Man United Kebut Negosiasi dengan Brighton untuk Carlos Baleba
Baca dalam 60 detik
- Setan Merah akan menggelar pembicaraan resmi dengan Brighton pada Kamis untuk mengamankan jasa gelandang Kamerun tersebut.
- Kesepakatan pribadi telah tercapai, namun Brighton masih menahan pemain berusia 22 tahun itu dengan banderol sekitar ยฃ65 juta.
- Baleba, yang digadang-gadang sebagai 'monster' lini tengah, diharapkan bisa mengatasi cedera dan kembali ke performa terbaiknya di Old Trafford.

Manchester United dikabarkan akan segera menggelar perundingan langsung dengan Brighton & Hove Albion pada Kamis ini untuk menyelesaikan transfer gelandang Carlos Baleba. Langkah ini diambil setelah upaya mendatangkan Ederson dari Atalanta gagal di tahap akhir, menyusul kegagalannya dalam tes medis.
Menurut jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano, United telah mencapai kesepakatan penuh dengan Baleba terkait persyaratan pribadi. Namun, kesepakatan antarklub masih menjadi ganjalan. Brighton dikabarkan membanderol pemain asal Kamerun itu dengan harga sekitar ยฃ65 juta, termasuk bonus, setelah sebelumnya menolak tawaran senilai ยฃ100 juta pada musim panas lalu.
Baleba, yang kini berusia 22 tahun, memang mengalami musim yang sulit bersama Brighton. Cedera pergelangan kaki membuatnya hanya tampil 1.662 menit di Premier League 2025-26, jauh di bawah menit bermainnya pada musim sebelumnya yang mencapai lebih dari 2.600 menit. Meski demikian, The Athletic melaporkan bahwa penampilannya tetap impresif, terutama dalam aspek defensif. Ia mencatatkan rata-rata 1,6 intersep per 90 menit, tertinggi di skuad asuhan Fabian Hurzeler, serta menempati peringkat kedua untuk kontribusi defensif dengan 11,3 per 90 menit.
Ketertarikan United pada Baleba sebenarnya bukan hal baru. Sejak musim panas 2025, pemain yang pernah membela Lille tersebut dikabarkan sangat ingin pindah ke Old Trafford. Romano bahkan menyebut Baleba "mendorong dengan gila-gilaan" untuk bergabung dengan Setan Merah. Namun, cedera dan penurunan performa membuat nilai pasarnya turun, sehingga United kini melihatnya sebagai peluang yang lebih terjangkau.
Di sisi lain, keputusan United untuk kembali memburu Baleba menunjukkan urgensi mereka untuk memperkuat lini tengah. Kegagalan transfer Ederson memaksa manajer Michael Carrick untuk mencari alternatif cepat. Baleba, yang telah mengoleksi 16 caps bersama timnas Kamerun, dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pengatur tempo permainan di lini tengah United.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub besar Eropa memanfaatkan situasi pasar. Penurunan nilai Baleba akibat cedera menjadi pelajaran bahwa keputusan transfer tidak selalu linear dengan performa. Selain itu, ketertarikan United pada pemain Afrika juga bisa menjadi sinyal positif bagi pengembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang kerap menjadi pasar pemain muda berbakat.
Meski demikian, risiko tetap ada. Baleba belum membuktikan konsistensinya di level tertinggi, dan cedera yang dialaminya bisa menjadi faktor penghambat. United tampaknya siap mengambil risiko dengan harapan pemain tersebut bisa kembali ke performa terbaiknya. Pertanyaannya, akankah Brighton melunak dan melepas pemainnya dengan harga yang disepakati? Atau justru muncul klub lain yang siap menawar lebih tinggi? Keputusan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu.



