Iman Fandi Rilis Single Baru 'IT IS' Usai Tampil Bareng Snoop Dogg: Dari Panggung NDP ke Panggung Dunia
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi asal Singapura, Iman Fandi, meluncurkan single terbaru 'IT IS' pada 21 Agustus 2026, menyusul penampilannya di National Day Parade dan ajang bersama Snoop Dogg di AS.
- Single ini mengusung pesan pemberdayaan perempuan dan kepercayaan diri, dengan sentuhan nakal yang mengundang tafsir personal bagi pendengarnya.
- Kolaborasi dengan grup P-pop KAIA dan RAMONA, serta dukungan label Death Row Records, menandai langkah strategis Iman dalam memperluas jangkauan kariernya di kancah musik Asia Tenggara.

Penyanyi dan aktris asal Singapura, Iman Fandi, kembali mencuri perhatian publik dengan merilis single terbarunya bertajuk "IT IS" pada 21 Agustus 2026. Peluncuran ini menjadi puncak dari rentetan pencapaiannya sepanjang tahun, termasuk penampilan spektakuler di National Day Parade (NDP) Singapura dan panggung internasional bersama rapper kenamaan Amerika Serikat, Snoop Dogg.
Lagu "IT IS" bukan sekadar karya musik biasa. Ia hadir sebagai manifesto pemberdayaan perempuan yang menegaskan bahwa nilai diri seseorang tidak perlu dijelaskan atau dibenarkan. Pesan ini lahir dari pengalaman pribadi Iman yang selama ini kerap menghadapi pertanyaan-pertanyaan bernada meremehkan. "Lagu ini tentang keyakinan bahwa tindakan berbicara lebih keras daripada sekadar janji," ujarnya dalam keterangan resmi.
Yang menarik, di balik pesan serius tersebut, Iman menyelipkan nuansa jenaka. Ia mengaku lagu ini juga merupakan sindiran halus bagi mereka yang bertanya-tanya apakah lagu tersebut bercerita tentang dirinya. "Jika kamu merasa lagu ini tentangmu, mungkin memang begitu," katanya dengan nada misterius. Sentuhan ini memberi warna tersendiri yang membuat "IT IS" terasa dekat dan personal.
Perjalanan Iman menuju panggung dunia memang patut dicermati. Pada awal 2026, ia tampil di ajang AFC Asian Cup, sebuah momen yang sangat emosional mengingat keluarganya adalah legenda sepak bola Asia Tenggara. Penampilannya di NDP pada 9 Agustus lalu juga sukses memukau 42.000 penonton di National Stadium dengan lagu "Giants" yang ia tulis bersama Weish. Tak berhenti di situ, pada 15 Agustus ia tampil dalam acara eksklusif "Superstar Among Friends: Broadus Together" di The Compound, venue milik Snoop Dogg di Inglewood, California. Acara yang digagas oleh TikTok Live Premiere dan Death Row Records ini menjadi debut internasional untuk "IT IS".
Kiprah Iman di industri musik semakin solid dengan kolaborasi bersama dua nama besar asal Filipina: grup P-pop KAIA dan RAMONA, alter ego dari aktris Andrea Brillantes. Ketiganya terhubung saat NBA Rising Stars Invitational di Singapura, dan kolaborasi mereka mulai mengalir di platform TikTok sepanjang Agustus. Langkah ini menunjukkan ambisi Iman untuk membangun jejaring di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat posisinya sebagai artis independen yang patut diperhitungkan.
Bagi pengamat musik Asia Tenggara, fenomena Iman Fandi menarik untuk disimak. Ia tidak hanya mewarisi nama besar ayahnya, Fandi Ahmad, tetapi juga berhasil membangun identitas artistiknya sendiri. Dengan perpaduan pop modern dan R&B, serta tema-tema tentang pertumbuhan dan ketangguhan, Iman tampil sebagai sosok yang vokal dan berani. Kehadirannya di panggung internasional juga membuka peluang bagi musisi Asia Tenggara lain untuk menembus pasar global, terutama melalui kolaborasi lintas negara dan pemanfaatan platform digital.
Ke depan, publik tentu menantikan bagaimana Iman akan mengembangkan sayapnya. Apakah kolaborasi dengan Snoop Dogg akan berlanjut ke proyek yang lebih besar? Atau akankah ia menjelajahi pasar musik Indonesia yang sangat potensial? Yang jelas, dengan semangat independen dan karya yang konsisten, Iman Fandi telah membuktikan bahwa ia bukan sekadar "anak legenda", melainkan seorang seniman yang siap bersinar di panggung dunia.



