Duel Striker di Signal Iduna Park: Guirassy dan Füllkrug, Dua Nasib yang Bertolak Belakang
Baca dalam 60 detik
- Borussia Dortmund menjamu Werder Bremen pada Jumat dini hari WIB dengan modal empat kemenangan beruntun dan keunggulan dua poin atas Bayern Munich.
- Serhou Guirassy tampil produktif dengan empat gol dan empat assist, sementara Niclas Füllkrug bangkit setelah dua musim lesu bersama West Ham dan AC Milan.
- Füllkrug berpeluang mencetak gol ke gawang Dortmund untuk pertama kalinya sekaligus menorehkan rekor pribadi empat laga beruntun di Bundesliga.

Borussia Dortmund akan menjamu Werder Bremen di Signal Iduna Park pada Jumat dini hari WIB dalam laga pembuka pekan kelima Bundesliga 2026/27. Pertandingan ini menyajikan duel personal antara dua penyerang utama: Serhou Guirassy dan Niclas Füllkrug, yang untuk pertama kalinya kembali ke markas BVB sejak hengkang pada 2024.
Dortmund memasuki laga ini dari posisi yang tidak biasa. Mereka memuncaki klasemen setelah menyapu bersih empat pertandingan awal, unggul dua poin atas Bayern Munich. Sejumlah nama seperti Felix Nmecha dan Fabio Silva mencuri perhatian, tetapi Guirassy bergerak dengan efisiensi yang sudah akrab. Dalam lima laga di semua kompetisi, ia mencetak empat gol — terbanyak di timnya — plus empat assist, dua di antaranya di Bundesliga, sudah menyamai catatan assist-nya di dua musim penuh sebelumnya.
Kemitraannya dengan Silva menjadi kunci. Guirassy menciptakan kedua gol liga Silva musim ini. Penyerang Portugal itu pun mengakui pentingnya kehadiran Guirassy. "Saya bermain lebih baik saat bersamanya. Kami bisa menciptakan ruang untuk satu sama lain, menciptakan lebih banyak peluang, dan punya kehadiran lebih kuat di kotak penalti," ujarnya sebelum jeda internasional.
Statistik menunjukkan Guirassy kini lebih terlibat dalam permainan. Ia memimpin Dortmund dalam hal tembakan (13) dan menciptakan peluang (7) — tertinggi di tim. Padahal, ia sudah mencetak 64 gol dalam 102 laga untuk BVB dan 83 gol dalam 138 pertandingan Bundesliga sepanjang kariernya.
Di sisi lain, Füllkrug sedang menemukan kembali performa terbaiknya setelah dua musim sulit. Penyerang tengah itu pernah menjadi ujung tombak Dortmund, bahkan bermain penuh 90 menit di final Liga Champions 2024 — laga terakhirnya sebelum pindah ke West Ham. Namun, cedera membatasi penampilannya pada 2024/25: hanya 20 laga dan 3 gol. Musim lalu ia hanya mencetak satu gol dalam 29 pertandingan, 20 di antaranya sebagai pemain pinjaman di AC Milan.
Itu adalah tahun-tahun pertama yang kering bagi Füllkrug. Sebelumnya, ia adalah top skor Dortmund dengan 15 gol dalam 43 laga di satu-satunya musimnya. Di masa kedua dari tiga periode di Bremen, ia produktif: meraih Sepatu Emas Bundesliga 2022/23 dengan 16 gol dalam 28 laga, setelah membawa Werder promosi dengan 19 gol di Bundesliga 2.
Di level internasional, Füllkrug juga tajam: 14 gol dalam 24 caps untuk Jerman, termasuk tiga gol di Piala Dunia 2022. Kini, kembali ke lingkungan yang akrab, ia seolah menemukan sentuhan terbaiknya. Selain satu gol di Piala DFB, ia sudah mencetak tiga gol dalam empat laga Bundesliga, membantu Werder mengumpulkan tujuh poin.
Di Signal Iduna Park, Füllkrug punya alasan untuk membuktikan diri. Saat meninggalkan Dortmund, ia mengaku kedatangan Guirassy membuat posisinya tidak nyaman. "Ada berbagai alasan mengapa saya mulai memikirkan transfer. Transfer yang dilakukan BVB bukanlah bentuk kepercayaan terbesar bagi saya," katanya. "Sangat penting bagi saya berada di klub di mana saya memainkan peran sentral, di mana saya penting, dan gaya permainan disesuaikan dengan saya."
Kini, Füllkrug berpeluang mencetak gol ke gawang Dortmund untuk pertama kalinya dalam kariernya, sekaligus mencatatkan rekor pribadi dengan mencetak gol di empat laga Bundesliga beruntun. Guirassy juga tidak kalah lapar untuk membuktikan mengapa BVB merekrutnya dua tahun lalu. Duel ini menjadi pertemuan personal yang layak dinantikan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini bisa menjadi tontonan menarik untuk mengamati bagaimana dua penyerang dengan karakter berbeda — Guirassy yang teknis dan terlibat dalam build-up, Füllkrug yang klasik dan tajam di kotak penalti — saling beradu. Pertanyaannya, akankah Füllkrug membungkam mantan klubnya, atau Guirassy semakin mempertegas statusnya sebagai mesin gol Dortmund?



