Panglima TNI Tegaskan Wakil KSAD Pensiun Dini Usai Dilantik Jadi Wamentan
Baca dalam 60 detik
- Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa resmi mengajukan pengunduran diri dari posisi Wakil KSAD setelah dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian.
- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa perpindahan ke jabatan sipil otomatis memicu pensiun dini sesuai regulasi yang berlaku.
- Fokus utama Saleh di Kementerian Pertanian adalah memperkuat kedaulatan pangan, termasuk pembukaan lahan baru dan peningkatan kesejahteraan petani.

Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan bahwa Letnan Jenderal Muhammad Saleh Mustafa akan mengakhiri karier militernya lebih cepat dari jadwal setelah menerima amanah sebagai Wakil Menteri Pertanian. Kepastian ini disampaikan Panglima TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10), menanggapi status jabatan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat yang ditinggalkan Saleh.
Menurut Agus, keputusan tersebut bukanlah hal istimewa, melainkan konsekuensi logis dari perpindahan seorang perwira aktif ke ranah eksekutif. "Kalau ke kementerian kan pensiun dini ya, sesuai aturan begitu," ujar Agus, menggarisbawahi bahwa tidak ada pengecualian bagi prajurit yang beralih ke jabatan politik atau administratif. Ia menambahkan bahwa Saleh akan sepenuhnya tunduk pada ketentuan yang berlaku, termasuk proses administrasi yang menyertainya.
Di sisi lain, Saleh sendiri membenarkan bahwa dirinya telah mengajukan surat pengunduran diri dari posisi Wakil KSAD. Saat ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, ia menyatakan bahwa proses tersebut masih berjalan dan telah disampaikan kepada Kepala Staf Angkatan Darat. "Ya, lagi proses, lagi proses," katanya singkat. Setelah seluruh tahapan selesai, statusnya akan berubah menjadi purnawirawan TNI.
Perpindahan Saleh ke Kementerian Pertanian bukan tanpa alasan strategis. Ia menyatakan bahwa salah satu fokus utamanya adalah penguatan kedaulatan pangan, sebuah agenda yang semakin mendesak di tengah ketidakpastian pasokan global dan tekanan inflasi pangan domestik. Saleh menyebut pembukaan lahan baru sebagai salah satu langkah yang akan dihadapi pemerintah ke depan, sembari menekankan pentingnya kesejahteraan petani sebagai target yang tidak bisa diabaikan.
"Mungkin (bertugas di lumbung pangan), kedaulatan pangannya kita akan hadapi ke depan, mungkin buka lahan, tentunya ya. Buka lahan, dan kesejahteraan petani juga mungkin menjadi target," ujar Saleh.
Langkah ini juga menandai pola rotasi yang kian lazim di lingkaran pemerintahan: perwira tinggi militer mengisi posisi sipil strategis. Sebelumnya, Saleh menjabat sebagai Wakil KSAD, posisi nomor dua di Angkatan Darat, setelah sebelumnya dipercaya sebagai Inspektur Jenderal TNI. Karier militernya banyak dihabiskan di bidang infanteri, termasuk memimpin Komando Operasi Gabungan Wilayah II. Pengalaman lapangan di Poso melalui Operasi Madago Raya menunjukkan kapasitasnya dalam menangani situasi kompleks dan berisiko tinggi.
Pengangkatan Saleh mengisi kekosongan kursi Wamentan yang ditinggalkan Sudaryono, yang beberapa bulan lalu dipindahkan ke Badan Gizi Nasional. Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Andi Amran Sulaiman tengah mendorong program swasembada pangan, sehingga kehadiran figur dengan latar belakang militer diharapkan mempercepat eksekusi di lapangan, terutama dalam hal koordinasi lintas sektor dan disiplin operasional.
Meski demikian, transisi dari militer ke birokrasi sipil tidak selalu mulus. Tantangan terbesar Saleh adalah memahami dinamika pertanian yang sangat dipengaruhi faktor alam, sosial-ekonomi petani, dan kebijakan perdagangan. Publik akan mencermati apakah pendekatan militer yang identik dengan hierarki dan target mampu beradaptasi dengan kebutuhan sektor pangan yang sarat kompleksitas. Selain itu, isu pensiun dini ini juga menyoroti bagaimana regulasi TNI mengatur mobilitas perwira aktif ke jabatan sipil, yang kerap menuai diskusi tentang netralitas dan profesionalisme.
Ke depan, fokus Saleh pada pembukaan lahan dan kesejahteraan petani akan menjadi ujian awal. Apakah langkah ini akan berbuah peningkatan produksi dan pendapatan petani, atau justru menuai resistensi dari berbagai pemangku kepentingan? Yang jelas, keputusan pensiun dini ini menegaskan bahwa aturan main di TNI tetap dipegang teguh, sekaligus membuka babak baru bagi Saleh di medan pengabdian yang berbeda.



