Jari Hampir Putus di Dapur MasterChef, Bintang Coronation Street Tetap Lanjut Berlaga
Baca dalam 60 detik
- Aktris Sue Cleaver mengalami luka cukup serius saat mengiris salad dengan pisau Jepang di Celebrity MasterChef, namun tim medis BBC sigap menanganinya.
- Momen 'hampir putus jari' itu menjadi sorotan di tengah transformasi besar acara setelah pemecatan Gregg Wallace dan John Torode menyusul investigasi perilaku.
- Kehadiran Cleaver dan kontestan lain di babak final heat diprediksi mengerek rating, sekaligus menguji format baru dengan juri pengganti yang lebih tegas.

Jari telunjuk kanan Sue Cleaver nyaris terpotong saat ia bertugas memotong sayuran di dapur Celebrity MasterChef. Insiden yang terjadi hanya 30 menit setelah tantangan dimulai itu sontak membuat panik kru produksi, hingga tim medis BBC harus turun tangan memberikan perawatan darurat.
Aktris yang dikenal luas sebagai Eileen Grimshaw di sinetron Coronation Street sejak 2000 hingga 2025 itu mengaku menggunakan pisau Jepang tajam yang dibelikan putranya khusus untuk ajang memasak tersebut. "Saya hampir memotong jari saya, dan ini baru hari pertama," ujarnya, seperti dilaporkan The Sun. Meski lukanya cukup dalam, Cleaver memilih melanjutkan kompetisi setelah kondisinya dinyatakan stabil.
Giorgio Locatelli, juri sekaligus koki berbintang Michelin, langsung mengingatkan bahwa pisau jenis itu memang sangat tajam dan butuh kehati-hatian ekstra. Sementara itu, Grace Dent, juri lain yang juga kritikus kuliner, mengaku antusias berada satu ruangan dengan Cleaver. "Saya penggemar berat Corrie. Ini seperti bertemu Ratu!" katanya.
Kejadian ini mewarnai babak final heat yang dijadwalkan tayang 1 September. Cleaver akan bersaing dengan penyanyi The Saturdays, Una Healy; bintang I'm A Celebrity 2024, Melvin Odoom; semifinalis Strictly Come Dancing 2018, Lauren Steadman; serta komedian YouTube Max Fosh. Persaingan diprediksi ketat, mengingat semua peserta memiliki basis penggemar masing-masing.
Di balik layar, Celebrity MasterChef tengah memasuki era baru setelah BBC memecat Gregg Wallace dan John Torode pada Juli 2025. John diberhentikan setelah laporan Lewis Silkin menguatkan tuduhan penggunaan istilah rasis yang sangat ofensifโsesuatu yang ia bantah dan klaim tidak pernah ia ucapkan. Sementara Gregg menghadapi 83 tuduhan pelecehan di tempat kerja, 45 di antaranya terbukti, termasuk kontak fisik yang tidak diinginkan.
Gregg sendiri telah menyampaikan permintaan maaf, mengaku "sangat menyesal atas segala kesusahan yang ditimbulkan" dan menegaskan tidak pernah berniat menyakiti atau mempermalukan siapa pun. Namun, reputasi acara ini sempat tercoreng, dan BBC bergerak cepat melakukan perombakan besar-besaran.
Di tengah transisi tersebut, Giorgio Locatelli mengaku tampil lebih tegas sebagai juri. Dalam wawancaranya di podcast Table Manners, ia menyebut dirinya "polisi yang buruk"โketat dalam hal kebersihan dan organisasi. "Kami bekerja dengan selebritas, berbeda dengan orang yang bercita-cita menjadi koki, tetapi Anda benar-benar bisa melihat perkembangan mereka," jelasnya. Ia juga mencatat perbedaan menarik: para atlet cenderung tepat waktu karena hidup mereka diatur oleh waktu, sementara pekerja seni lebih mengandalkan kreativitas.
Bagi pemirsa Indonesia, Celebrity MasterChef bukan sekadar tontonan kuliner. Acara ini kerap menjadi barometer bagaimana industri hiburan global menangani isu etika dan profesionalisme. Kasus pemecatan Wallace dan Torode menjadi pengingat bahwa lingkungan kerja yang aman adalah prioritas, bahkan di industri kreatif sekalipun. Di sisi lain, dedikasi Cleaver yang memilih melanjutkan kompetisi setelah cedera bisa menjadi inspirasi tentang ketangguhan mental di bawah tekanan.
Dengan format baru dan juri yang lebih vokal, pertanyaannya kini: akankah Celebrity MasterChef mampu mempertahankan pamor di tengah perubahan besar ini? Atau justru kontroversi yang akan terus menghantui? Yang jelas, musim ini menjadi ujian nyata bagi BBC untuk membuktikan bahwa acara ini bisa berjalan tanpa bayang-bayang skandal masa lalu.



