Harry Kane Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Jerman 2026, Bayern Munchen Sapu Bersih Penghargaan
Baca dalam 60 detik
- Kane mengungguli rekan setimnya, Michael Olise, dengan perolehan 272 suara dari jurnalis olahraga Jerman.
- Kemenangan ini melengkapi koleksi pribadinya setelah meraih Sepatu Emas Eropa dan Piala Super Franz Beckenbauer.
- Vincent Kompany dan Giulia Gwinn juga meraih penghargaan, menjadikan Bayern Munchen klub pertama yang mendominasi kategori pria dan wanita.

Harry Kane kembali menambah koleksi trofi individunya. Striker andalan Bayern Munchen itu resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Jerman 2026 dalam pemungutan suara yang digelar majalah kicker. Dengan perolehan 272 dari 659 suara anggota Asosiasi Jurnalis Olahraga Jerman (VDS), pemain berusia 33 tahun itu unggul telak atas rekan setimnya, Michael Olise, yang hanya mengumpulkan 203 suara.
Penghargaan ini menjadi yang pertama bagi Kane sepanjang kariernya di Jerman, sekaligus menggeser Florian Wirtz yang memegang gelar tersebut pada 2025. Bagi Bayern, ini bukan sekadar kemenangan individu. Pelatih Vincent Kompany juga dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik dengan 314 suara, jauh meninggalkan Julian Schuster yang meraih 87 suara. Sementara itu, kapten tim putri Bayern, Giulia Gwinn, memenangkan kategori Pemain Terbaik Wanita, menjadikan klub asal Munich ini yang pertama dalam sejarah memiliki pemenang di kedua kategori sekaligus.
Kane memang sedang dalam performa puncak. Sebelumnya, ia telah meraih Sepatu Emas Eropa sebagai pencetak gol terbanyak musim 2025/26 dengan 36 gol di Bundesliga. Tak berhenti di situ, ia juga membawa Bayern menjuarai Piala Super Franz Beckenbauer 2026 setelah mengalahkan Borussia Dortmund 2-1, meski gagal mencetak gol dalam laga tersebut. Direktur Olahraga Bayern, Max Eberl, mengaku kesulitan mencari kata-kata untuk menggambarkan konsistensi Kane. "Dia sudah menjadi Pemain Terbaik Inggris, kini juga di Jerman. Di mana pun dia berada, kesuksesan selalu mengikuti," ujarnya.
Kemenangan Kompany pun tak lepas dari pencapaiannya membawa Bayern meraih double winner musim lalu, yakni juara Bundesliga dan DFB Pokal. Selain itu, gaya kepemimpinannya yang dianggap empatik dan mudah diterima publik dinilai memberi dampak lebih luas, termasuk dalam isu-isu sosial seperti rasisme di sepak bola. Sementara itu, keberhasilan Giulia Gwinn melengkapi dominasi Bayern di ajang ini. Presiden Bayern, Herbert Hainer, menyebut pencapaian tersebut sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dominasi Bayern ini menegaskan kualitas kompetisi Bundesliga yang kerap menjadi rujukan pengembangan pemain muda. Banyak pemain Asia Tenggara, termasuk dari Indonesia, yang menjadikan liga ini sebagai batu loncatan karier. Kehadiran pelatih-pelatih Eropa di Liga Indonesia juga kerap mengadopsi metode yang serupa dengan yang diterapkan Kompany, yang menekankan pendekatan humanis di luar taktik murni.
Penghargaan ini akan diserahkan pada Jumat mendatang dalam laga pembuka Bundesliga antara Bayern melawan Stuttgart di Allianz Arena. Sejak pertama kali digelar pada 1960, Franz Beckenbauer menjadi pemain dengan koleksi terbanyak (4 kali), sementara Jรผrgen Klopp dan Felix Magath memimpin kategori pelatih dengan masing-masing tiga gelar. Pertanyaannya, mampukah Kane mempertahankan konsistensinya dan menyamai rekor legenda Bayern tersebut? Atau justru Olise yang akan bangkit musim depan?



