TWG Global Tegaskan Tim F1 Cadillac Tidak Dijual di Tengah Spekulasi Aset Mark Walter
Baca dalam 60 detik
- TWG Global membantah rencana penjualan tim F1 Cadillac dan properti motorsport lainnya, merespons spekulasi setelah penjualan saham Lakers.
- Kepemilikan olahraga Mark Walter yang luas, termasuk Dodgers dan Chelsea, memicu pengawasan setelah transaksi Lakers senilai $12,5 miliar.
- Keputusan ini muncul di tengah penyelidikan federal terhadap kekaisaran finansial Walter dan pergantian pimpinan di tim Cadillac.

Di tengah riuh spekulasi yang menyelimuti aset-aset olahraga milik miliarder Mark Walter, TWG Global akhirnya angkat bicara. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan di sirkuit Zandvoort, Belanda, Selasa (20/8), perusahaan investasi itu menegaskan tidak akan melepas tim Formula One (F1) Cadillac maupun unit motorsport lainnya. Bantahan ini muncul hanya beberapa hari setelah laporan Financial Times mengabarkan bahwa Walter tengah menjajaki penjualan sahamnya di klub Premier League, Chelsea.
Kekhawatiran akan perubahan kepemilikan di tim balap tersebut sebenarnya bukan tanpa alasan. Walter baru saja melepas mayoritas saham Los Angeles Lakers, tim basket NBA, dalam kesepakatan senilai US$12,5 miliar dengan konsorsium yang dipimpin mantan CEO Disney, Bob Iger, dan investor Joshua Kushner. Transaksi itu terjadi hanya 14 bulan setelah Walter membeli saham mayoritas Lakers dengan rekor US$10 miliar. Langkah tersebut memicu pertanyaan tentang masa depan aset-aset olahraga lain di bawah naungan TWG Global, termasuk Cadillac F1 yang baru saja memulai debutnya di ajang balap paling prestisius dunia.
Namun, TWG Motorsport, anak perusahaan TWG Global yang menjadi ko-pemilik tim Cadillac, menegaskan bahwa seluruh properti motorsportnya, termasuk tim IndyCar Andretti Global, Formula E, NASCAR, dan Supercars Australia, tidak akan dijual. "TWG tidak sedang mempertimbangkan penjualan tim Cadillac atau bagian lain dari TWG Motorsport," demikian bunyi pernyataan resmi yang dikutip dari juru bicara Cadillac F1 di Grand Prix Belanda. Sikap ini sekaligus meredam spekulasi yang berkembang di paddock bahwa Walter mungkin akan merampingkan portofolio olahraganya untuk fokus pada investasi lain.
Kepemilikan Walter di dunia olahraga memang sangat luas. Selain Lakers, ia juga memiliki Los Angeles Dodgers di MLB dan Los Angeles Sparks di WNBA. Namun, di balik gemerlap aset-aset tersebut, kekaisaran finansial Walter tengah menghadapi penyelidikan federal. Laporan bulan lalu menyebutkan adanya pemeriksaan terkait hubungan antara investasi yang dimiliki oleh perusahaan asuransi dan afiliasinya. Hal ini menambah lapisan kompleksitas di tengah hiruk-pikuk negosiasi dan spekulasi yang melingkupi portofolio Walter.
Di sisi lain, tim Cadillac F1 sendiri tengah mengalami masa transisi. Pekan ini, mereka mengganti prinsipal tim pendiri, Graeme Lowdon, dengan Marcin Budkowski setelah 11 seri balapan. Budkowski, yang sebelumnya berkarier di FIA dan tim Alpine, mengaku tidak meminta jaminan apa pun tentang masa depan tim sebelum menerima tawaran tersebut. "Tidak ada diskusi seperti itu," ujarnya singkat saat ditanya awak media di Zandvoort. Sementara itu, pembalap Meksiko, Sergio Perez, menilai pergantian ini sebagai bukti ambisi Cadillac untuk berkembang cepat, meski tim tersebut belum berhasil mencetak poin sama sekali di 11 putaran pertama.
Bagi pengamat olahraga di Indonesia, kabar ini menjadi pengingat bahwa dinamika kepemilikan di balik tim-tim balap global bisa berubah cepat, dan sering kali dipengaruhi oleh faktor di luar lintasan. Meski TWG Global membantah rencana penjualan, pertanyaan tentang keberlanjutan investasi Walter di tengah penyelidikan federal dan perubahan strategi bisnisnya tetap menggantung. Apakah langkah Walter melepas Lakers merupakan awal dari perampingan portofolio, atau justru sinyal bahwa ia akan semakin serius mengembangkan tim Cadillac? Hanya waktu yang akan menjawab, namun yang jelas, paddock F1 akan terus memantau setiap pergerakan sang miliarder.



