Indonesia Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain, Thailand Paksa Extra Time di Final ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Thailand pada waktu normal final Piala ASEAN 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10).
- Keunggulan jumlah pemain setelah kartu merah Nicholas Mickelson tidak mampu dimaksimalkan Indonesia, dan Thailand menyamakan kedudukan pada menit ke-87.
- Laga harus dilanjutkan ke babak extra time dua kali 15 menit untuk menentukan juara.

Timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit setelah ditahan imbang Thailand 1-1 pada waktu normal final Piala ASEAN 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10). Padahal, Indonesia sempat unggul jumlah pemain setelah bek Thailand, Nicholas Mickelson, menerima kartu merah pada menit ke-80. Hasil ini memaksa pertandingan berlanjut ke babak extra time dua kali 15 menit.
Sejak awal laga, Indonesia tampil mendominasi penguasaan bola hingga 65 persen di babak pertama. Namun, rapatnya pertahanan Thailand membuat peluang emas sulit tercipta. Skor kacamata bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, pelatih Kohn Herdman melakukan sejumlah perubahan taktik. Thom Haye ditarik keluar dan Dean James dimasukkan, sementara Calvin Verdonk digeser ke lini tengah. Pergantian ini bertujuan memperkuat kontrol permainan, tetapi Thailand justru beberapa kali melancarkan serangan balik berbahaya.
Pada menit ke-60, Rizky Ridho masuk menggantikan Luke Vickery, dengan Kevin Diks naik ke posisi winger. Lima menit berselang, Ragnar Oratmangoen digantikan Ivar Jenner untuk menambah daya gedor di lini tengah. Meski demikian, Thailand tetap mampu mengimbangi tempo pertandingan. Peluang emas Indonesia didapat pada menit ke-69 melalui umpan panjang Ivar Jenner yang diterima Mitchell Baker, namun sepakannya masih menyamping.
Keunggulan Indonesia akhirnya tercipta setelah Romeny dilanggar keras oleh Mickelson di depan kotak penalti. Wasit asal Uzbekistan memberikan kartu kuning kedua bagi Mickelson, sehingga Thailand harus bermain dengan 10 orang. Tendangan bebas Dean James berhasil membentur Iklas Sanron dan mengecoh kiper Thailand, Saranon Anuin. Gol tersebut membawa Indonesia unggul 1-0 pada menit ke-80.
Namun, keunggulan itu hanya bertahan tiga menit. Thailand berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-87 melalui Iklas Sanron yang memanfaatkan bola lambung. Kelengahan barisan pertahanan Indonesia membuat Sanron leluasa menyundul bola dan menaklukkan Emil Audero. Skor 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya waktu normal.
"Kami kehilangan konsentrasi setelah mencetak gol. Ini menjadi pelajaran berharga bahwa keunggulan jumlah pemain tidak menjamin kemenangan," ujar Kohn Herdman dalam konferensi pers usai pertandingan.
Dengan hasil ini, pertandingan harus dilanjutkan ke babak extra time. Indonesia masih memiliki peluang untuk meraih gelar juara, tetapi harus lebih disiplin menjaga pertahanan dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Thailand, meski bermain dengan 10 orang, terbukti mampu memberikan perlawanan sengit dan memiliki semangat juang tinggi.
Bagi Indonesia, kegagalan memanfaatkan keunggulan pemain menjadi catatan penting. Jika tidak segera bangkit, gelar juara yang sudah di depan mata bisa sirna. Pertanyaannya, mampukah skuad Garuda mengatasi tekanan dan tampil lebih tajam di babak tambahan waktu?



