Usai Didepak dari Strictly, Janette Manrara Sapa Penggemar lewat Panggung Teater London
Baca dalam 60 detik
- Janette Manrara, yang kehilangan posisi pembawa acara It Takes Two, kini bersiap tampil dalam drama panggung Affluenza di London.
- Kepindahan ini menandai pergeseran karier dari presenter TV ke seni peran, seiring perubahan besar di belakang layar Strictly Come Dancing.
- Langkah Manrara menjadi contoh adaptasi artis di tengah industri hiburan yang dinamis, relevan bagi penggemar di Indonesia yang mengikuti perkembangan global.

Setelah didepak dari kursi pembawa acara Strictly Come Dancing: It Takes Two, Janette Manrara langsung mengumumkan pelabuhan baru: panggung teater West End. Penari profesional berusia 42 tahun itu akan membintangi drama komedi gelap berjudul Affluenza, yang digarap oleh Andy Sandberg, di Riverside Studios, London. Pertunjukan perdana dunia ini dijadwalkan berlangsung dari 26 September hingga 21 November mendatang.
Keputusan Manrara ini muncul di tengah gelombang perubahan besar di program dansa legendaris BBC tersebut. Sebelumnya, ia bersama Fleur East kehilangan posisi sebagai host It Takes Two, yang formatnya dirombak menjadi videocast dengan pembawa acara komedian Ellie Taylor. Tak hanya itu, lima penari profesional lain juga dicoret, menandai salah satu perombakan paling masif dalam sejarah acara yang telah tayang lebih dari dua dekade ini.
Dalam unggahan Instagram, Manrara mengungkapkan kegembiraannya bisa mengeksplorasi medium baru. "Saya selalu suka bercerita, baik lewat tarian, gerakan, maupun presentasi. Kini, saya mendapat kesempatan untuk bercerita dengan cara yang benar-benar berbeda, dan ini adalah pembuka percakapan," tulisnya. Ia juga menyebut babak baru ini sebagai tantangan yang dinanti-nantikan.
Affluenza sendiri mengangkat kisah seorang remaja dari keluarga berada yang terlibat kecelakaan mobil dalam keadaan mabuk. Drama ini menyelami bagaimana kekayaan dan hak istimewa dapat memengaruhi moralitas, akuntabilitas, dan sistem peradilan. Manrara akan beradu akting dengan Noah Schnapp (Stranger Things), Rupert Young (Bridgerton), dan Juliet Cowan (Spent).
Kepergian Manrara dari Strictly sebenarnya sudah dikonfirmasi sejak Juni lalu. Dalam sebuah video di YouTube, ia mengakui bahwa Strictly telah berubah besar dan ia tidak lagi menjadi bagian dari It Takes Two maupun acara utamanya. "Strictly sudah menjadi bagian hidup saya selama 14 tahun terakhir. Jadi, ini seperti memasuki dunia baru yang belum pernah saya jelajahi," ujarnya. Ia juga menyebut perubahan ini akan terasa lebih nyata setelah liburannya usai.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi mencerminkan dinamika industri hiburan global yang juga relevan di dalam negeri. Fenomena pemecatan dan perombakan kru acara populer bukan hal asing, seperti yang terjadi pada beberapa program televisi di Indonesia. Keputusan Manrara untuk beralih ke teater menunjukkan bahwa fleksibilitas dan keberanian mengambil peran baru adalah kunci bertahan di industri kreatif.
Di sisi lain, Strictly Come Dancing musim baru akan menampilkan jajaran peserta yang beragam, mulai dari aktor EastEnders Lacey Turner, penyanyi Delta Goodrem, hingga atlet Paralimpiade Dame Sarah Storey. Babak final dijadwalkan pada 19 Desember, dengan para penggemar menantikan siapa yang akan membawa pulang piala Glitterball.
Keputusan Manrara untuk merambah teater bisa menjadi angin segar bagi kariernya, sekaligus membuka peluang bagi artis lain untuk mengeksplorasi bakat di luar zona nyaman. Namun, apakah langkah ini akan bertahan lama atau hanya persinggahan sementara? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Manrara tidak berhenti bergerak.



