Perpustakaan Alam Pertama di AS: Pinjam Tenda hingga Teleskop, Gratis
Baca dalam 60 detik
- Anythink Libraries membuka Nature Library di Adams County, Colorado โ fasilitas publik pertama di AS yang meminjamkan perlengkapan alam seperti tenda, kamera satwa, dan teropong night-vision secara cuma-cuma.
- Dengan 850 'try it kit' dan bangunan berpanel surya 370 unit, perpustakaan ini menyasar warga yang selama ini terhalang biaya dan akses untuk menjelajah alam bebas.
- Model ini berpotensi direplikasi di daerah lain, termasuk Indonesia, sebagai strategi literasi lingkungan yang murah dan berbasis komunitas.

Sebuah perpustakaan umum di Adams County, Colorado, menawarkan sesuatu yang jarang ditemui: bukan hanya buku, melainkan juga tenda, hammock, kamera satwa, hingga teropong night-vision yang bisa dipinjam gratis. Nature Library yang dibuka Agustus lalu oleh Anythink Libraries disebut sebagai fasilitas publik pertama di Amerika Serikat yang secara khusus menjembatani warga dengan alam bebas melalui sistem peminjaman.
Gagasan ini lahir dari keprihatinan Mark Fink, direktur eksekutif Anythink Libraries, yang menilai akses ke alam di kawasan tersebut masih terkendala banyak hal. Menurut dia, warga tidak perlu melakukan ekspedisi tiga hari ke pegunungan untuk bisa menikmati alam. Cukup mengenali burung dan tanaman di halaman sendiri. Perpustakaan ini pun dirancang untuk menurunkan ambang masuk itu.
Dari total 40.000 koleksi, sekitar 850 di antaranya adalah "try it kit" โ paket peralatan tematik yang mencakup alat berkebun, kamera jebakan satwa, mikroskop, hingga perlengkapan hiking. Semua bisa dipinjam anggota tanpa biaya, layaknya meminjam novel. Pendanaan operasionalnya berasal dari pajak properti lokal, bukan dari anggaran federal atau donasi korporasi.
Bangunannya sendiri menjadi pernyataan sikap. Dibangun dari batu lokal, atapnya dipenuhi 370 panel surya, dan sistem geotermal mengatur suhu ruang. Di luar, anak-anak bisa bermain di ladang batu dari tambang setempat, sementara lokakarya gratis digelar rutin untuk melatih kepercayaan diri warga dalam hal birdwatching, berkebun, atau mendaki.
Fink menyebut konteks iklim sebagai salah satu alasan utama. Ia mengamati bahwa di AS, semakin banyak informasi tentang perubahan iklim justru memicu penolakan terhadap validitas studi ilmiah. "Kami ingin membiarkan orang membentuk pandangannya sendiri," ujarnya, seraya menambahkan bahwa menghabiskan 20 menit saja di alam sudah memberi manfaat fisik dan mental. Riset juga menunjukkan orang yang akrab dengan alam lebih terdorong melindunginya.
"Ada banyak hambatan bagi orang untuk mengakses alam di sini. Kami ingin orang belajar tentang burung dan tanaman di halaman mereka sendiri." โ Mark Fink, Direktur Eksekutif Anythink Libraries
Kisah para pengunjung awal memperkuat argumen itu. Seorang spesialis pengiriman farmasi mengajak ibunya yang berusia 88 tahun. Karena ibunya kesulitan mendaki gunung, taman batu di perpustakaan menjadi ruang aman baginya untuk berjalan dengan walker. Sang ibu bahkan terkejut bisa meminjam puzzle kayu dan novel Danielle Steel tanpa biaya. "Mom, ini perpustakaan," katanya.
Pengunjung lain, seorang ilmuwan penulis kurikulum, meminjam paket perencanaan taman penyerbuk dan buku panduan burung. Ia berencana mengganti rumput halaman yang mati akibat musim panas dengan tanaman pendukung penyerbuk. Putrinya, Asha, menghabiskan waktu di ladang batu dan kolam lumpur. "Dia tidak sering menyentuh tanah dalam kesehariannya," ujarnya. Sepulang dari sana, keluarga ini membuat petak lumpur kecil di halaman sendiri.
Seorang fotografer lepas meminjam kamera makro dan perangkat GPS untuk ekspedisi ke Santa Fe Peak. Perangkat GPS itu, katanya, akan berharga 300โ400 dolar AS, sementara kameranya sekitar 500 dolar AS. "Bisa meminjam tanpa membeli itu brilian," ujarnya. Ia juga meminjam pengukur kecepatan angin digital dan mendiskusikannya dengan anaknya, lengkap dengan menonton seri YouTube tentang kincir angin dan penyimpanan energi.
Seorang profesor University of Colorado di Boulder meminjam sensor kebakaran bersama putranya, Miles, yang terobsesi pada tornado, tsunami, dan gempa sejak usia tiga tahun. Meski awalnya mengira alat itu mendeteksi api, sensor tersebut sebenarnya mengukur kelembapan, suhu, serta kecepatan dan arah angin โ indikator risiko kebakaran. Mereka berencana meminjam teropong night-vision untuk mendaki saat senja.
Bagi keluarga pendatang, perpustakaan ini juga menjadi jembatan sosial. Seorang imigran asal Filipina yang telah 10 tahun tinggal di Colorado mengaku baru tahu apa itu Steller's jay setelah meminjam buku panduan. "Karena buku itu, kami membicarakannya โ dan hari ini saya melihatnya," katanya. Ia berharap fasilitas semacam ini membuat pendatang merasa ruang terbuka Colorado juga milik mereka.
Model Anythink ini menawarkan pelajaran bagi daerah lain, termasuk Indonesia, yang menghadapi masalah serupa: biaya peralatan outdoor yang mahal dan akses alam yang timpang. Di banyak kota Indonesia, taman kota dan hutan lindung kerap sepi karena warga tidak punya alat atau pengetahuan dasar. Padahal, riset global menunjukkan kontak rutin dengan alam berkorelasi dengan kesehatan mental yang lebih baik dan perilaku pro-lingkungan.
Pertanyaannya, apakah pemerintah daerah di Indonesia โ dengan anggaran terbatas dan prioritas yang berbeda โ bisa mengadopsi pendekatan serupa? Atau akankah gagasan ini tetap menjadi kemewahan negara maju, sementara akses alam di sini justru semakin tergerus alih fungsi lahan?



