Tujuh Wajah Baru di Skuad Irlandia untuk WXV: Bukti Regenerasi Rugbi Putri
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Irlandia, Scott Bemand, memanggil tujuh pemain tanpa caps untuk WXV, mayoritas dari kejuaraan antarprovinsi.
- Langkah ini menegaskan kedalaman skuad Irlandia menjelang laga melawan AS, Jepang, dan Afrika Selatan.
- Keputusan ini bisa menjadi preseden bagi negara lain, termasuk Indonesia, untuk lebih percaya pada kompetisi domestik.

Pelatih tim rugbi putri Irlandia, Scott Bemand, mengambil langkah berani dengan memasukkan tujuh pemain yang belum pernah tampil di level internasional ke dalam skuad untuk ajang WXV Global Series. Keputusan ini diumumkan setelah performa impresif para pemain tersebut di Kejuaraan Antarprovinsi, yang menurut Bemand menjadi bukti nyata kualitas regenerasi pemain di negaranya.
Para pendatang baru itu terdiri dari empat pemain depan—Jemima Adams Verling, Sophie Barrett, Beth Buttimer, dan Kate Jordan—serta tiga pemain belakang, yaitu Caitriona Finn, Lucia Linn, dan Alana McInerney. Mereka akan bersaing memperebutkan tempat dalam laga uji coba yang dijadwalkan bulan depan, saat Irlandia menjamu Amerika Serikat dan Jepang di kandang sendiri, sebelum bertandang ke Afrika Selatan untuk dua pertandingan pada bulan Oktober.
Yang menarik, tiga dari tujuh pemain tersebut—Buttimer, Finn, dan McInerney—berasal dari Munster, yang juga tampil dominan di Kejuaraan Antarprovinsi dengan catatan tiga kemenangan beruntun. Sementara itu, Adams Verling dari Connacht dan Barrett dari Ulster juga sempat masuk dalam skuad luas Six Nations tahun ini. Namun, Jordan dan Linn baru pertama kali mendapat panggilan, menandakan bahwa kompetisi domestik benar-benar menjadi jalur utama bagi pemain muda untuk menembus tim nasional.
Bemand tidak ragu memberikan apresiasi terhadap kontribusi kompetisi antarprovinsi. Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya memunculkan bakat-bakat baru, tetapi juga memberi kesempatan bagi para pemain untuk menguji kemampuan mereka di level yang lebih tinggi. "Ini adalah peluang emas bagi mereka untuk menantang diri sendiri, membawa kekuatan masing-masing, dan membantu meningkatkan standar tim," ujarnya.
Selain pemain lokal, Bemand juga memanggil delapan pemain yang bermain di klub-klub Inggris, seperti Gloucester Hartpury, Sale Sharks, dan Exeter Chiefs. Namun, ada satu nama yang absen dari daftar 36 pemain, yaitu Nancy McGillivray, rekan setim Cliodhna Moloney-MacDonald dan Dorothy Wall di Exeter. Keputusan ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang seleksi, tetapi Bemand menegaskan bahwa semua pemain yang dipanggil layak mendapat kesempatan.
Bagi Indonesia, langkah Irlandia ini menjadi pelajaran berharga. Negara dengan tradisi rugbi yang kuat pun masih mengandalkan kompetisi domestik untuk menemukan bakat-bakat baru. Di Indonesia, rugbi putri masih berkembang, dan turnamen seperti Piala Rugbi Putri Indonesia bisa menjadi wadah serupa untuk memunculkan pemain-pemain potensial yang siap bersaing di level Asia Tenggara.
Dengan semakin dekatnya putaran final WXV, Irlandia tampaknya serius ingin menunjukkan taringnya di kancah internasional. Pertanyaan besarnya, apakah para pemain baru ini mampu langsung beradaptasi dan memberikan dampak signifikan? Atau justru menjadi investasi jangka panjang untuk Piala Dunia Rugbi Putri 2025? Yang jelas, keputusan Bemand ini patut diapresiasi sebagai upaya membangun kedalaman skuad yang berkelanjutan.



