Gol Penalti Menit Akhir Espi Selamatkan Real Madrid di Laga Perdana LaLiga
Baca dalam 60 detik
- Real Madrid menang dramatis 2-1 atas Espanyol berkat gol pemain pengganti Carlo Espi di menit ke-90.
- Kemenangan ini menjadi awal yang menegangkan bagi era baru Jose Mourinho di Santiago Bernabeu.
- Kinerja lini depan yang belum padu menjadi pekerjaan rumah utama Mourinho menjelang laga-laga berikutnya.

Real Madrid nyaris memulai LaLiga dengan kekalahan memalukan, namun gol dramatis Carlo Espi pada menit ke-90 memastikan kemenangan 2-1 atas Espanyol di Stadion Cornellร -El Prat, Sabtu (22/8). Gol tersebut tak hanya menyelamatkan tiga poin, tetapi juga menjadi sinyal bahwa era kepelatihan Jose Mourinho yang kedua di Madrid tidak akan berjalan mulus tanpa kerja keras.
Sejak menit awal, Madrid tampil dominan. Jude Bellingham membuka keunggulan pada menit kesembilan memanfaatkan umpan silang Arda Guler. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Espanyol menyamakan kedudukan pada menit ke-30 melalui Alex Calatrava yang lolos dari penjagaan dan menaklukkan Thibaut Courtois. Gol tersebut berawal dari umpan Javi Hernandez yang menembus lini belakang Madrid.
Sepanjang babak kedua, Mourinho mencoba berbagai strategi untuk memecah kebuntuan. Ia memasukkan pemain baru seperti Marc Cucurella dan Yan Diomande. Namun, peluang emas Federico Valverde yang membentur tiang gawang pada menit ke-78 gagal dimanfaatkan. Hingga akhirnya, Espi yang baru masuk sepuluh menit sebelum laga usai, berhasil mencetak gol kemenangan setelah memanfaatkan bola liar dari kegagalan Kylian Mbappe menguasai bola.
"Saya rasa sulit bagi Espanyol untuk menerima kekalahan ini. Mereka berjuang dan bermain bagus, tetapi saya pikir kami pantas menang," ujar Mourinho dalam konferensi pers usai laga. "Ini kemenangan yang lahir dari jiwa, ketangguhan, dan kekuatan dari bangku cadangan. Saya senang dengan semangat para pemain pengganti."
Kemenangan ini menjadi awal yang tidak ideal bagi Madrid yang musim ini berambisi merebut kembali tahta LaLiga dari Barcelona yang telah menjadi juara dua musim terakhir. Investasi besar di bursa transfer, termasuk mendatangkan Espi dari Levante, menunjukkan keseriusan klub untuk bersaing. Namun, penampilan Mbappe dan Vinicius Junior yang belum padu menjadi perhatian. Keduanya baru kembali dari liburan pasca Piala Dunia dan masih mencari ritme permainan terbaiknya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menunjukkan bahwa persaingan di LaLiga musim ini akan semakin ketat. Real Madrid yang biasanya diunggulkan, kini harus bekerja ekstra keras untuk mengalahkan tim-tim papan bawah sekalipun. Hal ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Indonesia yang seringkali meremehkan lawan di awal musim.
Mourinho sendiri mengakui bahwa timnya belum tampil sempurna. Ia menyoroti kurangnya ketajaman lini depan dan koordinasi antar pemain. "Kami masih perlu banyak berbenah. Ini baru awal, dan saya yakin kami akan semakin baik," tegasnya. Pertandingan berikutnya melawan Real Betis akan menjadi ujian nyata bagi konsistensi permainan Madrid.
Dengan tiga poin di tangan, Madrid untuk sementara berada di papan atas klasemen. Namun, pertanyaan besar muncul: mampukah Mourinho meracik strategi agar timnya tampil konsisten sepanjang musim? Atau akankah ketergantungan pada momen individu seperti yang terjadi di laga ini menjadi bumerang di kemudian hari? Musim masih panjang, dan jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan ke depan.



