Amanda Serrano Bikin Sejarah: Duel Perebutan Gelar Tinju Dunia Pertama yang Disiarkan Langsung di TikTok
Baca dalam 60 detik
- Amanda Serrano akan mempertahankan gelar kelas bulu WBA dan WBO melawan Lucrecia Manzur di California, dalam laga yang menjadi ajang tinju dunia pertama yang disiarkan langsung di TikTok.
- Jika menang, Serrano akan memecahkan rekor knockout terbanyak dalam sejarah tinju wanita, melampaui Christy Martin dengan 33 kemenangan KO.
- Laga ini menjadi bagian dari tur perpisahan Serrano yang akan diakhiri dengan pertarungan pamungkas di Puerto Rico, sekaligus menandai era baru distribusi olahraga melalui platform media sosial.

Amanda Serrano, petinju Puerto Riko yang telah mengukir namanya di tujuh kelas berbeda, kembali mencatatkan sejarah. Jumat ini, ia akan mempertahankan sabuk gelar kelas bulu WBA dan WBO melawan penantang asal Argentina, Lucrecia Manzur, di California. Yang membuat laga ini berbeda dari sebelumnya: untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah pertarungan perebutan gelar juara dunia akan disiarkan langsung melalui platform berbagi video TikTok.
Pertarungan ini bukan sekadar laga biasa bagi Serrano. Dengan rekor 49 kemenangan dari 54 pertarungan, ia hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mencapai kemenangan profesional ke-50. Lebih dari itu, jika ia berhasil menghentikan Manzur, ia akan mengoleksi 33 kemenangan knockout, melampaui rekor legendaris Christy Martin yang selama ini memegang rekor KO terbanyak dalam tinju wanita. "Itu yang membuatku bangun pagi, bekerja keras, berlatih keras," ujar Serrano kepada BBC Sport. "Aku selalu menetapkan target kecil. Karena jika mimpimu tidak membuatmu takut, maka mimpimu tidak cukup besar."
Bagi Serrano, laga ini adalah salah satu dari dua pertarungan terakhirnya sebelum pensiun. Di usia 37 tahun, ia telah menjadi ikon yang mengubah wajah tinju wanita. Namun, ia tidak berhenti di situ. Dengan bergabungnya ia ke platform TikTok enam bulan lalu, ia menemukan cara baru untuk terhubung dengan penggemar. "Ini era media sosial. Kita di tahun 2026. Banyak generasi muda yang selalu menatap ponsel mereka, terus scroll, scroll, dan scroll. Jadi, apa tempat yang lebih baik selain TikTok?" katanya. Serrano bahkan rutin melakukan siaran langsung setiap hari pukul tujuh malam, yang ia sebut sebagai 'keluarga TikTok'-nya.
Keputusan untuk menyiarkan laga di TikTok bukanlah kebetulan. Ini adalah langkah strategis dari Most Valuable Promotions (MVP), perusahaan promosi yang didirikan oleh Nakisa Bidarian dan Jake Paul. Sebelum bergabung dengan MVP, Serrano hampir pensiun. Kini, ia bersama Katie Taylor dan Claressa Shields telah mendorong ledakan komersial tinju wanita. Tiga pertarungan epiknya melawan Taylor, yang dua di antaranya disiarkan di Netflix, telah menarik jutaan penonton dan membuktikan bahwa tinju wanita layak mendapat panggung utama.
Bagi penonton Indonesia, fenomena ini menarik untuk disimak. Meski tinju wanita belum sepopuler di Indonesia, kesuksesan Serrano menunjukkan bahwa dengan strategi pemasaran yang tepat, olahraga yang selama ini dianggap niche bisa menembus pasar global. Platform seperti TikTok yang juga sangat populer di Indonesia bisa menjadi sarana promosi yang efektif bagi atlet-atlet tanah air. "Ketika aku meninggalkan olahraga ini, aku ingin dianggap sebagai pengubah permainan," tegas Serrano.
Di balik sorotan media, Serrano juga mulai menyiapkan generasi penerus. Di bawah naungan MVP, ia mengelola petinju muda seperti Krista Rosado dan Alexis Chaparro. Ia juga tidak terganggu dengan tantangan dari Ellie Scotney, mantan juara super-bantamweight yang naik ke kelas bulu dan mengincarnya. "Aku suka Ellie sebagai pribadi, dan sebagai petinju dia hebat, tapi saat ini aku fokus pada pertarungan ini," kata Serrano. "Tujuh belas tahun, aku telah mencapai apa yang aku inginkan. Sekarang saatnya menikmati olahraga ini dari sisi lain, menonton mereka."
Menariknya, rival lamanya, Katie Taylor, juga bersiap untuk laga perpisahan melawan Flora Pili di Croke Park, Dublin, pada 5 September. Keduanya mungkin akan pensiun di waktu yang berdekatan. "Aku sudah bertarung melawan petinju impianku tiga kali," kata Serrano sambil tersenyum. "Pensiun berdekatan, mungkin kita akan masuk Hall of Fame bersama. Aku tidak akan lebih bangga daripada berbagi momen itu dengan Katie Taylor. Dia juara hebat dan manusia hebat."
Dengan laga yang disiarkan di TikTok, Serrano tidak hanya mengejar rekor, tetapi juga membuka babak baru dalam cara olahraga dikonsumsi. Pertanyaannya, apakah ini akan menjadi model baru bagi penyelenggara olahraga lain untuk menjangkau generasi digital? Atau justru menjadi ancaman bagi hak siar televisi tradisional? Yang jelas, Serrano sekali lagi membuktikan bahwa ia selalu berada di garis depan perubahan.



