Mantan Bintang Cilik Disney Tuntut Perusahaan atas Dugaan Pelecehan Seksual
Baca dalam 60 detik
- Raquel Lee Bolleau, aktris yang dulu membintangi The Amanda Show, secara resmi menggugat Disney atas dugaan pelecehan seksual yang dialaminya saat syuting film The Poof Point pada 1999.
- Gugatan perdata diajukan di Pengadilan Tinggi Los Angeles, menuding Disney lalai melindungi aktris cilik dan justru menyalahkan korban atas perubahan perilakunya.
- Kasus ini menambah daftar panjang tuntutan hukum terhadap industri hiburan Amerika, sekaligus menjadi pengingat bagi industri kreatif di Indonesia untuk memperketat pengawasan terhadap pekerja anak.

Raquel Lee Bolleau, aktris yang dikenal lewat perannya di serial The Amanda Show, resmi menggugat The Walt Disney Company ke pengadilan. Dalam gugatan perdata yang diajukan Jumat lalu di Pengadilan Tinggi Los Angeles, perempuan 39 tahun itu menuding perusahaan hiburan raksasa tersebut lalai melindungi dirinya dari dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang mantan karyawan Disney saat proses syuting film The Poof Point pada 1999. Saat itu, Bolleau masih berusia 14 tahun.
Menurut dokumen gugatan yang dilaporkan majalah PEOPLE, pelecehan tersebut diduga terjadi berulang kali di Salt Lake City, lokasi syuting, serta di dalam penerbangan kembali ke California. Pelaku, yang disebut sebagai pria paruh baya, disebut-sebut memberikan alkohol kepada Bolleau dan kemudian melakukan tindakan asusila. Yang lebih memprihatinkan, Bolleau mengaku sempat diarahkan untuk "membangun kedekatan" dengan pelaku, bahkan dijauhkan dari walinya selama di lokasi syuting.
Kuasa hukum Bolleau, Douglas Wigdor dan Jane Kim, yang merupakan mantan jaksa federal, menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar tuntutan individu. "Selama dekade terakhir, banyak aktor cilik yang berani bersuara tentang pengalaman mereka menghadapi kekerasan oleh orang dewasa di industri hiburan. Sebagai mantan jaksa, pesan kami sederhana: perilaku ini tidak bisa ditoleransi, dan semua pihak yang terlibat, baik langsung maupun tidak langsung, harus bertanggung jawab," ujar mereka dalam pernyataan resmi.
Gugatan ini juga menyoroti dugaan kelalaian Disney dalam merespons perubahan perilaku Bolleau di lokasi syuting. Bolleau menggambarkan dirinya yang semula dikenal sebagai aktris cilik yang rajin dan berdedikasi, berubah menjadi pucat dan tampak seperti orang mabuk. Ia mengaku tidak ada satu pun pihak Disney yang melakukan investigasi, meskipun sejumlah kru dewasa menyadari perubahan drastis tersebut. Sebaliknya, ia justru dituduh "di luar kendali" dan kehilangan kesempatan bermain di proyek berikutnya.
Kasus Bolleau menjadi bagian dari gelombang tuntutan hukum yang menerpa industri hiburan Amerika, terutama setelah dokumenter Quiet on Set: The Dark Side of Kids TV (2024) mengungkap praktik pelecehan di balik layar acara anak-anak. Bolleau sendiri turut tampil dalam dokumenter tersebut, bersama Drake Bell dan Alexa Nikolas. Langkah hukum ini juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja anak di industri kreatif masih menjadi pekerjaan rumah besar, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di negara lain.
Bagi Indonesia, kasus ini relevan dengan maraknya industri kreatif yang melibatkan anak-anak, seperti sinetron, iklan, dan konten digital. Regulasi ketenagakerjaan di Indonesia sebenarnya sudah mengatur jam kerja dan perlindungan bagi pekerja anak, namun pengawasan di lapangan sering kali lemah. Kasus Bolleau bisa menjadi momentum bagi para orang tua, manajer, dan rumah produksi untuk lebih ketat memastikan keamanan anak-anak di lokasi syuting, termasuk memastikan pendampingan orang tua atau wali selalu hadir.
Ke depan, gugatan ini akan menjadi ujian bagi Disney untuk menunjukkan komitmennya dalam melindungi talenta muda. Pertanyaannya, apakah perusahaan sebesar Disney akan mengubah kebijakan internalnya secara fundamental, atau justru memilih jalur damai di luar pengadilan? Yang jelas, kasus ini membuka kembali diskusi tentang akuntabilitas industri hiburan global dalam menjaga lingkungan kerja yang aman bagi semua orang, terutama mereka yang paling rentan.



