Bayer Leverkusen Targetkan Kembali ke Empat Besar Bundesliga di Musim 2026/27
Baca dalam 60 detik
- Leverkusen menunjuk Carles Martínez sebagai pelatih baru dan merekrut sejumlah pemain potensial untuk membangun ulang skuad.
- Hasil pramusim impresif, termasuk kemenangan atas Newcastle United dan Sevilla, menandakan awal yang positif di bawah arahan Martínez.
- Kapten tim beralih ke Edmond Tapsoba, dengan Patrik Schick sebagai wakil, menandai era baru kepemimpinan di klub.

Bayer Leverkusen membuka lembaran baru pada musim 2026/27 dengan ambisi besar untuk kembali bersaing di papan atas Bundesliga. Setelah finis di peringkat keenam musim lalu, klub menunjuk pelatih asal Spanyol, Carles Martínez, dan mendatangkan sejumlah pemain muda berbakat untuk membangun skuad yang lebih kompetitif. Pertanyaan besarnya: mampukah mereka menembus empat besar dan merebut tiket Liga Champions?
Martínez, yang dikenal dengan gaya bermain intens dan positif, menekankan pentingnya nilai kebersamaan dan peningkatan individu. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa ia bukan tipe pelatih yang menjanjikan gaya bermain tertentu, melainkan lebih fokus pada kemampuan tim untuk bersaing dan memenangkan pertandingan. Pendekatan ini tampaknya mulai membuahkan hasil, terlihat dari rentetan hasil positif di pramusim, termasuk kemenangan meyakinkan atas Newcastle United, Sevilla, dan Genk.
Salah satu rekrutan yang paling menonjol adalah Miguel Gutiérrez, bek kiri yang didatangkan dari Napoli. Pemain asal Spanyol ini diharapkan dapat mengisi posisi yang ditinggalkan Alejandro Grimaldo, yang hengkang pada musim panas ini. Gutiérrez menunjukkan kualitas distribusi bola yang sangat baik di Serie A musim lalu, dengan akurasi umpan mencapai 88 persen. Kemampuannya bermain di beberapa posisi, baik sebagai bek kiri maupun winger menyerang, memberikan fleksibilitas taktis bagi Martínez.
Selain Gutiérrez, perhatian juga tertuju pada Ibrahim Maza, gelandang serang berusia 20 tahun asal Aljazair. Maza menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah Leverkusen musim lalu, dengan mencatatkan 28 penampilan di Bundesliga dan total 16 penampilan di DFB-Pokal serta Liga Champions. Gol spektakulernya dari jarak jauh pada menit pertama dalam laga persahabatan melawan Newcastle United menjadi sinyal bahwa ia siap tampil menonjol musim ini.
Pergantian kepemimpinan juga menjadi sorotan. Ban kapten kini dipegang oleh bek tengah Edmond Tapsoba, menggantikan Robert Andrich. Patrik Schick, striker tajam, ditunjuk sebagai wakil kapten. Kombinasi antara pemain senior dan talenta muda seperti Kennet Eichhorn, Afonso Moreira, Christian Kofane, dan Ernest Poku akan menjadi kunci kesuksesan Leverkusen. Jika harmoni ini terjalin, bukan tidak mungkin Leverkusen melampaui ekspektasi dan kembali bersaing di papan atas.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, perkembangan Leverkusen menarik untuk diikuti. Klub ini memiliki basis penggemar yang cukup besar di Asia Tenggara, dan gaya bermain menyerang yang diusung Martínez bisa menjadi hiburan yang menarik. Selain itu, kehadiran pemain muda seperti Maza yang berpotensi menjadi bintang bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda Indonesia yang bercita-cita berkarier di Eropa.
Langkah awal Leverkusen di Bundesliga akan diuji dengan tiga pertandingan pertama yang cukup menantang: tandang ke Elversberg, menjamu Union Berlin, dan bertandang ke Augsburg. Hasil dari laga-laga ini akan menjadi indikator awal sejauh mana kesiapan tim asuhan Martínez. Apakah mereka mampu langsung tancap gas atau justru butuh waktu untuk beradaptasi? Semua mata akan tertuju pada BayArena.
Dengan skuad yang diperkuat pemain berpengalaman dan talenta muda, Leverkusen memiliki modal yang menjanjikan. Namun, persaingan di Bundesliga semakin ketat, dengan tim-tim seperti Bayern Munich, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig yang juga berambisi merebut gelar. Pertanyaannya, apakah Leverkusen bisa konsisten dan menjaga performa sepanjang musim? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi optimisme jelas terlihat di kubu Werkself.



