Stankovic Menolak Dipinjamkan, Siap Berebut Tempat di Lini Tengah Inter
Baca dalam 60 detik
- Aleksandar Stankovic memutuskan bertahan di Inter Milan musim depan, menolak tawaran pinjaman dari Torino dan klub Liga Champions lain.
- Keputusan ini diambil di tengah persaingan ketat lini tengah Nerazzurri, yang diperkuat kedatangan Curtis Jones dari Liverpool.
- Langkah ini menunjukkan ambisi Stankovic untuk membuktikan kualitasnya di San Siro, sekaligus menjadi sinyal bagi klub lain bahwa ia tidak mudah dilepas.

Aleksandar Stankovic, gelandang muda Inter Milan, menegaskan tekadnya untuk bertahan dan memperebutkan tempat di skuad utama musim 2026-27. Di tengah kabar yang menyebut ia akan dipinjamkan atau dijual, pemain berusia 21 tahun itu justru ingin membuktikan diri di San Siro, meski persaingan di lini tengah Nerazzurri semakin ketat.
Stankovic, putra legenda Inter Dejan Stankovic, kembali ke klub musim panas ini setelah Inter mengaktifkan klausul pembelian kembali dari Club Brugge senilai โฌ23 juta. Performanya yang impresif di Liga Belgia musim lalu menjadi alasan utama Inter rela mengeluarkan dana besar untuk membawanya pulang. Namun, kehadiran sejumlah gelandang baru dan mapan membuat masa depannya di Inter sempat dipertanyakan.
Pelatih Cristian Chivu memiliki banyak pilihan di lini tengah. Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu dipastikan menjadi starter, sementara Curtis Jones yang baru bergabung dari Liverpool dengan nilai transfer โฌ35 juta juga diplot mengisi posisi tersebut. Selain itu, ada Petar Sucic, Piotr Zielinski, Henrikh Mkhitaryan yang baru memperpanjang kontrak, serta Andy Diouf yang fleksibel. Dengan komposisi ini, menit bermain bagi Stankovic jelas tidak akan mudah didapat.
Menurut laporan Gianluca Di Marzio, Stankovic menolak opsi dipinjamkan. Ia ingin bertarung memperebutkan tempat, meski sadar harus bersaing dengan nama-nama besar. Sikap ini menunjukkan mentalitas kuat yang diwarisi dari sang ayah, yang dikenal sebagai pejuang sejati di lapangan. Beberapa klub seperti Torino dan sejumlah tim Liga Champions dikabarkan tertarik meminjamnya, tetapi Stankovic memilih bertahan.
Keputusan Stankovic untuk bertahan patut diapresiasi. Di era sepak bola modern, banyak pemain muda memilih jalur pinjaman demi menit bermain. Namun, Stankovic memilih tantangan yang lebih berat: membuktikan diri di klub sebesar Inter. Ini bisa menjadi bumerang jika ia jarang dimainkan, tetapi juga bisa menjadi lompatan karier yang luar biasa jika berhasil menembus tim utama.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah Stankovic menarik karena menunjukkan pentingnya mentalitas dan kerja keras dalam menembus tim utama klub besar. Banyak pemain muda Indonesia yang juga berjuang menembus skuad utama klub Eropa, dan sikap Stankovic bisa menjadi inspirasi. Selain itu, persaingan di lini tengah Inter yang semakin ketat mengingatkan bahwa klub-klub top Eropa tidak pernah berhenti berinvestasi untuk memperkuat skuad.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Chivu akan memberi kesempatan kepada Stankovic untuk membuktikan diri di awal musim. Jika tidak, apakah Stankovic akan bertahan dengan risiko minim menit bermain, ataukah ia akan mempertimbangkan opsi lain di tengah musim? Keputusan ini akan menentukan arah karier pemain muda yang berpotensi menjadi bintang masa depan Inter.



