Switch 2 vs PS4: Konsol Baru Nintendo Kalahkan PS4, Tapi Takluk dari PS4 Pro
Baca dalam 60 detik
- Nintendo Switch 2 secara teknis melampaui PlayStation 4 berkat CPU delapan inti dan RAM 12GB, meski kalah dari PS5 dan Xbox Series X.
- PS4 Pro yang berusia satu dekade masih mampu bersaing bahkan mengungguli Switch 2 dalam mode dock untuk game berat, berkat GPU dua kali lebih kuat.
- Bagi konsumen Indonesia, Switch 2 menawarkan fleksibilitas hybrid, sementara PS4 Pro bekas menjadi opsi hemat untuk menikmati game lama tanpa harga konsol generasi terkini.

Nintendo Switch 2 resmi melampaui kemampuan PlayStation 4 (PS4) dalam hal tenaga pemrosesan, tetapi tidak cukup untuk menyaingi PS4 Pro. Kesimpulan ini muncul dari perbandingan spesifikasi yang dilakukan para analis dan pengembang game, menyusul peluncuran konsol hybrid generasi terbaru Nintendo tersebut.
Sejak awal, Nintendo memang tidak pernah berlomba mengejar spesifikasi tertinggi. Berbeda dari Sony dan Microsoft yang bersaing ketat di ranah CPU dan GPU, Nintendo lebih memilih pendekatan inovatif lewat desain Joy-Con dan mode portabel. Strategi itu terbukti sukses secara komersial, meski harus mengorbankan performa mentah. Switch 2, meski merupakan peningkatan besar dari pendahulunya, tetap tidak mampu menandingi PS5 atau Xbox Series X yang sudah berusia lebih dari empat tahun.
Namun, jika dibandingkan dengan PS4 yang diluncurkan pada 2013, Switch 2 jelas unggul. Menurut data dari Digital Foundry, Switch 2 ditenagai chip kustom Nvidia T239 (mirip T234) dengan arsitektur Ampere. CPU-nya adalah ARM Cortex A78C delapan inti dengan RAM 12GB. Dua inti dan 3GB RAM dialokasikan untuk sistem, menyisakan enam inti dan 9GB untuk game. Sementara itu, PS4 menggunakan CPU AMD x86-64 Jaguar delapan inti dengan RAM 8GB, dan juga menyisakan dua inti serta 3GB untuk sistem. Karena Switch 2 memiliki basis yang lebih besar, konsol ini keluar sebagai pemenang.
Di sektor grafis, GPU Switch 2 setara dengan AMD RX 570 Mobile dalam mode genggam dan RX 560 saat didock, atau setara Nvidia RTX 2050. GPU ini memang kelas menengah ke bawah, tetapi berkat prosesor kustom, Switch 2 mampu menampilkan grafis 4K saat didock, 1080p dalam mode genggam, dan frame rate hingga 120fps. PS4 hanya sanggup mencapai 1080p dan 60fps. Meski demikian, tidak semua game dapat mencapai batas maksimal tersebut, terutama judul-judul berat.
Meski Switch 2 mengalahkan PS4 standar, situasi berbalik ketika berhadapan dengan PS4 Pro. Konsol revisi yang dirilis tiga tahun setelah PS4 ini memiliki GPU lebih dari dua kali lipat lebih kuat dan CPU sekitar 30% lebih cepat. Hasilnya, PS4 Pro dapat menjalankan game berat setara atau bahkan lebih baik dari Switch 2 dalam mode dock, menurut uji perbandingan. PS4 Pro juga mampu melakukan upscale hingga mendekati 4K dan beberapa game pada resolusi native 2160p.
"Perbandingan ini menunjukkan bahwa arsitektur PC-like yang digunakan Sony pada PS4 Pro masih kompetitif untuk kelas konsol hybrid, terutama dalam mode dock," ujar seorang analis teknologi yang enggan disebutkan namanya.
Bagi pasar Indonesia, perbandingan ini menawarkan pertimbangan tersendiri. Switch 2 diprediksi akan dijual dengan harga premium, mirip dengan peluncuran Switch generasi pertama. Sementara itu, PS4 Pro bekas kini banyak beredar di marketplace lokal dengan harga yang jauh lebih terjangkau, mulai dari Rp3 juta hingga Rp4,5 juta tergantung kondisi. Konsumen yang ingin memainkan game-game eksklusif PlayStation seperti God of War atau The Last of Us bisa memilih PS4 Pro sebagai alternatif hemat. Namun, mereka harus rela melewatkan rilis terbaru seperti Marvel's Wolverine dan Grand Theft Auto 6 yang hanya tersedia di konsol generasi sekarang.
Di sisi lain, Switch 2 menawarkan nilai jual utama: fleksibilitas. Kemampuan bermain di TV dan mode portabel menjadi daya tarik yang tidak dimiliki PS4 Pro. Ditambah lagi, Nintendo memiliki pustaka game eksklusif yang kuat, seperti The Legend of Zelda dan Super Mario, yang tidak akan pernah hadir di platform lain. Bagi penggemar game yang sering bepergian, Switch 2 tetap menjadi pilihan logis meski harga perangkat dan game relatif mahal.
Ke depan, pertarungan tidak hanya soal spesifikasi. Nintendo tampaknya akan terus mengandalkan strategi inovasi dan pengalaman pengguna, bukan sekadar kecepatan prosesor. Sementara Sony dan Microsoft bersiap dengan konsol generasi berikutnya, Switch 2 mungkin tidak akan menjadi yang tercepat, tetapi bisa jadi yang paling fleksibel. Pertanyaannya, apakah konsumen Indonesia lebih memilih performa tinggi PS4 Pro bekas atau kepraktisan Switch 2 dengan harga selisih yang signifikan?



