Tottenham Krisis, De Zerbi Diminta Beri Panggung untuk Williams-Barnett
Baca dalam 60 detik
- Cedera ACL Xavi Simons membuka celah bagi gelandang muda Tottenham, Luca Williams-Barnett, untuk menembus tim utama.
- Rekor 37 gol dan assist di level U18 serta 15 kontribusi gol di U21 memperkuat klaim bahwa Williams-Barnett siap promosi permanen.
- Jika De Zerbi berani, Williams-Barnett bisa menjadi solusi jangka panjang sekaligus mengancam posisi Simons yang baru pulih awal 2027.

Tottenham Hotspur tengah berada di titik terendah klasemen Premier League, dan absennya Xavi Simons hingga awal 2027 memaksa manajer Roberto De Zerbi mencari opsi baru. Di tengah keterbatasan lini depan, nama Luca Williams-Barnett, gelandang serang berusia 18 tahun, muncul sebagai kandidat kuat untuk mengisi kekosongan di sektor sayap kiri atau nomor 10.
Simons, yang didatangkan dari RB Leipzig musim panas lalu dengan harga sekitar ยฃ52 juta, belum mampu memenuhi ekspektasi. Cedera ACL yang dideritanya dalam kemenangan 1-0 atas Wolverhampton Wanderers pada April lalu memperparah situasi. Ia harus melewatkan Piala Dunia 2026 dan diperkirakan baru kembali merumput pada Februari 2027. Padahal, sebelum cedera, penampilannya bersama Spurs juga belum konsisten: hanya mencetak dua gol di Premier League dari total 11 gol dan assist dalam 41 pertandingan.
Krisis di lini serang semakin terasa karena pemain seperti Omar Marmoush, Dominic Solanke, Mohammed Kudus, dan Savio belum membuka rekening gol di Premier League musim ini. Tottenham saat ini terpuruk di dasar klasemen, dan bayang-bayang degradasi mulai menghantui. De Zerbi butuh gebrakan instan, dan memberi kesempatan kepada pemain muda bisa menjadi jalan keluar.
Williams-Barnett bukan nama asing di akademi Tottenham. Musim ini, ia tampil gemilang dengan mencetak satu gol dan satu assist saat tim U21 mengalahkan Manchester City 4-2, membawa Spurs ke puncak klasemen Premier League 2. Dalam laga itu, ia memimpin dalam hal dribel sukses dan tembakan, menunjukkan naluri menyerang yang mirip dengan Simons. Analis dan pemandu bakat Como, Ben Mattinson, menyebutnya sebagai "salah satu talenta terbaik Inggris di level muda".
"Williams-Barnett adalah talenta luar biasa yang bisa menjadi kunci untuk membuka lini depan Tottenham yang tumpul," ujar Mattinson.
Meski baru mencatat dua penampilan bersama tim senior, termasuk di Carabao Cup melawan Charlton Athletic, promosi permanen untuk Williams-Barnett akan meredam kritik tentang minimnya jalur dari akademi ke tim utama. Dengan Simons yang masih jauh dari pulih, ini adalah momen tepat untuk memberi kepercayaan penuh kepada pemain muda. Jika berhasil, bukan tidak mungkin Williams-Barnett mengambil alih nomor punggung 7 milik Simons dan mempercepat regenerasi di Tottenham.
Keputusan De Zerbi untuk mempromosikan Williams-Barnett bukan tanpa risiko. Namun, dengan tekanan hasil yang semakin besar, langkah berani ini bisa menjadi titik balik. Akankah De Zerbi memberikan kesempatan kepada pemain muda, atau justru bertahan dengan opsi yang ada? Publik Tottenham menanti jawabannya.



