Dragon's Dogma 2: Dark Arisen Meluncur 9 Oktober 2026, Tandai Debut Perdana Seri di Nintendo Switch 2
Baca dalam 60 detik
- Capcom resmi mengumumkan ekspansi berbayar Dragon's Dogma 2: Dark Arisen yang akan dirilis pada 9 Oktober 2026 untuk PS5, Xbox Series X|S, PC, dan Nintendo Switch 2.
- Ekspansi ini menawarkan cerita baru di wilayah utara Norgan, 12 tantangan dungeon Lost Rites, sistem relic gear, serta opsi kustomisasi karakter tambahan dengan harga $29,99.
- Kehadiran Dark Arisen di Switch 2 menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya seri Dragon's Dogma hadir di platform Nintendo, berpotensi memperluas basis penggemar di Jepang dan pasar global.

Capcom memastikan ekspansi berbayar Dragon's Dogma 2: Dark Arisen akan meluncur pada 9 Oktober 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, PC via Steam, dan Nintendo Switch 2. Ini menjadi momen penting karena pertama kalinya waralaba action-RPG tersebut menyentuh konsol Nintendo, sekaligus menandai strategi ekspansi Capcom ke ekosistem hybrid yang selama ini didominasi game pihak ketiga.
Bagi pemain yang sudah memiliki Dragon's Dogma 2, Dark Arisen dapat dibeli terpisah dengan harga $29,99. Sementara itu, paket bundel yang menggabungkan game dasar dan ekspansi dibanderol $49,99. Khusus untuk Nintendo Switch 2, hanya tersedia opsi bundel—sebuah keputusan yang menggarisbawahi posisi konsol tersebut sebagai pintu masuk baru bagi pemain yang belum pernah mencoba seri ini.
Dari sisi konten, Dark Arisen mengajak pemain menjelajahi wilayah utara Norgan yang telah lama terbengkalai. Di sana, Arisen berjalin kerja sama dengan seorang perempuan bernama Eir untuk mengungkap misteri Fallen Dragon yang tak kunjung mati. Naga undead tersebut dikabarkan tetap bertarung meski kehilangan anggota tubuh—sebuah mekanisme pertarungan yang menjanjikan tantangan berbeda dari bos-bos sebelumnya.
Selain alur cerita anyar, ekspansi ini menyertakan 12 tantangan dungeon Lost Rites yang menyimpan peralatan langka peninggalan Arisen masa lalu. Pemain dapat mengumpulkan relic dari monster yang dikalahkan, lalu mengapresiasinya menjadi gear dengan skill unik. Pembuat karakter juga diperkaya dengan gaya rambut dan tato baru, memberi ruang personalisasi lebih luas bagi komunitas yang gemar membangun identitas visual.
"Kehadiran Dark Arisen di Switch 2 adalah langkah strategis Capcom untuk menjangkau audiens Nintendo yang selama ini belum tersentuh seri ini," ujar seorang analis industri game yang enggan disebutkan namanya.
Keputusan Capcom merilis Dark Arisen di Switch 2 tidak bisa dilepaskan dari konteks pasar Jepang dan Asia Tenggara. Nintendo Switch 2 diprediksi memiliki basis instalasi besar di kawasan ini, termasuk Indonesia, di mana konsol Nintendo masih menjadi pilihan populer untuk gaming portabel. Bagi gamer Indonesia, bundel $49,99—setara sekitar Rp800 ribuan—menawarkan nilai lebih dibanding membeli terpisah, meski harga tersebut bisa berbeda karena pajak dan kurs.
Dengan total penjualan seri yang telah melampaui 14 juta unit hingga 31 Maret 2026, Dragon's Dogma bukan lagi merek niche. Game dasar yang dirilis Maret 2024 telah membangun fondasi komunitas solid. Ekspansi ini menjadi ujian apakah Capcom mampu mempertahankan momentum, terutama setelah beberapa tahun terakhir diwarnai kritik soal monetisasi dan konten pasca-rilis.
Pertanyaannya kini, akankah Dark Arisen menjadi jembatan bagi pemain Switch 2 untuk masuk ke ekosistem Dragon's Dogma yang lebih luas, atau justru menjadi eksperimen terbatas? Yang jelas, 9 Oktober 2026 akan menjadi penentu arah waralaba ini di panggung konsol hybrid.



