Norris: McLaren Belum Punya Mobil untuk Bersaing di Puncak
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan beruntun di Hungaria dan Belanda tak membuat Lando Norris yakin McLaren mampu tampil konsisten di sisa musim.
- Kelemahan mobil pada trek lambat dan drag tinggi menjadi kekhawatiran utama jelang GP Monza dan Baku.
- Mercedes yang stagnan tanpa upgrade sejak Kanada justru menjadi peluang bagi McLaren untuk terus menekan di klasemen.

Lando Norris menegaskan bahwa dirinya dan tim McLaren belum memiliki paket mobil yang cukup untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia, meski berhasil meraih kemenangan kedua secara beruntun pada paruh kedua musim Formula 1. Pernyataan ini muncul setelah pebalap asal Inggris itu menaklukkan Grand Prix Belanda di Zandvoort, akhir pekan lalu, menyusul kemenangan pertamanya musim ini di Hungaria sebulan sebelumnya.
Kemenangan di Zandvoort memang diraih dengan performa mengesankan, tetapi Norris justru menyoroti kelemahan mendasar mobil MCL39 yang menurutnya hanya unggul di tikungan berkecepatan tinggi. "Kami sangat kuat di kecepatan tinggi, tidak ada yang menandingi kami di area itu. Namun, keunggulan mereka (Mercedes) di kecepatan rendah juga luar biasa," ujarnya. Ia menilai kondisi ini membuatnya tidak bisa percaya diri untuk bertarung konsisten hingga akhir musim.
Kekhawatiran Norris bukan tanpa alasan. Dua seri berikutnya, Monza dan Baku, didominasi trek lurus panjang dengan sedikit tikungan cepat. Hal ini akan menghukum mobil McLaren yang memiliki drag lebih tinggi dibandingkan Mercedes, sekaligus membatasi kemampuan untuk mengkompensasi kelemahan di tikungan lambat. Jika performa di dua sirkuit tersebut tidak membaik, peluang McLaren untuk mengejar ketertinggalan 83 poin dari pemuncak klasemen Kimi Antonelli bisa semakin tipis.
Di sisi lain, kebangkitan McLaren musim ini tidak lepas dari stagnasi yang dialami Mercedes. Tim pabrikan Jerman itu belum menghadirkan pembaruan signifikan sejak Kanada, sehingga posisi mereka mulai terkejar oleh McLaren dan Ferrari. Situasi ini memicu pertanyaan di antara tim-tim rival, apalagi upgrade berikutnya baru dijadwalkan pada GP Bahrain, empat seri lagi. Bagi Antonelli, yang juga akan menghadapi penalti grid di GP Italia karena penggantian mesin, keterlambatan upgrade ini jelas menjadi pukulan.
Andrea Stella, prinsipal McLaren, menilai performa Norris saat ini berada di level juara dunia. "Lando terus meningkat dari balapan ke balapan. Kemampuannya membaca kondisi ban dan memanfaatkan situasi trek yang minim grip adalah keunggulan utamanya," kata Stella. Pujian ini muncul setelah Norris mampu memenangi sprint dan balapan utama di Zandvoort dengan strategi yang matang, termasuk pengelolaan ban yang sempurna di stint kedua.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, persaingan musim ini menarik untuk diikuti, terutama dengan hadirnya sirkuit Mandalika dalam kalender MotoGP, bukan F1. Namun, perkembangan performa McLaren dan Mercedes tetap relevan karena banyak sponsor dan penggemar Tanah Air yang mengikuti ajang ini. Jika McLaren mampu tampil kompetitif di Monza, bukan tidak mungkin persaingan gelar akan semakin sengit, mengingat musim masih menyisakan banyak balapan.
Norris sendiri memilih untuk tidak terbawa euforia. "Satu balapan pada satu waktu. Kami masih punya banyak pekerjaan rumah, dan jika ingin bersaing memperebutkan gelar, kami harus terus berkembang," ujarnya. Pertanyaannya, akankah McLaren mampu memperbaiki kelemahan di trek lambat sebelum musim berakhir? Atau justru Mercedes yang akan bangkit dengan upgrade baru mereka? Musim ini masih menyimpan banyak kejutan.



