Arsenal Incar Alex Scott: Gelandang Bournemouth Rp1,6 Triliun yang Lebih Produktif dari Lewis-Skelly
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan tertarik merekrut Alex Scott dari Bournemouth, yang dibanderol sekitar ยฃ80 juta (Rp1,6 triliun), menurut Fabrizio Romano.
- Scott, 23 tahun, tampil impresif dengan 6,05 duel darat per 90 menit dan kontribusi satu gol serta dua assist dalam enam laga awal Premier League 2026/27.
- Kedatangan Scott berpotensi mengancam posisi Myles Lewis-Skelly, yang baru beralih ke lini tengah dan belum aman sebagai starter di bawah asuhan Mikel Arteta.

Arsenal dilaporkan tengah memantau gelandang Bournemouth, Alex Scott, sebagai target utama di bursa transfer mendatang. Ketertarikan ini muncul setelah Scott menunjukkan performa menjanjikan bersama The Cherries dan debut gemilang bersama timnas Inggris. Menurut jurnalis transfer Fabrizio Romano, The Gunners termasuk dalam tiga klub yang mengantre untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 23 tahun tersebut, bersama Chelsea dan Liverpool.
Bournemouth dikabarkan memasang harga sekitar ยฃ80 juta (sekitar Rp1,6 triliun) untuk Scott. Angka itu terbilang tinggi, tetapi tidak mengherankan mengingat statusnya sebagai salah satu gelandang muda paling menjanjikan di Premier League. Chelsea bahkan telah mengajukan tawaran resmi yang ditolak mentah-mentah oleh Bournemouth. "Bournemouth tidak ingin menjual Alex Scott. Jawaban mereka sama kepada Chelsea, Arsenal, dan Liverpool. Dia tidak tersentuh," ujar Romano dalam kanal YouTube-nya.
Meski begitu, situasi bisa berubah pada 2027. Romano menambahkan bahwa Chelsea belum menyerah dan terus menjalin komunikasi dengan pihak yang dekat dengan pemain. Liverpool juga dikabarkan telah melakukan kontak, sementara Arsenal baru sebatas menunjukkan minat. "Tidak ada yang maju," tegas Romano.
Bagi Arsenal, merekrut Scott bukan sekadar menambah kedalaman skuad. Klub asuhan Mikel Arteta sudah memiliki banyak opsi di lini tengah, termasuk Declan Rice, Bruno Guimaraes, Martin Zubimendi, Mikel Merino, dan Myles Lewis-Skelly. Namun, kehadiran Scott akan menjadi pernyataan tegas bahwa Arsenal serius bersaing di level domestik dan Eropa. Terlebih lagi, mencegah Scott bergabung dengan rival langsung seperti Chelsea atau Liverpool bisa jadi alasan strategis tersendiri.
"Chelsea menganggap Scott sebagai target ideal untuk memperkuat lini tengah mereka. Mereka terus menjalin kontak dengan orang-orang terdekat pemain," ungkap Romano.
Di sisi lain, posisi Lewis-Skelly justru menjadi sorotan. Pemain jebolan akademi Hale End itu sempat dianggap surplus pada awal musim lalu, tetapi berhasil bangkit dan beralih ke peran gelandang. Ia bahkan tampil di final Liga Champions dan menjadi andalan Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel. Namun, kedatangan Guimaraes dan potensi merekrut Scott dapat mengancam menit bermainnya. Arteta dikenal sebagai pelatih yang tidak segan mengganti pemain jika performa menurun.
Secara statistik, Scott memang unggul di beberapa aspek dibanding Lewis-Skelly. Selain lebih produktif dalam hal gol dan assist, ia juga sangat kuat dalam duel. Kemampuannya memenangkan bola membuatnya cocok dengan gaya pressing Arteta yang mengutamakan intensitas. Dalam dokumenter Amazon Prime, Arteta pernah menegaskan bahwa ia sangat kesal jika pemainnya kalah dalam duel. Scott hampir tidak pernah kalah.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga transfer ini menjadi cerminan bagaimana klub-klub besar Eropa semakin agresif memburu talenta muda. Arsenal yang notabene memiliki banyak gelandang tetap ingin menambah amunisi. Ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Liga Indonesia tentang pentingnya perencanaan skuad jangka panjang dan keberanian berinvestasi pada pemain muda potensial, meski harganya mahal.
Ke depan, masa depan Scott akan sangat bergantung pada sikap Bournemouth. Jika The Cherries bertahan pada harga ยฃ80 juta, hanya klub dengan kekuatan finansial besar yang mampu memboyongnya. Arsenal, Chelsea, dan Liverpool sama-sama memiliki daya tarik, tetapi keputusan akhir bisa dipengaruhi oleh jaminan menit bermain dan proyek jangka panjang yang ditawarkan. Akankah Arsenal berani mengeluarkan dana besar untuk pemain yang posisinya sudah penuh? Atau justru Scott memilih klub yang lebih membutuhkannya? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: perburuan gelandang muda ini akan menjadi salah satu drama transfer paling panas dalam beberapa bulan ke depan.



