Kolaborasi Mofusand dan Starbucks Kembali Hadir di Singapura, Edisi Khusus 2026 Siap Ludes
Baca dalam 60 detik
- Starbucks Singapura meluncurkan koleksi edisi khusus Mofusand pada 25 Agustus 2026, menawarkan delapan item eksklusif termasuk gantungan kunci mewah dan botol minum.
- Koleksi ini melanjutkan kesuksesan kolaborasi pertama pada 2025, dengan penjualan dibatasi dua item per orang untuk menjaga eksklusivitas.
- Para penggemar di Indonesia perlu bersiap, karena produk ini hanya tersedia di Singapura, memicu potensi pasar barang impor dan tren kolektor di Tanah Air.

Starbucks Singapura kembali menggandeng ilustrator Jepang Juno untuk menghadirkan koleksi merchandise bertema Mofusand yang sangat dinantikan. Edisi khusus 2026 ini akan mulai dijual pada 25 Agustus mendatang, menawarkan delapan item eksklusif yang mencakup gantungan kunci plush, pouch, hingga peralatan minum. Bagi para kolektor dan penggemar kucing kartun ini, peluncuran kali ini menjadi momen yang tak boleh dilewatkan, terutama karena jumlahnya terbatas dan hanya tersedia di Negeri Singa.
Koleksi terbaru ini menampilkan tiga varian kucing Mofusand—jahe, abu-abu, dan calico—yang diaplikasikan ke berbagai produk. Beberapa item baru yang menjadi sorotan adalah pouch wristlet dengan desain kucing jahe dan abu-abu, serta seri gantungan kunci blind box. Ada pula gantungan kunci plush Bearista bergaya kucing jahe dan gantungan kunci calico yang memegang cangkir Starbucks, menambah daya tarik bagi penggemar setia.
Untuk kategori minuman, Starbucks menyediakan mug keramik, tumbler stainless steel, dan botol air. Semua produk ini akan tersedia di gerai Starbucks, toko online resmi mulai pukul 10.00, serta platform LazMall dan ShopeeMall pada pukul 12.00. Setiap pelanggan dibatasi maksimal dua item per produk untuk menjaga ketersediaan stok.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi pertama yang sukses pada Agustus 2025, yang saat itu meluncurkan 13 item termasuk tas reusable dan tote puffer. Antusiasme pasar terhadap produk Mofusand terbukti tinggi, dan Starbucks tampaknya ingin memanfaatkan momentum tersebut dengan merilis edisi yang lebih eksklusif. Selain merchandise, Starbucks juga memberikan promo menarik: pelanggan yang berbelanja minimal S$25 melalui layanan pesan-antar seperti Starbucks Delivers, GrabFood, atau Foodpanda akan mendapatkan reusable cup sleeve, dengan satu penukaran per transaksi.
Bagi anggota Starbucks Rewards, ada paket khusus yang bisa dibeli mulai 21 Agustus seharga S$44,90. Paket ini berisi gelas kaca dingin Mofusand, dua voucher beli-satu-gratis-satu untuk minuman Venti, dan dua voucher gratis untuk minuman Grande. Penawaran ini tentu menjadi incaran para kolektor yang ingin mendapatkan produk eksklusif dengan nilai lebih.
Fenomena kolaborasi ini tidak hanya menarik perhatian konsumen Singapura, tetapi juga berdampak pada pasar Indonesia. Banyak penggemar Mofusand di Indonesia yang rela membeli melalui jasa titip atau platform daring untuk mendapatkan merchandise ini. Hal ini menunjukkan bahwa tren produk kolaborasi terbatas memiliki daya tarik kuat di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Para kolektor lokal sering kali harus bersaing dengan pembeli dari berbagai negara untuk mendapatkan item favorit mereka, yang pada akhirnya mendorong harga jual kembali di pasar sekunder.
Menurut analis ritel, strategi Starbucks yang merilis produk edisi terbatas secara berkala terbukti efektif dalam membangun loyalitas pelanggan dan menciptakan buzz di media sosial. “Kolaborasi seperti ini bukan hanya soal penjualan, tetapi juga tentang membangun komunitas dan pengalaman,” ujar seorang pengamat pemasaran. Dengan adanya elemen blind box, elemen kejutan semakin meningkatkan daya tarik bagi konsumen, terutama generasi muda yang gemar berburu item langka.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Starbucks akan membawa kolaborasi serupa ke Indonesia. Mengingat besarnya basis penggemar Mofusand di Tanah Air, peluang tersebut tampaknya sangat menjanjikan. Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai perluasan pasar. Jika benar terjadi, bukan tidak mungkin antrean panjang akan kembali terjadi di gerai-gerai Starbucks Indonesia, sebagaimana yang pernah terjadi saat peluncuran produk kolaborasi lainnya.



