Red Bull Akhirnya Menang di F1 2026, tapi Mekies Tak Berani Janji Dominasi
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan perdana Red Bull Racing di musim 2026 disebut sebagai buah dari pengembangan mobil yang konsisten sejak awal kompetisi.
- Bos tim Laurent Mekies menilai keberhasilan di Malaysia belum tentu bisa diulang di semua sirkuit karena karakter trek dan cuaca sangat memengaruhi performa.
- Tantangan terbesar Red Bull adalah menyaingi konsistensi Mercedes yang selalu berada di jalur kemenangan sepanjang musim.

Red Bull Racing mengakhiri penantian panjang mereka di Formula 1 2026 dengan kemenangan perdana yang diraih Max Verstappen di Sirkuit Sepang, Malaysia. Namun, prinsipal tim Laurent Mekies menegaskan bahwa satu kemenangan tidak serta-merta menjadikan mereka penantang gelar yang konsisten di setiap balapan.
Keberhasilan di Malaysia menjadi puncak dari kerja keras tim yang sejak awal musim tertinggal lebih dari satu detik dari para rival terdepan. Serangkaian pembaruan mobil yang tiada henti, termasuk paket terakhir yang diperkenalkan di Azerbaijan, perlahan memperkecil jarak tersebut. Di Baku, Verstappen sempat memberikan perlawanan sengit sebelum harus puas finis tepat di belakang George Russell.
Pada balapan di Sepang, Verstappen tampil dominan dengan merebut pole position dan mempertahankannya hingga garis finis, meski balapan sempat tertunda akibat cuaca campuran. Kemenangan ke-72 dalam karier pembalap Belanda itu juga menjadi tonggak sejarah karena merupakan kemenangan pertama Red Bull sebagai produsen unit daya sendiri.
Meski demikian, Mekies enggan mengklaim bahwa timnya kini mampu bersaing di semua jenis sirkuit. Ia menyoroti faktor cuaca ekstrem dan karakter trek Sepang yang kasar serta tata letak sirkuit yang tidak biasa, yang menurutnya membuat banyak mobil keluar dari jendela operasional ideal. Hal itu, kata dia, bisa saja memengaruhi urutan kompetisi.
"Kami terkejut dengan urutan kompetisi di Malaysia. Di satu sisi, ini menegaskan tren positif yang sudah terlihat di Monza, Madrid, dan Baku. Kami terus menambah performa di setiap balapan. Tapi di sisi lain, mungkin ada faktor lain yang memengaruhi hasil di Malaysia," ujar Mekies seperti dikutip Motorsport.com.
Ia menambahkan bahwa pendekatan tim tidak akan berubah drastis menghadapi balapan berikutnya. Red Bull berharap Sirkuit Singapura yang memiliki banyak tikungan lambat bisa menguntungkan mereka, namun tetap waspada terhadap perkembangan rival yang sulit diprediksi.
Dalam beberapa balapan terakhir, Mercedes tampil sebagai tim yang paling konsisten memperebutkan kemenangan. McLaren dan Ferrari sempat menunjukkan performa menjanjikan, tetapi belum mampu menjaga konsistensi di berbagai tipe sirkuit. Hal ini membuat Mekies realistis: target utama Red Bull adalah bersaing di podium, bukan mendominasi.
"Saya pikir kami akan berada dalam perebutan podium di balapan-balapan mendatang, karena secara fundamental kami sudah melakukannya selama enam, tujuh, delapan balapan. Apakah kami akan memperebutkan kemenangan? Mercedes selalu ada di sana. Sangat sulit bagi tim mana pun untuk setara dengan Mercedes secara konsisten," jelasnya.
Bagi Red Bull, kemenangan di Malaysia memang melegakan setelah awal musim yang mengecewakan. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah mereka bisa mengulang performa tersebut di sirkuit-sirkuit yang tersisa, terutama yang memiliki karakter berbeda. Mekies sendiri mengaku belum bisa memastikan.
Dengan regulasi teknis yang masih baru dan persaingan yang ketat, F1 2026 menyajikan dinamika yang menarik. Red Bull telah membuktikan mereka bisa menang, tetapi konsistensi adalah mata uang yang jauh lebih berharga. Akankah mereka mampu menantang Mercedes hingga akhir musim, atau kemenangan di Sepang hanya sekadar kilasan sesaat?



