4, peluang untuk menciptakan sejarah terbuka lebar. Namun di leg penentu, dengan membutuhkan 70 poin untuk menang, dua kesalahan kecil yang ia buat menjadi titik balik. Cross, yang dikenal tenang di momen krusial, memanfaatkan peluang tersebut dan memastikan kemenangannya.
Kekalahan ini, meski menyakitkan, justru menegaskan kebangkitan luar biasa Greaves di dunia darts profesional. Sebelumnya, pada Februari lalu, ia menjadi wanita pertama yang berhasil melakukan finish sembilan panah (nine-dart finish) di PDC ProTour. Kemudian pada April, ia mencatatkan sejarah lain dengan menjadi wanita pertama yang memenangkan gelar peringkat PDC. Pencapaian-pencapaian ini menunjukkan bahwa Greaves bukan sekadar peserta, melainkan pesaing serius di level tertinggi.
Bagi penggemar darts di Indonesia, fenomena Greaves menjadi sorotan menarik. Meski olahraga ini belum sepopuler bulu tangkis atau sepak bola di tanah air, perkembangan darts profesional global patut dicermati. Kehadiran Greaves membuktikan bahwa gender bukan lagi hambatan untuk berprestasi di olahraga yang didominasi pria. Ini bisa menjadi inspirasi bagi atlet muda Indonesia, terutama perempuan, untuk menembus batas-batas yang selama ini dianggap mustahil.
Turnamen Hungarian Darts Trophy sendiri masih berlangsung. Sejumlah nama besar seperti Luke Humphries dan Michael van Gerwen akan memulai perjuangan mereka di babak kedua. Sementara itu, juara dunia Luke Littler memutuskan untuk tidak tampil di ajang ini. Dengan persaingan yang ketat, siapa yang akan keluar sebagai juara? Mampukah para unggulan mempertahankan dominasi mereka, atau akankah muncul kejutan seperti yang nyaris dilakukan Greaves? Pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



