Chanathip Songkrasin: FIFA ASEAN Cup 2026 Bukan Sekadar Gelar, Thailand Incar Piala Asia 2027
Baca dalam 60 detik
- Kapten Thailand Chanathip Songkrasin menilai status resmi FIFA membuat FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki bobot berbeda bagi seluruh peserta.
- Thailand memakai turnamen ini sebagai pemanasan strategis sebelum berlaga di Piala Asia 2027, di mana mereka satu grup dengan Indonesia, Jepang, dan Qatar.
- Kemenangan di level regional diyakini akan mendongkrak kepercayaan diri pemain muda Thailand untuk bersaing di panggung Asia.

Kapten Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, menegaskan bahwa partisipasi di FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar upaya mempertahankan status sebagai penguasa sepak bola Asia Tenggara. Menurutnya, turnamen yang kini berstatus resmi di bawah naungan FIFA ini memiliki arti jauh lebih besar, terutama karena hasil pertandingan akan memengaruhi peringkat Thailand di ranking dunia.
Dalam konferensi pers resmi, Minggu (4/10/2026), gelandang berusia 32 tahun itu menyatakan bahwa pengakuan FIFA mengubah lanskap kompetisi. "Tentu saja sepak bola ASEAN tahun ini sangat penting. Ini merupakan FIFA ASEAN, dan menurut perasaan saya, semua tim membawa skuad terbaik untuk bertanding," ujar pemain yang akrab disapa Jay tersebut.
Pernyataan Chanathip mencerminkan kesadaran bahwa turnamen ini bukan lagi sekadar ajang gengsi regional. Dengan status FIFA, setiap laga memiliki konsekuensi nyata terhadap posisi Thailand di persepakbolaan dunia. Hal ini pula yang membuat negara-negara peserta, termasuk Indonesia, diperkirakan menurunkan komposisi terbaik mereka.
Bagi Thailand, turnamen ini juga difungsikan sebagai batu loncatan menuju Piala Asia 2027. Chanathip mengungkapkan bahwa hasil positif di level regional akan memberikan dorongan psikologis yang berharga, terutama karena beberapa lawan di ASEAN Cup kemungkinan akan kembali dihadapi di Piala Asia. "Jika kami menang, kami akan bertemu mereka lagi di Piala Asia. Itu akan menambah kepercayaan diri kami," tambahnya.
Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa pelatih Anthony Hudson dan jajaran pelatih telah menyusun rencana jangka panjang. Turnamen ini tidak hanya tentang meraih trofi, tetapi juga tentang membangun mental bertanding dan mengasah taktik sebelum menghadapi tim-tim kelas atas Asia seperti Jepang dan Qatar.
"Saya percaya bahwa semua pemain muda di dalam tim cukup percaya diri dan ingin mendapatkan kemenangan kali ini untuk meluapkan kepercayaan diri kami sendiri."
Chanathip juga berharap rentetan hasil positif di FIFA ASEAN Cup 2026 dapat menyulut kembali gairah publik sepak bola Thailand. Dukungan suporter diyakini menjadi pemicu semangat bagi para pemain muda untuk terus bersaing menembus skuad utama.
Dengan persiapan matang dan kepemimpinan Chanathip, Thailand ingin membuktikan bahwa dominasi mereka tidak hanya terbatas di Asia Tenggara, tetapi juga diperhitungkan di level Asia. Pertanyaannya, apakah Indonesia mampu memanfaatkan turnamen ini dengan visi yang sama besar?



