Super Mario Odyssey Jadi Patokan: Lima Game 3D Platformer Nintendo yang Layak Diburu
Baca dalam 60 detik
- Super Mario Odyssey masih menjadi acuan desain platformer 3D Nintendo sejak 2017, dan sejumlah judul lain menawarkan pengalaman serupa.
- Dari Super Mario 64 hingga Donkey Kong Bananza, Nintendo konsisten menghadirkan mekanik eksplorasi yang ramah keluarga dan kontrol responsif.
- Pasar gim konsol di Indonesia berpotensi tumbuh seiring minat pada judul petualangan 3D yang bisa dimainkan bersama.

Nintendo kembali menegaskan posisinya sebagai penguasa genre platformer 3D. Sejak dirilis bersama Nintendo Switch pada 2017, Super Mario Odyssey tidak hanya menjadi sistem penjual utama konsol tersebut, tetapi juga menetapkan standar baru untuk desain eksplorasi dunia terbuka yang ramah keluarga. Hingga kini, belum ada sekuel langsung yang menggantikan perannya, meski sejumlah judul lain dari Nintendo dan mitra pengembangnya menawarkan pengalaman serupa.
Genre platformer 3D sendiri memiliki sejarah panjang di Nintendo. Dimulai dari Super Mario 64 pada 1996, perusahaan asal Kyoto itu berulang kali menyempurnakan formula gerak, kamera, dan tata level. Super Mario Odyssey menjadi puncak evolusi tersebut dengan memperkenalkan Cappy, topi hidup yang memungkinkan Mario mengambil kendali atas objek dan musuh. Pendekatan ini memberi pemain kebebasan lebih besar dibandingkan seri Super Mario yang berbasis level linear.
Bagi gamer di Indonesia, daya tarik gim-gim ini bukan sekadar nostalgia. Konsol Nintendo Switch dan Switch 2 menawarkan mode portabel yang cocok dengan mobilitas pengguna urban. Ditambah lagi, banyak judul platformer 3D yang mendukung permainan kooperatif lokal, sehingga dapat menjadi opsi hiburan keluarga di rumah. Meski harga resmi konsol dan gim di Indonesia tergolong premium, pasar gim konsol dalam negeri menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan milenial dan Gen Z.
Berikut lima gim yang paling sering disebut sebagai alternatif atau penerus semangat Super Mario Odyssey, berdasarkan kualitas mekanik dan desain dunianya.
1. Super Mario 64 (Nintendo 64, 1996)
Gim ini adalah titik awal platformer 3D modern. Mario menjelajahi dunia melalui lukisan ajaib di kastil Putri Peach, mengumpulkan Power Star untuk membuka area baru. Meski grafisnya sudah berusia hampir tiga dekade, desain kartunnya membuatnya tetap enak dipandang. Yang paling menonjol adalah variasi gerakan Mario—melompat, menendang, dan meluncur—yang menjadi fondasi bagi Super Mario Odyssey.
2. Super Mario Sunshine (GameCube, 2002)
Berlatar di Isle Delfino, Mario harus membersihkan pulau dari polusi misterius menggunakan perangkat semprot air bernama F.L.U.D.D. Mekanik hover dan semprotan air menambah dimensi baru pada platforming. Meski tingkat kesulitannya lebih tinggi dari pendahulunya, gim ini menawarkan eksplorasi yang lebih terbuka dibandingkan seri Super Mario Galaxy yang lebih linier.
3. Super Mario 3D World + Bowser's Fury (Switch, 2021)
Meski kampanye utamanya lebih linier, mode Bowser's Fury yang disertakan dalam versi Switch menawarkan pengalaman sandbox penuh. Mario menjelajahi kepulauan sambil mengumpulkan Cat Shine, menghadapi Bowser raksasa yang muncul secara berkala. Mode ini sering dianggap sebagai jembatan antara gaya klasik dan eksplorasi bebas ala Odyssey.
4. Kirby and the Forgotten Land (Switch, 2022)
Untuk pertama kalinya, Kirby mendapatkan petualangan platformer 3D penuh. Ia menjelajahi dunia pasca-apokaliptik untuk menyelamatkan Waddle Dees dari Beast Pack. Kemampuan meniru musuh dan mode kooperatif dua pemain membuat gim ini ramah untuk segala usia. Kedalaman misi opsional dan upgrade kemampuan memberikan nilai replay yang tinggi.
5. Donkey Kong Bananza (Switch 2, 2025)
Dirilis sebulan setelah peluncuran Switch 2, gim ini menceritakan awal persahabatan Donkey Kong dengan Pauline yang lebih muda. Mekanik utama adalah menghancurkan lingkungan dengan kekuatan fisik Donkey Kong untuk mengumpulkan Banandium Gems. Perpaduan platforming 3D dan elemen side-scrolling klasik membuatnya menonjol di jajaran peluncuran Switch 2.
"Nintendo memiliki warisan desain platformer 3D yang sulit ditandingi. Setiap judul menawarkan kontrol presisi dan level yang dirancang untuk eksplorasi, bukan sekadar menyelesaikan rintangan," ujar seorang analis industri gim yang enggan disebutkan namanya.
Bagi penggemar berat Super Mario Odyssey, tidak ada salahnya mencoba judul-judul di atas. Masing-masing membawa cita rasa unik, mulai dari tantangan air Sunshine hingga kehancuran kreatif Bananza. Kehadiran Switch 2 diprediksi akan memperluas basis pemain platformer 3D, termasuk di Indonesia, seiring dengan meningkatnya adopsi konsol hibrida.
Pertanyaannya, akankah Nintendo menghadirkan sekuel langsung Odyssey di Switch 2? Atau justru mempercayakan estafet kepada karakter lain seperti Donkey Kong dan Kirby? Yang jelas, formula platformer 3D yang mereka kembangkan selama puluhan tahun masih menjadi magnet bagi gamer dari berbagai generasi.



