Sonova Rilis Platform AI Real-Time untuk Dominasi Pasar Alat Bantu Dengar Global
Baca dalam 60 detik
- Sonova meluncurkan platform ketiga dengan AI real-time untuk memisahkan suara dari kebisingan, menargetkan pengguna baru dan penggantian alat.
- Peluncuran ini menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan jangka menengah yang sempat diragukan investor pada Maret lalu.
- Fokus ekspansi ke Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, sejalan dengan tren populasi menua yang meningkatkan permintaan alat bantu dengar.

Sonova, raksasa alat bantu dengar asal Swiss, resmi meluncurkan platform ketiga yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) real-time pada Senin (24/8). Langkah ini menjadi upaya terbaru perusahaan untuk memperkuat posisinya di tengah persaingan pasar yang mengandalkan inovasi teknologi untuk memperpendek siklus penggantian alat dan menarik pengguna pertama kali.
Platform terbaru yang diberi nama Phonak EON ini hadir dengan desain lebih kecil dan ringan, serta dilengkapi AI canggih yang mampu membuat ucapan dua kali lebih mudah dipahami dengan upaya mendengar yang lebih rendah. Anders Rosengren, kepala riset dan pengembangan Sonova, menyatakan bahwa teknologi ini merupakan lompatan signifikan dari generasi sebelumnya.
Sonova tercatat sebagai perusahaan pertama yang memperkenalkan alat bantu dengar dengan AI real-time untuk memisahkan suara dari kebisingan latar pada 2024. Kini, dengan EON, perusahaan berharap dapat memperkuat daya saingnya di pasar yang terus berkembang, terutama di kawasan Asia-Pasifik dan Amerika Latin.
Peluncuran ini tidak hanya soal produk, tetapi juga strategi jangka panjang. Platform EON dinilai menjadi faktor penting bagi Sonova untuk mencapai target pertumbuhan jangka menengah yang sempat disambut skeptis oleh investor pada Maret lalu. Oliver Lux, presiden Sonova untuk wilayah EMEA dan Amerika Latin, optimistis adopsi EON akan berjalan cepat, baik di kalangan pengguna yang mengganti alat lama maupun pengguna baru.
Meski detail harga tidak diungkap, Lux menegaskan bahwa EON dirancang untuk mendukung posisi premium Sonova di pasar. Peluncuran di AS pada Senin akan diikuti oleh Australia dan sejumlah pasar Eropa utamaโJerman, Prancis, Italia, dan Inggrisโpada pertengahan September, sebelum dilakukan peluncuran global yang lebih luas.
Di bawah kepemimpinan CEO Eric Bernard yang menjabat sejak September lalu, Sonova semakin menonjolkan Asia-Pasifik sebagai wilayah pertumbuhan kunci. Perusahaan berupaya meningkatkan volume penjualan dan memperkuat kehadirannya di pasar yang tumbuh cepat, didorong oleh populasi yang menua. Bagi Indonesia, tren ini relevan mengingat meningkatnya kesadaran akan kesehatan pendengaran di tengah pertumbuhan kelas menengah.
Para analis menilai bahwa inovasi seperti EON dapat mendorong adopsi alat bantu dengar di negara berkembang, termasuk Indonesia, di mana akses terhadap teknologi kesehatan masih terbatas. Namun, harga premium menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, dengan populasi lansia yang terus bertambah, permintaan diprediksi meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Sonova dapat mempertahankan keunggulan inovasinya di tengah persaingan ketat dari pemain lain seperti Demant dan WS Audiology. Dengan strategi fokus pada AI dan ekspansi pasar, Sonova tampaknya siap menghadapi tantangan tersebut, namun keberhasilan jangka panjang akan bergantung pada kemampuan perusahaan untuk menyeimbangkan inovasi dengan keterjangkauan harga di pasar berkembang.



