Antonelli Kunci Posisi Terdepan di Latihan Bebas GP Belanda, Norris Mengancam
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, mencatat waktu tercepat di sesi latihan pertama GP Belanda, unggul 0,121 detik atas Lando Norris.
- Mesin Honda baru di Aston Martin menunjukkan peningkatan signifikan, memberi harapan bagi Fernando Alonso untuk bertahan di F1.
- Ferrari membawa upgrade lantai baru untuk membalas potensi yang sempat hilang di Hungaria, sementara sejumlah tim menyiapkan paket aerodinamika terbaru.

Putaran pertama Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort langsung memanas. Pebalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, menempatkan dirinya di puncak klasemen waktu pada sesi latihan bebas pertama, mengungguli rival terdekatnya, Lando Norris dari McLaren, dengan selisih tipis 0,121 detik. Kecepatan yang ditunjukkan Antonelli menjadi sinyal awal bahwa persaingan menuju puncak klasemen musim ini akan semakin ketat.
Antonelli, yang kini memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 50 poin atas Lewis Hamilton, tampil konsisten di atas aspal Zandvoort. Rekan setimnya di Mercedes, George Russell, juga tidak mau kalah, hanya tertinggal 0,004 detik di belakang Norris. Sementara itu, Hamilton yang kini membela Ferrari harus puas menempati posisi keempat, terpaut 0,190 detik dari pemuncak. Charles Leclerc dan Oscar Piastri melengkapi posisi enam besar, menunjukkan persaingan ketat antar tim papan atas.
Di luar persaingan para favorit, perhatian tertuju pada performa mesin Honda yang baru digunakan Aston Martin. Fernando Alonso, yang mengakhiri sesi di posisi ke-12, mencatatkan waktu 1,562 detik di belakang pemimpin. Meski belum mampu menembus papan atas, angka tersebut mengindikasikan adanya peningkatan waktu putaran sekitar 0,3 hingga 0,5 detik, sesuai target awal tim. Honda sendiri mengakui masih tertinggal dari mesin terbaik di grid, namun perkembangan ini menjadi angin segar bagi Alonso yang sedang mempertimbangkan masa depannya di Formula 1.
Ferrari datang ke Zandvoort dengan membawa paket upgrade besar, terutama pada lantai mobil. Tim asal Italia itu berharap dapat memaksimalkan potensi yang sempat tampil menjanjikan di Hungaria, namun gagal dieksekusi akibat kesalahan strategi dan operasional. Sementara itu, Alpine hanya memberikan upgrade besar untuk Pierre Gasly, sedangkan McLaren dan Aston Martin membawa pembaruan aerodinamika kecil di area sayap belakang dan depan.
Di sisi lain, Red Bull justru mengalami kesulitan. Max Verstappen, yang biasanya dominan di kandang sendiri, hanya mampu menempati posisi ke-11. Rekan setimnya, Liam Lawson, yang naik dari Racing Bulls menggantikan Isack Hadjar yang cedera pergelangan tangan saat tinju, berada di posisi ke-14. Situasi ini menambah pekerjaan rumah bagi tim asal Austria tersebut untuk bersaing di puncak.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, performa Antonelli yang semakin matang menjadi tontonan menarik. Dengan usia yang baru 19 tahun, ia menunjukkan kematangan di atas lintasan. Namun, apakah ia mampu mempertahankan konsistensi hingga akhir musim? Tekanan dari Norris dan Hamilton yang berpengalaman akan menjadi ujian sesungguhnya. Sisa musim ini akan menjadi panggung bagi Antonelli untuk membuktikan bahwa dirinya layak menjadi juara dunia termuda dalam sejarah F1.



