Alcaraz Siap Bela Gelar di US Open Usai Empat Bulan Absen karena Cedera
Baca dalam 60 detik
- Petenis peringkat tiga dunia itu memutuskan comeback di Flushing Meadows setelah menepi sejak April akibat cedera pergelangan tangan.
- Keputusan ini mengakhiri spekulasi tentang kesiapannya, setelah sebelumnya sempat menargetkan turnamen Cincinnati untuk kembali bertanding.
- Kehadiran Alcaraz diprediksi memperketat persaingan puncak tenis putra, sekaligus menjadi ujian besar bagi ketahanan fisiknya.

Carlos Alcaraz memastikan diri akan kembali bertanding di turnamen Grand Slam Amerika Serikat Terbuka (US Open) yang berlangsung 30 Agustus hingga 13 September mendatang. Kepastian ini sekaligus mengakhiri masa absennya yang sudah berlangsung lebih dari empat bulan akibat cedera pergelangan tangan.
Petenis asal Spanyol yang telah mengoleksi tujuh gelar Grand Slam itu mengumumkan keputusannya pada Kamis (20/8). Sebelumnya, ia terpaksa mundur dari Barcelona Open pada April lalu dan melewatkan turnamen-turnamen besar seperti Prancis Terbuka, Wimbledon, serta dua ajang hard court di Amerika Utara, Toronto dan Cincinnati.
Awalnya, Alcaraz sempat menargetkan comeback di Cincinnati, tempat ia menjadi juara tahun lalu. Namun, ia memilih memberi waktu lebih bagi pergelangan tangannya untuk pulih sepenuhnya. Dalam beberapa pekan terakhir, ia mulai meningkatkan intensitas latihan dan sempat berlatih bersama petenis Denmark, Holger Rune, di Murcia untuk menguji respons cedera pada level yang lebih tinggi.
Kabar kembalinya Alcaraz bahkan diumumkan dengan gaya khas dunia sepak bola oleh jurnalis transfer Fabrizio Romano melalui akun Instagram-nya. Romano, yang dikenal dengan jargon "Here we go!", ikut mengonfirmasi bahwa Alcaraz akan tampil di New York. Hal ini menambah ekspektasi publik terhadap penampilan petenis 22 tahun tersebut.
Bagi Alcaraz, New York memiliki tempat spesial. Di Flushing Meadows lah ia meraih gelar Grand Slam pertamanya pada 2022, sekaligus menjadi petenis termuda yang mencapai peringkat satu dunia dalam sejarah ATP. Kini, ia datang dengan status juara bertahan dan ambisi mempertahankan mahkota di hadapan publik Amerika.
Keputusan Alcaraz untuk tampil di US Open tentu menjadi angin segar bagi para penggemar tenis, khususnya di Indonesia yang memiliki basis penggemar cukup besar. Turnamen Grand Slam selalu menjadi tontonan yang dinanti, dan kehadiran pemain sekelas Alcaraz dijamin akan meningkatkan daya tarik pertandingan. Bagi penonton Tanah Air, momen ini juga menjadi ajang untuk menyaksikan persaingan sengit antara Alcaraz dengan rival-rivalnya seperti Jannik Sinner dan Novak Djokovic.
Dari sisi medis, kembalinya Alcaraz setelah cedera yang cukup serius selalu menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan fisik. Namun, ia mengaku telah menjalani pemulihan dengan hati-hati dan merasa siap untuk bersaing di level tertinggi. Pelatihnya pun disebutkan telah menyusun program latihan khusus untuk memastikan transisi dari latihan ke pertandingan berjalan mulus.
Dengan kembalinya Alcaraz, persaingan di US Open dipastikan semakin panas. Ia akan berusaha mempertahankan gelar yang diraihnya tahun lalu, sementara para pesaingnya tentu tidak akan memberi jalan mudah. Pertanyaannya, mampukah Alcaraz langsung tampil impresif setelah absen panjang? Atau justru cedera itu masih menyisakan keraguan di lapangan? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan di New York.



