Ticketmaster Tarik Ribuan Tiket Olivia Rodrigo dari Calo, Jual Kembali ke Fans dengan Harga Normal
Baca dalam 60 detik
- Ticketmaster menyita ribuan tiket tur Olivia Rodrigo yang dibeli calo dan menjualnya kembali ke penggemar dengan harga awal.
- Penggemar yang gagal membeli sebelumnya diprioritaskan; periode permintaan berakhir 26 Agustus 2024.
- Langkah ini menegaskan komitmen Ticketmaster memerangi praktik calo yang merugikan konsumen.

Ticketmaster mengambil langkah tegas dengan menarik kembali ribuan tiket konser Olivia Rodrigo yang dibeli oleh calo, kemudian menjualnya lagi kepada penggemar dengan harga normal. Langkah ini diambil untuk memulihkan keadilan setelah gelombang keluhan tentang harga tiket yang melambung tinggi di pasar sekunder.
Dalam pengumuman resminya, Ticketmaster menyatakan bahwa tiket yang ditarik tersebut melanggar aturan penjualan dan kini didistribusikan ulang sesuai harga yang ditetapkan tur. Penggemar yang sebelumnya gagal mendapatkan tiket menjadi prioritas utama dalam program ini. Periode permintaan dibuka hingga Jumat, 26 Agustus 2024, pukul 23.59 waktu Timur, dan Ticketmaster mengimbau para penggemar untuk segera mengirimkan data diri sebelum batas waktu.
Langkah ini merupakan respons atas frustrasi panjang penggemar akibat praktik calo yang memborong tiket lalu menjualnya dengan harga selangit. Melalui unggahan di media sosial, Ticketmaster menjelaskan bahwa tiket yang ditarik adalah pembelian yang melanggar aturan penjualan dan kini dilepas kembali ke penggemar dengan harga asli. Prosedur pengajuan tiket pun diatur ketat: penggemar harus memilih pertunjukan yang diinginkan, memasukkan informasi pembayaran, dan mengirimkan satu permintaan. Ticketmaster dapat menahan sementara USD 1 pada kartu kredit, yang akan dilepas jika permintaan tidak berhasil. Jika terpilih, pembayaran akan dilakukan otomatis setelah periode permintaan ditutup.
Bagi penggemar yang berhasil, mereka akan menerima pembaruan status pada 28 Agustus 2024. Sementara yang tidak terpilih tidak akan menerima email, tetapi dapat memeriksa status melalui halaman "My Request". Aturan ketat juga diberlakukan: setiap penggemar hanya boleh meminta maksimal empat tiket per acara, dengan total maksimal dua acara per negara, atau empat pertunjukan di Amerika Serikat dan Kanada. Hanya satu permintaan per akun yang diizinkan; pengajuan ganda atau penggunaan banyak akun akan berakibat pembatalan. Metode pembayaran harus aktif, karena kartu yang ditolak akan membatalkan permintaan.
Selain tiket yang ditarik, penggemar juga dapat meminta tiket "Silver Star" seharga USD 25 mulai 1 September 2024 pukul 15.00 waktu Timur, sebagai opsi murah bagi mereka yang masih berjuang mendapatkan kursi. Semua tiket yang dilepas melalui program ini dijual dengan harga asli tur, sebuah langkah yang menurut Ticketmaster bertujuan memulihkan keadilan setelah maraknya praktik calo.
Bagi penggemar di Indonesia, berita ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya regulasi penjualan tiket. Maraknya calo di industri hiburan Tanah Air sering kali membuat harga tiket konser melambung tak terkendali. Langkah Ticketmaster ini bisa menjadi contoh bagi penyelenggara konser di Indonesia untuk lebih transparan dan adil dalam distribusi tiket, terutama dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap konser internasional.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah langkah serupa akan diadopsi oleh platform penjualan tiket lain di dunia, termasuk di Indonesia. Dengan semakin maraknya praktik calo yang merugikan konsumen, tekanan untuk menciptakan sistem yang lebih adil akan terus meningkat. Apakah ini awal dari era baru di mana tiket konser benar-benar dapat diakses oleh penggemar sejati, bukan oleh mereka yang hanya mencari keuntungan?



