Sunderland Bidik Winger Palmeiras, Karier Talbi di Ujung Tanduk
Baca dalam 60 detik
- Sunderland dan Nottingham Forest dikabarkan memantau winger muda Palmeiras, Riquelme Fillipi, sebagai solusi lini serang.
- Rekor gol Fillipi di level junior mengindikasikan potensi besar, meski pengalaman seniornya masih minim.
- Jika transfer terwujud, posisi Chemsdine Talbi di skuad utama Sunderland bisa semakin terpinggirkan.

Sunderland tengah mempertimbangkan langkah konkret untuk memperkuat lini serang mereka pada bursa transfer musim panas ini. Klub asal Inggris tersebut dikabarkan tertarik memboyong winger muda asal Brasil, Riquelme Fillipi, dari Palmeiras. Langkah ini diyakini dapat menjadi solusi atas mandulnya lini depan yang menjadi sorotan sepanjang musim lalu, sekaligus mengancam posisi pemain sayap asal Maroko, Chemsdine Talbi.
Ketajaman menjadi masalah krusial bagi Sunderland sejak promosi ke Premier League. Meski finis di peringkat ketujuh dan berhak tampil di Liga Europa, catatan 42 gol dari 38 pertandingan musim lalu menunjukkan produktivitas yang jauh dari kata ideal. Kekhawatiran itu kian nyata saat mereka hanya mampu menciptakan expected goals (xG) sebesar 0,66 dalam laga pembuka musim 2026/27, yang berakhir dengan kekalahan 1-2 dari Ipswich Town.
Chemsdine Talbi, yang didatangkan dari Club Brugge dengan mahar 18 juta pound sterling musim panas lalu, belum mampu memberikan kontribusi signifikan. Dalam 28 penampilan perdananya di Premier League, pemain berusia 21 tahun itu hanya mencetak empat gol dan satu assist, tanpa menciptakan satu pun peluang emas bagi rekan setimnya. Performa yang kurang meyakinkan ini membuat pelatih Regis Le Bris lebih memilih Nilson Angulo dan Trai Hume sebagai starter di lini sayap, sementara Talbi hanya menjadi pelengkap dari bangku cadangan.
Menurut laporan OnTheMinute, Sunderland dan Nottingham Forest sama-sama memantau situasi Riquelme Fillipi. Palmeiras dikabarkan menolak tawaran 15 juta pound sterling dari Zenit untuk pemain berusia 19 tahun tersebut, mengindikasikan bahwa klub asal Brasil itu mematok harga lebih tinggi. Jika Sunderland serius, mereka harus menyiapkan dana di atas angka tersebut untuk mengamankan tanda tangan pemain yang berposisi sebagai winger kiri maupun kanan ini.
Keputusan untuk mendatangkan Fillipi bukan tanpa risiko. Pengalaman seniornya di Palmeiras masih sangat terbatas, hanya 11 penampilan. Namun, catatan impresifnya di level junior menjadi daya tarik tersendiri. Dalam 80 pertandingan bersama tim U-20, ia berhasil mencetak 30 gol, menunjukkan naluri mencetak gol yang konsisten dari sisi sayap. Bahkan, pada musim 2025, ia membukukan 20 gol dan tiga assist dalam 36 laga, sebuah angka yang sulit diabaikan oleh para pemantau bakat.
Bagi Sunderland, kehadiran pemain seperti Fillipi bisa menjadi jawaban atas kebuntuan lini serang. Namun, langkah ini juga berarti persaingan di posisi sayap akan semakin ketat. Jika Talbi tidak mampu meningkatkan performanya, ia berisiko tergeser ke urutan keempat atau kelima dalam hierarki pemain sayap, di bawah Hume, Angulo, dan Fillipi. Kondisi ini bisa memaksanya mencari menit bermain di tempat lain pada bursa Januari mendatang.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan klub-klub Eropa dalam merekrut pemain muda berbakat dari Amerika Selatan selalu menarik untuk dicermati. Fenomena ini menunjukkan bagaimana klub-klub seperti Sunderland berani mengambil risiko pada pemain muda dengan potensi besar, sebuah pendekatan yang juga relevan bagi pengembangan sepak bola nasional. Dengan semakin banyaknya pemain muda Indonesia yang merumput di liga luar negeri, pelajaran tentang manajemen karier dan adaptasi terhadap tekanan kompetitif menjadi sangat berharga.
Pertanyaan besarnya kini: apakah Sunderland berani mengeluarkan dana lebih dari 15 juta poundsterling untuk pemain yang belum terbukti di level senior? Ataukah mereka akan mencari alternatif lain yang lebih matang? Keputusan ini tidak hanya menentukan masa depan Fillipi, tetapi juga arah kebijakan transfer klub dalam beberapa musim ke depan.



