Bret Michaels Batalkan Tur hingga 2027: Operasi Batu Ginjal Memaksa Istirahat Panjang
Baca dalam 60 detik
- Vokalis Poison, Bret Michaels, menghentikan seluruh aktivitas panggungnya selama beberapa bulan ke depan atas rekomendasi tim medis pasca operasi batu ginjal.
- Keputusan ini muncul setelah ia mencoba tampil di Georgia dan dokter menilai kondisinya belum pulih, dengan risiko komplikasi serius jika memaksakan diri.
- Penundaan tur ini berdampak pada festival dan acara privat yang dijadwalkan tahun ini, dengan target kembali pada 2027.

Bintang rock Poison, Bret Michaels, untuk sementara harus menepi dari panggung. Penyanyi berusia 63 tahun itu memutuskan membatalkan seluruh jadwal tur setelah dokter menilai kondisinya belum cukup pulih pasca operasi batu ginjal. Keputusan ini diumumkan melalui media sosialnya, menegaskan bahwa ia membutuhkan waktu istirahat panjang demi kesembuhan total.
Awalnya, Michaels hanya berencana rehat tiga hingga empat pekan. Ia bahkan sempat tampil di The Bowl at Sugar Hill, Georgia, pada Jumat (21/08/26). Namun, penampilan tersebut justru memicu kekhawatiran tim medis. Dokter dan paramedis yang mendampingi langsung memutuskan bahwa ia harus menghentikan aktivitas panggung lebih lama. Tim dokter, termasuk Dr. Abby Borhan dan Dr. Patel, menyatakan bahwa tubuh Michaels memerlukan periode pemulihan yang lebih panjang, terutama mengingat cuaca panas dan lembap yang dapat memengaruhi kadar gula darahnya.
Masalah kesehatan ini sebenarnya sudah muncul sejak Juni, ketika Michaels terpaksa membatalkan konser di Nashville, Tennessee, karena harus dilarikan ke rumah sakit. Diagnosis kemudian mengungkap adanya batu ginjal obstruktif yang kompleks pada 19 Juli, yang mengharuskannya menjalani operasi. Prosedur tersebut melibatkan pemasangan stent di ureter, yang menurut Dr. Borhan menyebabkan ketidaknyamanan fisik yang signifikan dan peradangan lokal. Stent ini juga berisiko bergeser jika ia melakukan aktivitas fisik berat, yang bisa berujung pada komplikasi serius.
Keputusan untuk menarik diri dari tur ini tentu berdampak besar pada industri musik, terutama bagi para penggemar setia Poison di berbagai negara. Michaels Entertainment Group menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan sejumlah pertunjukan, termasuk The Mountain Music Festival dan berbagai acara privat. Mereka menegaskan bahwa fokus utama adalah kesehatan sang musisi, dan menargetkan kembalinya ia ke panggung pada 2027 dalam kondisi prima.
Kabar ini juga menjadi pengingat pentingnya manajemen kesehatan bagi para musisi yang kerap menjalani tur padat. Bagi penggemar di Indonesia, berita ini mungkin mengecewakan, mengingat banyak yang menantikan aksi panggung energik ala Michaels. Namun, keputusan ini justru menunjukkan profesionalisme dan tanggung jawab sang artis terhadap tubuhnya sendiri. Di tengah budaya kerja keras yang kerap mengabaikan kesehatan, langkah Michaels bisa menjadi contoh bahwa istirahat adalah bagian penting dari produktivitas jangka panjang.
Dalam pernyataannya, Dr. Borhan menekankan bahwa tuntutan tur berintensitas tinggi membuat mustahil untuk menjaga lingkungan steril, jadwal hidrasi ketat, dan manajemen glukosa darah yang diperlukan untuk pemulihan aman. Ia juga menyoroti risiko nyeri hebat, hematuria, dan pergeseran stent jika Michaels memaksakan diri. Dokter menegaskan bahwa larangan tampil ini bersifat mutlak hingga evaluasi ulang dalam tiga hingga empat pekan, namun kenyataannya, keputusan untuk istirahat beberapa bulan menunjukkan bahwa pemulihan mungkin memakan waktu lebih lama dari perkiraan awal.
Pertanyaannya kini, akankah jeda panjang ini memengaruhi karier musik Michaels? Sejarah menunjukkan bahwa banyak musisi mampu bangkit setelah istirahat panjang karena alasan kesehatan. Namun, di usia yang tidak lagi muda, kembalinya ia ke panggung pada 2027 akan menjadi ujian tersendiri. Apakah energi dan intensitas panggungnya akan tetap seperti dulu, atau justru hadir dengan warna baru yang lebih matang? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: kesehatan tetap menjadi prioritas utama.



