Di Gregorio Tinggalkan Juventus, Terbang ke Bournemouth untuk Tes Medis
Baca dalam 60 detik
- Kiper Juventus, Michele Di Gregorio, terbang ke Inggris untuk menjalani tes medis dengan Bournemouth, menandai langkah awal kepindahannya ke Premier League.
- Kepindahan ini terjadi setelah musim 2025-26 yang tidak meyakinkan bersama Juventus, yang kini merombak lini kiper dengan mendatangkan Vicario dan Grabara.
- Kesepakatan pinjaman dengan opsi beli senilai โฌ14 juta menunjukkan strategi Bournemouth untuk memperkuat sektor kiper tanpa risiko finansial besar.

Michele Di Gregorio, kiper asal Italia, dilaporkan telah meninggalkan Turin pada Senin pagi untuk terbang ke Inggris guna menjalani tes medis bersama Bournemouth. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa kepindahannya ke klub Premier League tersebut tinggal menunggu waktu.
Kabar ini pertama kali diungkapkan oleh jurnalis transfer kenamaan, Gianluca Di Marzio, melalui akun media sosialnya. Dalam video yang diunggah, Di Gregorio terlihat tiba di Bandara Caselle Turin dan bersiap menaiki penerbangan pribadi menuju Inggris. Bournemouth, yang musim lalu tampil impresif di bawah asuhan Andoni Iraola, tampaknya serius menambah amunisi di sektor kiper.
Di Gregorio bergabung dengan Juventus dua musim lalu, namun performanya pada musim 2025-26 dinilai kurang meyakinkan. Hal ini membuatnya kehilangan tempat di skuad utama Si Nyonya Tua. Manajemen Juventus pun bergerak cepat dengan mendatangkan Guglielmo Vicario dari Tottenham Hotspur dengan status pinjaman, serta menyiapkan Kamil Grabara dari Wolfsburg sebagai kiper masa depan. Sementara itu, Mattia Perin dilaporkan akan bergabung dengan Palermo di Serie B.
Kesepakatan antara Juventus dan Bournemouth dilaporkan berupa pinjaman dengan opsi pembelian senilai โฌ14 juta. Nilai ini menunjukkan bahwa Bournemouth tidak ingin mengambil risiko besar, namun tetap memberikan kesempatan bagi Di Gregorio untuk membuktikan kualitasnya di kompetisi paling ketat di dunia. Bagi Di Gregorio, ini adalah kesempatan emas untuk menghidupkan kembali kariernya setelah masa sulit di Turin.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kepindahan ini menandai akhir dari petualangan Di Gregorio di Serie A, setidaknya untuk saat ini. Di usia 29 tahun, ia masih memiliki banyak pengalaman dan kualitas untuk bersaing di level tertinggi. Namun, persaingan di Bournemouth tidak mudah; ia akan bersaing dengan kiper utama mereka, Neto, yang tampil konsisten musim lalu.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa, termasuk yang tidak sekelas Juventus, terus berbenah. Bagi para penggemar sepak bola Tanah Air, transfer ini juga menjadi pengingat bahwa dinamika pasar transfer Eropa selalu menghadirkan kejutan. Selain itu, kehadiran pemain Italia di Premier League selalu menambah daya tarik kompetisi yang sudah sangat populer di Indonesia.
Jika tes medis berjalan lancar, Di Gregorio akan resmi menjadi pemain Bournemouth dan diharapkan bisa langsung tampil pada laga perdana mereka. Pertanyaannya, mampukah ia merebut posisi utama dan membuktikan bahwa kegagalannya di Juventus hanyalah sebuah kebetulan? Atau justru ia akan menjadi pelengkap skuad yang hanya menghangatkan bangku cadangan? Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan kariernya di Inggris.



