Tottenham Kunci Transfer Savinho Rp1,5 Triliun, Perburuan Pemain City Belum Usai
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan Tottenham untuk memboyong Savinho dari Manchester City mencapai £75 juta atau sekitar Rp1,5 triliun, plus bonus potensial £10 juta.
- Langkah ini menandai agresivitas belanja Spurs di bawah Roberto de Zerbi, yang sebelumnya sudah menghabiskan £185 juta untuk dua gelandang anyar.
- Savinho hanya tampil tujuh kali sebagai starter di Premier League musim lalu, memicu kepindahannya ke London utara setelah gagal direkrut pada musim panas sebelumnya.

Tottenham Hotspur akhirnya mencapai kata sepakat dengan Manchester City untuk mengamankan jasa winger asal Brasil, Savinho, dengan nilai transfer £75 juta atau setara Rp1,5 triliun. Kesepakatan ini masih bisa bertambah £10 juta jika berbagai klausul bonus terpenuhi, menjadikannya salah satu pembelian termahal dalam sejarah klub London utara tersebut.
Pemain berusia 22 tahun itu dijadwalkan menjalani tes medis dalam waktu dekat sebelum menandatangani kontrak jangka panjang. Proses transfer ini sebenarnya telah berlangsung lebih dari setahun, setelah Tottenham gagal memboyongnya pada bursa musim panas lalu. Saat itu, Savinho memilih bertahan di Etihad Stadium, namun menit bermainnya sangat terbatas di bawah asuhan Pep Guardiola—hanya tujuh kali menjadi starter di Premier League musim lalu.
Langkah ini menegaskan ambisi besar pelatih anyar Tottenham, Roberto de Zerbi, yang sebelumnya telah menghabiskan dana £185 juta untuk mendatangkan Mateus Fernandes dari West Ham dan Sandro Tonali dari Newcastle. Kini fokusnya beralih ke lini serang, dengan Savinho menjadi prioritas utama. Namun, belanja Spurs diprediksi belum berhenti di sini. Sumber internal menyebut pembicaraan untuk mendatangkan rekan setim Savinho di City, Omar Marmoush, juga berjalan positif.
Marmoush, penyerang asal Mesir yang diboyong City dari Eintracht Frankfurt seharga £59 juta pada 2025, kehilangan tempat di skuad utama musim lalu. Tottenham juga masih memantau situasi Cody Gakpo di Liverpool, meski belum jelas apakah mereka mampu membiayai tiga transfer besar sekaligus dalam satu jendela. Jika semua terealisasi, total belanja Spurs bisa menembus angka £300 juta—sebuah sinyal bahwa klub tidak main-main dalam membangun skuad kompetitif.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, agresivitas Tottenham di bursa transfer ini menarik dicermati. Klub-klub Inggris semakin berani menggelontorkan dana besar untuk pemain muda berbakat, yang pada akhirnya memengaruhi pasar transfer global. Di sisi lain, performa tim-tim Eropa ini kerap menjadi tolok ukur bagi penggemar di Tanah Air yang mengikuti kompetisi elite. Kehadiran Savinho di Premier League juga bisa meningkatkan daya tarik liga, yang notabene banyak ditonton masyarakat Indonesia.
Menurut analis sepak bola Eropa, keputusan Savinho pindah ke Tottenham adalah langkah berani untuk mengembalikan kariernya yang sempat mandek. "Dia butuh menit bermain reguler untuk berkembang, dan De Zerbi dikenal sebagai pelatih yang memberi kepercayaan pada pemain muda," ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya. Namun, tekanan akan langsung menghampiri—dengan harga semahal itu, publik Tottenham pasti menuntut kontribusi instan.
Pertanyaan besarnya kini: apakah Tottenham akan berhenti di Savinho, atau justru melanjutkan pesta belanja dengan Marmoush dan Gakpo? Jika ya, bagaimana mereka menjaga keseimbangan keuangan dan ruang ganti? Musim depan akan menjadi ujian nyata bagi proyek De Zerbi di London utara.



