Pasangan Dadakan Elvis-Awang Kalahkan Jawara SEA Games di Sukma 2026
Baca dalam 60 detik
- Pasangan asal Sarawak yang baru berlatih bersama di Shah Alam sukses merebut emas loncat indah 3m sinkron putra Sukma 2026.
- Kemenangan ini menghentikan laju peraih emas SEA Games Thailand, Nurqayyum Nazmi-Yong Rui Jie, yang harus puas di posisi kedua.
- Elvis Priestly Clement, 18 tahun, kini mengoleksi dua emas Sukma setelah sebelumnya menang di nomor 10m platform sinkron.

Pasangan dadakan asal Sarawak, Elvis Priestly Clement dan Awang Sharzan Nasaruddin, berhasil menciptakan kejutan di ajang Malaysia Games (Sukma) 2026. Mereka mengungguli pasangan juara bertahan SEA Games, Nurqayyum Nazmi Mohd Nazim dan Yong Rui Jie, pada final loncat indah 3 meter papan sinkron putra yang digelar di Aquatik Selangor, Jumat (21/8).
Meski minim persiapan bersama, Elvis-Awang tampil gemilang dengan mengumpulkan total 333,90 poin. Rangkaian nilai merekaโ41,40; 40,20; 60,30; 59,40; 63,24; dan 69,36โmenunjukkan konsistensi yang mengesankan, terutama pada tiga lompatan terakhir yang menjadi penentu kemenangan. Kekalahan ini sekaligus menggagalkan ambisi Rui Jie untuk meraih emas keduanya setelah sebelumnya menjuarai nomor 3 meter papan tunggal pada Rabu (19/8).
Nurqayyum-Rui Jie, yang merupakan peraih emas SEA Games Thailand pada Desember lalu, harus puas menempati posisi kedua dengan 331,11 poin. Sementara itu, pasangan tuan rumah Selangor, Ikmal Abror Ibrahim dan Haris Mohd Rezal, melengkapi podium dengan 307,89 poin. Hasil ini menjadi bukti bahwa kekuatan pasangan yang baru terbentuk tidak bisa diremehkan, terutama di ajang sebesar Sukma.
Bagi Elvis, kemenangan ini menjadi emas keduanya di Sukma 2026. Sebelumnya, ia bersama Jared Aiden Harold berhasil merebut emas di nomor 10 meter platform sinkron. Dengan dua medali emas di usianya yang baru 18 tahun, Elvis menunjukkan potensi besar sebagai atlet loncat indah masa depan Malaysia, bahkan mungkin Asia Tenggara.
Elvis mengakui bahwa persiapan mereka sangat terbatas. "Kami baru mulai berlatih bersama setelah tiba di Shah Alam. Kami tidak punya banyak waktu, tapi kami bersyukur bisa tampil maksimal," ujarnya. Ia menambahkan, fokus utama mereka adalah menjaga performa sendiri tanpa memikirkan lawan. "Kami tidak memikirkan pasangan lain, hanya berusaha memberikan yang terbaik, terutama pada lompatan terakhir. Kami sangat bersyukur bisa mengalahkan juara SEA Games Thailand," tuturnya.
Kemenangan ini juga menjadi pelajaran penting bagi atlet muda Indonesia yang tengah mempersiapkan diri menuju SEA Games 2027. Di kancah regional, persaingan loncat indah semakin ketat. Malaysia, dengan pembinaan atlet muda seperti Elvis, menunjukkan bahwa regenerasi berjalan efektif. Indonesia perlu mencermati strategi Malaysia dalam membangun pasangan sinkron yang solid meski dengan waktu persiapan singkat.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah pasangan Elvis-Awang akan dipertahankan untuk ajang internasional. Jika mereka mampu menjaga kekompakan dan meningkatkan kualitas lompatan, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi ancaman serius di SEA Games berikutnya. Namun, tantangan terbesar adalah konsistensi dan kemampuan beradaptasi dengan tekanan kompetisi yang lebih tinggi.



