Baku Tembak di Lampung Utara: DPO Narkoba Tewas, Tiga Polisi Luka
Baca dalam 60 detik
- Seorang buronan kasus narkoba tewas dalam kontak tembak dengan aparat di Kotabumi, Lampung Utara, dini hari tadi.
- Tiga personel kepolisian mengalami luka tembak dan gores, satu di antaranya dirujuk ke rumah sakit di Bandarlampung.
- Polisi menyita revolver rakitan dan amunisi, serta menduga pelaku terhubung dengan jaringan senjata ilegal.

Seorang pria berinisial PHP (30) yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus narkotika tewas dalam baku tembak dengan aparat kepolisian di Lampung Utara, Selasa dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 02.45 WIB di Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi itu juga melukai tiga anggota polisi yang tengah melakukan penindakan.
Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan senjata api. Saat petugas melakukan penyisiran di kawasan tersebut, mereka mendapati adanya kegiatan hiburan musik yang kemudian memicu perlawanan dari PHP.
"Benar, terjadi penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan senjata api di wilayah Lampung Utara. Dalam proses penindakan tersebut terjadi perlawanan menggunakan senjata api sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur," ujar Yuni saat dihubungi dari Bandarlampung.
Kontak tembak ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi aparat dalam memberantas peredaran senjata ilegal di daerah. Tiga polisi yang terluka masing-masing berinisial AA dengan luka tembak di kaki kanan, AAC mengalami luka gores pada pelipis, serta BA yang terkena tembakan di bagian perut. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Handayani Kotabumi, namun BA kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo di Bandarlampung untuk perawatan lebih lanjut.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver berwarna krom dengan gagang cokelat, dua butir amunisi kaliber 9 milimeter, dan tiga selongsong peluru. Temuan ini mengindikasikan adanya praktik perakitan senjata yang masih marak di wilayah tersebut.
Yang menarik, PHP bukan hanya buronan kasus narkoba, tetapi juga diduga terlibat dalam jaringan peredaran senjata api ilegal. Polisi kini mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang lebih luas. "Kami akan mendalami asal-usul senjata api tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat," kata Yuni.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa peredaran senjata ilegal masih menjadi ancaman serius bagi keamanan publik di Indonesia. Meski aparat kerap melakukan razia, praktik perakitan senjata rakitan di daerah-daerah seperti Lampung masih sulit diberantas. Hal ini menuntut koordinasi yang lebih erat antara kepolisian dan masyarakat untuk memutus rantai distribusi.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana jaringan ini menyebar dan apakah ada keterlibatan pihak lain yang belum terungkap. Penyelidikan yang sedang berjalan diharapkan mampu membongkar seluruh mata rantai, sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan serupa.



