Mercedes Terapkan Team Order di GP Belanda: Russell Rela Kalah demi Antonelli
Baca dalam 60 detik
- George Russell mengakui keputusan tim untuk memprioritaskan Kimi Antonelli di GP Belanda adalah langkah yang tepat meski awalnya sempat mempertanyakan.
- Antonelli kini unggul 59 poin atas Russell di klasemen, memperkuat posisinya sebagai kandidat juara dunia F1 2026.
- Keputusan ini memicu diskusi tentang dinamika internal Mercedes dan strategi tim dalam perebutan gelar juara.

George Russell membela keputusan Mercedes yang memerintahkan dirinya untuk memberi jalan kepada rekan setim sekaligus rival perebutan gelar, Kimi Antonelli, pada Grand Prix Belanda, Minggu (23/8). Instruksi tim tersebut muncul saat balapan memasuki fase krusial, ketika Antonelli yang berada di posisi kedua mengejar Russell dengan ban lunak yang lebih segar, sementara dua mobil Ferrari mengintai dari belakang.
Keputusan ini diambil setelah periode Virtual Safety Car (VSC) yang menguntungkan sejumlah pembalap yang memilih pit stop, termasuk Antonelli. Russell yang memilih tetap di lintasan justru kehilangan keunggulan ban. Melalui radio tim, Mercedes memerintahkan "inversi" posisi, yang berarti Russell harus membiarkan Antonelli melewatinya. Awalnya, Russell sempat mempertanyakan perintah tersebut, namun akhirnya mematuhinya.
Hasil akhirnya, Antonelli finis kedua di belakang Lando Norris dari McLaren, sementara Russell mengamankan posisi ketiga, menghasilkan podium ganda bagi Mercedes. Usai balapan, kedua pembalap menunjukkan gestur bersahabat, meredakan ketegangan yang sempat muncul. Russell mengakui bahwa keputusan tim adalah yang terbaik, mengingat kecepatan Antonelli yang lebih unggul dengan ban baru.
"Kimi memang berada di depanku, jadi dia pantas finis di depanku. Tentu saja, saat balapan, kita ingin berjuang untuk setiap posisi, tapi dengan kecepatan dan ban baru, dia pasti akan menyalip. Jadi ini keputusan yang tepat dan saya senang bisa naik podium," ujar Russell.
Antonelli pun berterima kasih atas sportivitas Russell. "Saya merasa kami membuat George berada dalam posisi sulit dengan harus membiarkan saya lewat. Namun, pada akhirnya, ini adalah eksekusi tim yang hebat," kata pembalap asal Italia itu. Dengan hasil ini, Antonelli kini unggul 59 poin atas Russell dan Lewis Hamilton dari Ferrari di klasemen sementara.
Bos tim Mercedes, Toto Wolff, membela keputusan tersebut. Menurutnya, perintah tim memang selalu terasa berat bagi pembalap, tetapi tim telah mempersiapkan skenario seperti ini. "Ini bukan keputusan yang sulit karena Kimi berada di posisi kedua yang jelas di depan George sebelum pit stop. Kami hanya mengembalikan urutan yang seharusnya. Kami juga akan melakukan hal yang sama sebaliknya," jelas Wolff.
Keputusan ini memunculkan pertanyaan tentang dinamika internal Mercedes. Dengan Antonelli yang semakin percaya diri dan Russell yang rela berkorban, apakah ini akan menjadi pola yang berkelanjutan? Di satu sisi, tim membutuhkan poin maksimal untuk bersaing di klasemen konstruktor, tetapi di sisi lain, Russell juga berhak memperjuangkan gelar juara dunianya. Musim balap masih panjang, dan keputusan-keputusan seperti ini akan terus menjadi sorotan.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, dinamika ini menambah bumbu persaingan menuju akhir musim. Akankah Russell terus menerima peran sebagai pembalap pendukung, atau akankah ia menuntut kesempatan yang setara? Jawabannya mungkin akan menentukan arah karier keduanya di masa depan.



