BMW Championship: McIlroy Melesat ke Posisi Kedua, Clark Kokoh di Puncak
Baca dalam 60 detik
- Rory McIlroy mencatat 65 pukulan pada putaran ketiga untuk naik ke posisi kedua bersama Patrick Cantlay, tertinggal lima pukulan dari pemimpin klasemen.
- Wyndham Clark tampil konsisten dengan 65 pukulan, memperlebar jarak menjadi lima pukulan di Bellerive Country Club, meski sempat melakukan double-bogey di hole pertama.
- Persaingan di papan atas semakin ketat dengan delapan pegolf dalam jarak enam pukulan, menjanjikan final yang dramatis pada hari Minggu.

Rory McIlroy kembali menunjukkan taringnya di BMW Championship. Setelah sempat kehilangan posisi puncak pada putaran kedua, pegolf asal Irlandia Utara itu bangkit dengan catatan 65 pukulan pada Sabtu (24/8), mengangkatnya ke posisi kedua bersama Patrick Cantlay. Namun, langkahnya masih terhalang oleh performa gemilang Wyndham Clark yang kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan lima pukulan.
Bermain di Bellerive Country Club, Missouri, McIlroy memulai putaran ketiga dengan tertinggal tiga pukulan dari Clark. Namun, dengan empat birdie di enam hole terakhir, ia berhasil memangkas jarak dan kini mengoleksi total 12 under par. Pukulan 65-nya menjadi salah satu yang terbaik di hari itu, sejajar dengan Clark yang juga mencatat skor sama. Namun, konsistensi Clark sepanjang turnamen membuatnya tetap berada di posisi terdepan dengan total 17 under par.
Clark, yang merupakan juara bertahan AS Terbuka, memulai putaran dengan buruk setelah melakukan double-bogey di hole pertama. Namun, ia segera bangkit dengan dua birdie dan satu eagle di hole kedelapan. Rentetan birdie di hole 10 hingga 14 membuatnya semakin menjauh, meskipun bogey di hole terakhir sedikit mengurangi keunggulannya. Meski begitu, ia tetap unggul lima pukulan atas McIlroy dan Cantlay yang sama-sama mencatat 66 pukulan pada hari itu.
Persaingan di papan atas tidak hanya melibatkan dua nama tersebut. Chris Gotterup dan Gary Woodland, yang bermain di kandang sendiri, berada di posisi 11 under par, disusul Collin Morikawa dengan 10 under par dan Im Sung-jae dari Korea Selatan dengan 9 under par. Sementara itu, Robert MacIntyre dari Skotlandia dan Scottie Scheffler, pegolf nomor satu dunia asal Amerika Serikat, sama-sama mencatat 68 pukulan dan berada di kelompok dengan 15 under par. Aaron Rai dan Matthew Fitzpatrick dari Inggris berada satu pukulan di belakang mereka.
Di sisi lain, dua pegolf senior Inggris, Justin Rose dan Tommy Fleetwood, justru mengalami kemunduran. Rose mencatat 73 pukulan dan kini berada di posisi 1 under par, sementara Fleetwood dengan 74 pukulan berada di 2 over par. Keduanya harus berjuang keras di putaran final untuk memperbaiki posisi.
Bagi penggemar golf di Indonesia, performa McIlroy ini menarik untuk disimak. Meski tidak ada pegolf Asia Tenggara yang berlaga di turnamen ini, persaingan di papan atas memberikan gambaran tentang standar tertinggi golf dunia. Selain itu, dengan semakin dekatnya turnamen mayor berikutnya, konsistensi para pemain top seperti Clark dan McIlroy menjadi indikator penting bagi kekuatan mereka di ajang-ajang besar.
Putaran final yang akan digelar Minggu (25/8) diprediksi berlangsung sengit. McIlroy, yang dikenal dengan kemampuannya tampil agresif di hari terakhir, masih memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan. Namun, Clark yang tampil tenang dan konsisten sepanjang pekan ini jelas tidak akan mudah digoyahkan. Akankah McIlroy mampu melakukan comeback dramatis seperti yang sering ia lakukan sebelumnya, atau Clark akan mempertahankan keunggulannya dan meraih gelar keduanya musim ini? Kita tunggu saja.



