Dua Bintang Italia Bersinar di Premier League, Tonali Justru Terpuruk
Baca dalam 60 detik
- Calafiori dan Kayode langsung memberi dampak di laga perdana Premier League, masing-masing dengan assist dan gol.
- Debut Tonali di Tottenham berakhir mengecewakan, mendapat rating 4/10 dari BBC Sport.
- Performa impresif pemain Italia ini bisa menjadi sinyal bagi timnas dan membuka peluang bagi pemain Indonesia di Eropa.

Liga Inggris musim 2026-27 resmi bergulir, dan dua pemain timnas Italia langsung mencuri perhatian di pekan pembuka. Riccardo Calafiori, bek anyar Arsenal, menjadi aktor kunci kemenangan 3-0 atas Coventry City, sementara Michael Kayode, bek muda Brentford, ikut menyumbang gol saat timnya menaklukkan Tottenham Hotspur. Di sisi lain, debut Sandro Tonali bersama Spurs justru berubah menjadi mimpi buruk.
Calafiori, yang direkrut Arsenal dari Bologna pada bursa musim panas lalu, langsung dipercaya mengisi pos bek kiri oleh Mikel Arteta. Dalam laga yang digelar di Emirates Stadium, Jumat malam, ia bermain selama 81 menit dan memberikan assist untuk gol pembuka Kai Havertz. Umpan silang rendahnya dari sisi kiri berhasil disambar Havertz di tengah kotak penalti. Dengan hasil ini, Calafiori mencatatkan satu assist dan satu clean sheet dalam dua penampilan kompetitif pertamanya musim ini, setelah sebelumnya mencetak gol saat Arsenal menang atas Manchester City di Community Shield.
Sementara itu, Kayode, yang hijrah dari Fiorentina ke Brentford, juga tampil gemilang. Pada laga Sabtu sore di Gtech Community Stadium, ia mencetak gol ketiga Brentford ke gawang Tottenham. Gol tersebut tercipta dari situasi sepak pojok, di mana Kayode dengan cerdik menyambar bola muntah dan menceploskannya ke gawang. Kemenangan 3-0 ini menjadi sinyal kuat bahwa Brentford siap bersaing di papan atas musim ini.
- Calafiori: 81 menit bermain, 1 assist, clean sheet untuk Arsenal.
- Kayode: 1 gol untuk Brentford dalam kemenangan 3-0 atas Tottenham.
- Tonali: rating 4/10 dari BBC Sport pada debut Premier League-nya.
- Tottenham: dua musim beruntun finis di peringkat 17 (2024-25 dan 2025-26).
Di kubu Tottenham, sorotan tajam tertuju pada Sandro Tonali. Gelandang asal Italia yang diboyong dari Newcastle dengan rekor transfer nasional senilai 115 juta euro itu tampil di bawah ekspektasi. BBC Sport bahkan memberinya rating 4/10 dan menyebut penampilannya sebagai "debut yang sangat buruk". Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, yang juga orang Italia, tentu berharap Tonali segera bangkit. Namun, kekhawatiran muncul mengingat Spurs baru saja melewati dua musim yang mengecewakan dengan finis di peringkat 17.
Selain Tonali, ada Destiny Udogie yang masuk sebagai pemain pengganti di lima menit akhir laga Brentford. Namun, waktu yang singkat membuatnya tak mampu memberikan pengaruh signifikan. Persaingan di lini belakang Tottenham juga kian ketat dengan kehadiran Andrew Robertson, yang bisa mengurangi menit bermain Udogie.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, performa gemilang Calafiori dan Kayode menjadi bukti bahwa pemain Italia muda mampu bersaing di liga terketat di dunia. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi para pemain Indonesia yang bercita-cita berkarier di Eropa. Terlebih, dengan semakin banyaknya pemain Asia Tenggara yang merumput di liga-liga top Eropa, peluang untuk menembus Premier League bukan lagi sekadar mimpi.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Calafiori dan Kayode bisa mempertahankan konsistensi sepanjang musim. Sementara bagi Tonali, tekanan untuk segera membuktikan nilai transfernya akan semakin besar. Bisakah ia bangkit dari debut yang buruk dan menjadi motor permainan Tottenham? Musim ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi para pemain Italia di Premier League.



