Bayern Munich Kalahkan Dortmund 2-1, Rebut Piala Super Jerman ke-12
Baca dalam 60 detik
- Michael Olise menjadi bintang kemenangan Bayern Munich atas Borussia Dortmund dengan satu gol dan satu assist.
- Dortmund sempat memperkecil ketertinggalan lewat Fabio Silva, tetapi kartu merah Ramy Bensebaini memupus harapan tuan rumah.
- Kemenangan ini menegaskan dominasi Bayern di pramusim dan memberi sinyal kuat untuk Bundesliga musim 2025/2026.

Bayern Munich memastikan gelar juara Piala Super Jerman (Franz Beckenbauer Supercup) ke-12 dalam sejarah klub setelah menaklukkan Borussia Dortmund 2-1 di Signal Iduna Park, Sabtu (16/8/2025) malam WIB. Kemenangan ini tidak lepas dari performa impresif Michael Olise yang mencetak satu gol dan satu assist, sekaligus menegaskan status Bayern sebagai kandidat terkuat juara Bundesliga musim depan.
Sejak menit awal, Bayern langsung mengambil inisiatif serangan. Anak asuh Vincent Kompany tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 64 persen pada babak pertama, dan melepaskan delapan tembakan berbanding nol milik Dortmund. Nathaniel Brown, rekrutan anyar yang ditempatkan sebagai gelandang serang, menjadi sorotan setelah mencetak gol debutnya pada menit ke-28 memanfaatkan assist Olise. Gol ini lahir dari skema serangan balik cepat yang dimulai dari kemelut di kotak penalti Dortmund.
Dortmund sebenarnya sempat mencetak gol melalui Ramy Bensebaini pada menit ke-42, namun dianulir wasit setelah tinjauan VAR karena posisi offside. Petaka bagi tuan rumah semakin lengkap ketika Olise menggandakan keunggulan Bayern pada masa injury time babak pertama (45+1). Berawal dari kesalahan Jobe Bellingham di lini tengah, Olise merebut bola dan melepaskan tembakan jarak dekat yang tak mampu dihalau Gregor Kobel. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum, dengan nilai xGoals Bayern 1,73 berbanding 0,15 milik Dortmund.
Memasuki babak kedua, pelatih Dortmund Niko Kovač melakukan sejumlah perubahan untuk mengejar ketertinggalan. Giannis Konstantelias yang masuk menggantikan Samuele Inácio langsung memberi dampak, dan Fabio Silva yang menjadi pemain pengganti sukses memperkecil skor menjadi 1-2 pada menit ke-75. Gol tersebut berawal dari kesalahan Jonathan Tah yang kehilangan bola, kemudian Konstantelias melepaskan umpan kepada Daniel Svensson, yang diteruskan kepada Silva untuk mencetak gol dari jarak dekat. Namun, harapan Dortmund untuk menyamakan kedudukan pupus setelah Bensebaini menerima kartu merah langsung pada menit ke-90 akibat pelanggaran keras terhadap Ismael Saibari.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Bayern menjelang kick-off Bundesliga 2025/2026. Kompany berhasil meramu skuad dengan baik, memadukan pemain senior seperti Harry Kane dan Joshua Kimmich dengan talenta muda seperti Brown dan Olise. Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Kovač untuk memperbaiki organisasi pertahanan Dortmund yang kerap kehilangan fokus pada momen krusial. Bagi pengamat sepak bola Jerman, performa impresif Bayern di laga ini menegaskan bahwa mereka akan menjadi tim yang sulit dikalahkan musim depan, sementara Dortmund harus segera berbenah jika ingin bersaing di papan atas.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini juga menarik untuk disimak karena menjadi ajang pemanasan para pemain bintang sebelum musim resmi dimulai. Dengan kualitas permainan yang ditunjukkan kedua tim, persaingan Bundesliga musim ini diprediksi akan berlangsung ketat, dan Bayern Munich jelas menjadi favorit utama. Pertanyaannya, akankah Dortmund mampu bangkit dan memberikan perlawanan sengit di pertemuan-pertemuan berikutnya?



