Dzeko Kembali ke Bundesliga: Usia 40 Tahun, Schalke Andalkan Insting Gol Sang Legenda
Baca dalam 60 detik
- Edin Dzeko resmi memperpanjang kontrak di Schalke dan siap tampil di Bundesliga musim 2025/26 setelah 15 tahun hiatus.
- Kontribusi Dzeko di lini depan Schalke musim lalu terbukti krusial, dengan torehan 6 gol dan 3 assist yang mengantarkan tim promosi.
- Keputusan Dzeko bertahan di Gelsenkirchen menjadi sinyal ambisi Schalke untuk bersaing di kasta tertinggi, meski tantangan besar menanti.

Setelah penantian panjang selama 15 tahun, 8 bulan, dan 12 hari, Edin Dzeko akhirnya kembali merasakan atmosfer Bundesliga. Striker veteran asal Bosnia itu kini menjadi ujung tombak Schalke 04 yang baru saja promosi ke kasta tertinggi Jerman. Laga pembuka melawan Augsburg pada akhir pekan ini akan menjadi panggung pembuktian bagi pemain berusia 40 tahun yang masih haus gol.
Keputusan Dzeko bergabung dengan Schalke pada Januari lalu, setelah sebelumnya malang melintang di klub-klub top Eropa seperti Manchester City, Roma, dan Inter Milan, terbukti menjadi langkah cerdas. Meski usianya tak lagi muda, insting golnya tetap tajam. Dalam 11 penampilan di Bundesliga 2 musim lalu, ia berhasil mencetak 6 gol dan 3 assist, menjadi katalisator kebangkitan Schalke yang sempat terpuruk di divisi kedua. Kehadirannya tidak hanya menambah daya gedor, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi skuad muda Schalke.
Peran Dzeko tidak bisa diremehkan. Schalke yang hanya menguasai rata-rata 46 persen penguasaan bola di musim lalu justru sangat diuntungkan dengan kehadiran pemain setinggi 193 cm tersebut. Dzeko menjadi target umpan yang sempurna, meredam tekanan lawan, dan memberikan ruang bagi rekan setimnya yang lebih atletis. Data menunjukkan, ia memenangkan 58 duel udara hanya dalam 11 pertandingan, dengan rata-rata 5,27 duel sukses per laga—lebih baik dari striker Bochum, Philipp Hofmann, yang menjadi pemain terbaik dalam kategori tersebut di Bundesliga 2.
Bagi Schalke, kembalinya Dzeko bukan sekadar nostalgia. Ia adalah simbol ambisi klub untuk segera beradaptasi dengan kerasnya kompetisi Bundesliga. Pelatih Miron Muslic, yang juga berasal dari Bosnia, jelas sangat mengandalkan pengalaman Dzeko untuk membimbing para pemain muda. Apalagi, Dzeko telah membuktikan loyalitasnya dengan menandatangani perpanjangan kontrak satu musim, meski banyak tawaran datang. "Saya sudah mengatakan sejak awal bahwa Schalke seharusnya berada di Bundesliga. Saya ingin membantu klub kembali ke tempatnya," ujarnya dalam wawancara dengan situs resmi klub.
Perjalanan Dzeko di Bundesliga bukanlah hal baru. Pada musim 2008/09, ia berhasil membawa Wolfsburg meraih gelar juara dan menjadi top skor liga pada musim berikutnya. Pengalaman itu menjadi modal berharga bagi Schalke yang kini dihuni banyak pemain muda. Namun, tantangan musim ini jauh lebih berat. Persaingan di Bundesliga semakin ketat dengan kehadiran pelatih-pelatih top seperti Vincent Kompany di Bayern Munich. Meski begitu, Dzeko optimistis. "Saya masih punya passion dan lapar akan gol. Saya yakin bisa memberikan kontribusi bagi tim," tegasnya.
Kekuatan kandang Schalke di Veltins-Arena menjadi senjata andalan. Musim lalu, mereka hanya kalah sekali di kandang sendiri. Atmosfer suporter yang fanatik sering kali menjadi intimidasi bagi tim tamu. Dzeko pun mengingatkan bahwa tim promosi seperti Schalke harus sabar dan disiplin, terutama saat menghadapi tim-tim besar. "Kami harus banyak bersabar, tapi saya yakin kami siap," katanya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Dzeko menjadi inspirasi bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya di level tertinggi. Fenomena pemain senior yang masih dominan seperti Dzeko, Cristiano Ronaldo, atau Lionel Messi menunjukkan bahwa profesionalisme dan perawatan fisik yang baik mampu memperpanjang karier. Di tengah gempuran pemain muda, kehadiran sosok senior seperti Dzeko justru menjadi penyeimbang yang berharga.
Musim ini akan menjadi ujian sejauh mana Schalke mampu bersaing. Dengan Dzeko di lini depan, mereka memiliki modal berharga. Pertanyaannya, bisakah Dzeko mengulang kesuksesan seperti saat membawa Wolfsburg juara? Atau justru Schalke akan menjadi pelajaran berharga bagi karier panjangnya? Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan kisah sang legenda di Bundesliga.



