Tiga Pelatih Tumbang di Awal Pegadaian Championship: Nil Maizar Korban Terbaru
Baca dalam 60 detik
- Nil Maizar dicopot Semen Padang sehari setelah kekalahan 0-1 dari PSPS Pekanbaru, meski tim masih di posisi empat Grup Barat dengan enam poin.
- Dua nama sebelumnya lebih dulu tersingkir: Andri Ramawi (Persipura, 23 September) dan Jaya Hartono (Persiraja, 27 September) akibat rentetan hasil buruk.
- Tingkat kesabaran manajemen klub Championship menyusut drastis โ evaluasi kini diukur per pertandingan, bukan per paruh musim.

Kursi pelatih di Pegadaian Championship 2026/2027 kembali berguncang. Nil Maizar resmi dilepas Semen Padang pada Minggu (4/10/2026), sehari setelah Kabau Sirah menyerah 0-1 dari PSPS Pekanbaru di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi โ menjadikannya pelatih ketiga yang kehilangan pekerjaan hanya dalam kurun kurang dari tiga pekan sejak kompetisi bergulir.
Yang membuat keputusan ini terasa janggal, Semen Padang tidak sedang terpuruk. Kekalahan dari PSPS adalah yang pertama musim ini, setelah sebelumnya tim asuhan Nil mengemas dua kemenangan dan satu hasil imbang. Klub berjuluk Kabau Sirah itu pun masih bertengger di peringkat keempat klasemen sementara Grup Barat dengan koleksi enam poin, dan persaingan menuju tiket promosi masih terbuka lebar mengingat kompetisi baru berjalan empat pekan.
Manajemen Semen Padang beralasan keputusan ini diambil demi merespons tekanan suporter. CEO klub, Andre Rosiade, menyatakan evaluasi internal mengarah pada pengakhiran kerja sama secara baik-baik. "Terima kasih atas segala dedikasi, kerja keras, dan pengabdian coach Nil Maizar untuk Semen Padang FC. Berdasarkan hasil evaluasi manajemen, kami resmi mengakhiri kerja sama ini secara baik-baik," demikian pernyataan resmi klub.
Pemecatan Nil Maizar melengkapi pola yang mengkhawatirkan di kasta kedua Liga Indonesia musim ini. Andri Ramawi menjadi korban pertama ketika Persipura Jayapura mengakhiri kerja samanya pada 23 September, hanya dua pekan setelah ia dipercaya menangani Mutiara Hitam. Manajemen menilai hasil dua laga awal Grup Timur โ kalah 2-3 dari Barito Putera dan ditahan imbang Kendal Tornado FC 0-0 โ tidak sejalan dengan target promosi. Posisinya kini diisi Regi Aditya, yang musim lalu mengantar PSBS Biak naik kasta.
Empat hari berselang, giliran Jaya Hartono yang tersingkir dari Persiraja Banda Aceh. Laskar Rencong menelan tiga kekalahan beruntun: 0-1 dari Semen Padang, lalu takluk dengan skor identik 1-2 dari PSPS Pekanbaru dan Persikad Depok. Presiden Klub Persiraja, Nazaruddin Dek Gam, mengumumkan pembersihan menyeluruh di staf kepelatihan melalui story Instagram. "Sudah dipecat semua pelatih," tulisnya. Selain Jaya Hartono, empat anggota staf โ Muhammad Yasir, Faisal Munanda, Wahyu AW, dan Ferry Ferdinand โ ikut dicopot. Muhammad Ridwan, yang musim lalu membawa Garudayaksa FC promosi, ditunjuk sebagai pengganti.
"Berdasarkan hasil evaluasi manajemen, kami resmi mengakhiri kerja sama ini secara baik-baik." โ Pernyataan resmi Semen Padang FC
Pola ini menggarisbawahi pergeseran budaya manajemen di sepak bola Indonesia, khususnya di kompetisi kasta kedua. Klub-klub Championship kini mengevaluasi pelatih dengan siklus yang jauh lebih pendek โ hitungan pertandingan, bukan paruh musim. Tekanan dari basis suporter, ambisi promosi, dan ekspektasi finansial membuat ruang toleransi terhadap hasil minor menyusut drastis. Bagi pelatih, kontrak jangka panjang tidak lagi menjadi jaminan; yang tersisa hanya hasil instan.
Di sisi lain, Semen Padang dikabarkan membidik Stefano Cugurra alias Teco, pelatih kawakan yang sudah akrab dengan kompetisi domestik, untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Nil Maizar. Jika terealisasi, langkah ini menandakan strategi klub memilih figur berpengalaman ketimbang membangun proyek jangka panjang bersama pelatih lokal.
Pertanyaannya kini: apakah pola pemecatan dini ini akan berlanjut sepanjang musim, atau justru menjadi preseden buruk yang membuat pelatih enggan menerima tawaran dari klub Championship? Dengan kompetisi yang baru berjalan sebulan, tekanan terhadap kursi kepelatihan dipastikan belum akan surut.



