Sarri Soroti Mentalitas Atalanta Usai Ditahan Hapoel Tel Aviv: Terlalu Banyak Berpikir di Lini Serang
Baca dalam 60 detik
- Atalanta gagal memanfaatkan keunggulan kandang, bermain imbang tanpa gol melawan Hapoel Tel Aviv di leg pertama play-off Conference League.
- Pelatih Maurizio Sarri menilai timnya terlalu berhati-hati dalam menyerang, meski mengakui ada sisi positif dari performa tim.
- Hasil ini membuat langkah Atalanta menuju fase grup semakin berat, dengan leg kedua yang akan digelar di kandang lawan.

Atalanta harus puas bermain imbang 0-0 melawan Hapoel Tel Aviv pada leg pertama play-off Conference League di Stadion Gewiss, Kamis (22/8) malam WIB. Hasil ini membuat langkah La Dea menuju fase grup kompetisi kasta ketiga Eropa itu semakin berat, mengingat leg kedua akan digelar di kandang lawan pekan depan.
Pelatih Maurizio Sarri tidak menampik kekecewaannya atas hasil tersebut. Dalam konferensi pers usai laga, ia menilai timnya tampil terlalu berhati-hati di lini serang. "Jika melihat hasilnya, jelas ini tidak positif. Namun, saya cukup puas dengan performa tim secara keseluruhan," ujarnya, seperti dilansir TMW.
Sarri menyoroti kebiasaan anak asuhnya yang kerap berpikir berlebihan saat membangun serangan, sehingga memperlambat tempo permainan. "Kami mencoba mengambil inisiatif dari sisi sayap, tetapi tidak mampu menciptakan peluang berbahaya. Saya melihat banyak hal positif, meski saya sadar ada kesulitan," tambahnya.
Kesulitan yang dimaksud Sarri tidak lepas dari jadwal padat yang dihadapi sejumlah pemainnya. Delapan penggawa Atalanta baru kembali dari Piala Dunia 2026, sehingga kondisi fisik mereka belum sepenuhnya pulih. "Kami berbicara tentang tim yang memiliki delapan pemain di Piala Dunia dan baru kembali belakangan ini. Ada kesulitan, tetapi juga aspek positif," jelas eks pelatih Napoli tersebut.
Selain hasil yang kurang memuaskan, Atalanta juga harus kehilangan bek muda Italia, Giorgio Scalvini, yang ditarik keluar pada menit ke-26 karena cedera pergelangan kaki. "Giorgio mengalami pembengkakan di pergelangan kakinya. Kita lihat besok," kata Sarri. Posisi Scalvini digantikan oleh Thomas Kristensen, rekrutan anyar dari Udinese, yang menjalani debut kompetitifnya. Sarri menilai performa Kristensen cukup baik secara individu, meski masih perlu beradaptasi secara taktis.
Di sisi lain, Sarri juga menyoroti penampilan beberapa pemain kuncinya. Ia mengapresiasi kontribusi Gaetano di lini tengah, namun mengingatkan Ederson agar lebih disiplin. Sementara itu, ia berharap lebih banyak keberanian dari Giacomo Raspadori dan Nicola Zalewski di sisi sayap. "Saya berharap lebih dari mereka berdua, mungkin lebih berani saat membawa bola," ungkapnya.
Hasil imbang ini menjadi perhatian bagi pengamat sepak bola Italia, terutama karena Atalanta dikenal sebagai tim yang agresif di lini depan. Kegagalan mencetak gol di kandang sendiri bisa menjadi bumerang, mengingat Hapoel Tel Aviv akan tampil di hadapan pendukungnya sendiri pada leg kedua. Tekanan kini berada di pundak Sarri untuk merombak strategi serangan agar timnya mampu membalikkan keadaan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, hasil ini juga menarik untuk dicermati, mengingat beberapa pemain diaspora Indonesia seperti Jay Idzes dan Ivar Jenner berkiprah di liga-liga Eropa. Meski tidak terlibat langsung, performa klub-klub Eropa seperti Atalanta kerap menjadi barometer kualitas kompetisi yang dihuni para pemain keturunan Indonesia. Selain itu, gaya bermain Sarri yang menekankan penguasaan bola dan keberanian menyerang bisa menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan sepak bola nasional.
Sarri sendiri enggan berkomentar banyak ketika ditanya mengenai kemungkinan tambahan pemain baru sebelum bursa transfer ditutup pada 1 September. "Direktur olahraga yang harus menjawab. Jika saya menjawab, saya akan tidak menghormati beberapa pemain saya, dan saya tidak ingin melakukan itu," pungkasnya.
Dengan hasil ini, Atalanta harus bekerja keras di leg kedua. Pertanyaannya, akankah Sarri berani mengubah pendekatan taktisnya demi mengejar ketertinggalan agregat? Atau justru Hapoel Tel Aviv yang mampu memanfaatkan situasi dan menciptakan kejutan? Leg kedua akan menjadi ujian sesungguhnya bagi karakter tim asal Bergamo tersebut.



